Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Mesum dan Memalukan


__ADS_3

Setelah anak-anak mereka kembali ke kamarnya masing-masing ,kini tinggal para orang tua yang masih berada di ruang keluarga . Karena ada sesuatu yang ingin Nisa katakan kepada Alima dan Kemal .


"Aku minta maaf kepada kalian , karena sudah memarahi Ezra tadi ." Kata Nisa penuh penyesalan .


"Untuk apa kau minta maaf padaku , sekarang Ezra dan Faza sudah menjadi anakmu . Kau Berhak memarahi mereka , jika mereka berbuat kesalahan . Aku tidak akan membelanya, benarkan sayang?" Ujar Alima kepada suaminya, dia mengerti perasaan Nisa saat ini .


Nisa lalu memeluk sahabatnya itu , yang sekarang sudah menjadi besannya .


"Terima kasih kau adalah sahabat terbaikku ."


"Kau juga sahabatku Nisa , kita sama-sama sahabat yang akan mendukung satu sama lain ." kata Alima menguatkan sahabatnya.


"Baiklah kalau begitu , sebaiknya sekarang kita istirahat ." Ajak Nisa kepada suami dan kedua sahabatnya itu.


Mereka berdua memasuki kamar masing-masing, untuk mengistirahatkan tubuh mereka.Setelah drama panjang hari ini.


*


*


Di lantai dua, tepatnya di depan kamar Zoya yang akan menjadi kamar Ezra juga.


Mereka berdua berhenti didepan kamar , dengan wajah malu-malu . Mereka tidak menyadari , kalau ada Rayyan yang berjalan di belakangnya . Sedangkan Murad dan Faza menaiki lift.


"Nggak usah malu-malu meong kayak gitu, sekarang kalian sudah halal , jadi bebas mau melakukan apapun . Nggak usah kayak gitu, geli tau lihatnya." Sindir Rayyan yang melihat sepasang pengantin baru di depannya.


Sontak saja Zoya merasa malu , atas sindiran dari saudara kembarnya tapi Ezra memiliki pemikiran yang lain . Dia tiba-tiba berhenti , dan menarik tubuh Zoya untuk menempel kepadanya . Tanpa aba-aba lagi , Ezra langsung mencium bibir Zoya di depan Rayyan .


Zoya merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Ezra kepadanya . Apalagi dilakukan di depan saudara kembarnya . Sedangkan Rayyan benar-benar tak percaya , dengan apa yang dilakukan Ezra di depan matanya .


"Sial, benar-benar pasangan laknat kalian ya. Awas saja kau Ezra. " Umpat Rayyan lalu berjalan cepat menabrak mereka berdua, sehingga tautan bibir Ezra dan Zoya terlepas secara paksa.


Rayyan langsung masuk kedalam kamarnya, dengan wajah yang sudah di tekuk.

__ADS_1


Melihat reaksi Rayyan, sontak saja membuat Ezra tertawa terpingkal. Tawa yang tidak pernah dilihat oleh Zoya selama ini .


"Ternyata dia kalau tersenyum ataupun tertawa seperti ini terlihat sangat tampan . " Batin Zoya .


Mereka berdua tidak tahu , kalau di belakang mereka juga ada pasangan Murad dan Faza yang baru saja keluar dari lift . Dan kejadian itu juga dilihat oleh mereka berdua .


"Dasar pasangan mesum ." kata Murad kepada Ezra dan Zoya.


Ezra langsung berhenti tertawa , dan menoleh ke belakang . Dilihatnya Atasan sekaligus adik iparnya itu tengah tersenyum mengejek kepadanya .


"Ternyata wajahmu saja yang datar selama ini Ezra , tapi otakmu mesum . " Ejek Murad lagi, dan meminta Faza untuk membawanya masuk kedalam kamar.


"Kakak memalukan. " kata Faza lirih, tapi masih bisa di dengar Ezra dan Zoya.


Zoya yang merasa kesal , dengan apa yang dilakukan Ezra barusan Langsung memukuli dada Ezra .


"Benar kata Faza dan kakak , Kamu memalukan Ezra dan juga mesum ." umpat Zoya kepada suaminya itu.


"Akan aku tunjukkan Seperti apa mesum itu , sayang . " kata Ezra dengan kerlingan mata nakalnya .


Tanpa aba-aba , Ezra langsung mengangkat tubuh Zoya ala bridal style . Dan membawanya masuk ke dalam kamar . Dia lalu merebshkan tubuh Zoya , di atas tempat tidur .


"A... Apa yang akan kau lakukan Ezra. " tanya Zoya terbata.


"Membuktikan padamu seperti apa pria mesum itu. " kata Ezra dengan alis naik turu dan sudah mengungkung tubuh Zoya di bawahnya.


"Ezra ,,jangan sekarang ya ? Aku masih belum siap ." Rengek Zoya yang merasa takut dengan sikap Ezra .


Tapi Ezra tidak memperdulikannya , dia mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Zoya. Hingga jarak keduanya semakin dekat. Zoya langsung menutup wajahnya, karena dia merasa sesuatu pasti akan terjadi sebentar lagi.


Ezra yang melihat Zoya menutup matanya, langsung menyunggingkan senyumannya. Dan dia hanya memberikan sebuah kecupan singkat di kening Zoya. Lalu mengambil jarak lagi darinya.


"Mandilah, bersihkan dirimu dulu. Atau aku duluan yang mandi? " tanya Ezra setelah berhasil mengerjai istrinya.

__ADS_1


Mendengar hal itu tentu saja membuat Zoya tak percaya . Hanya sebuah kecupan ? Tidak lebih ? Pikir Zoya tidak percaya . Dia lalu membuka matanya, dan melihat apa yang terjadi. Dilihatnya Ezra sudah duduk manis di pinggir tepi tempat tidur.


"Apa yang kau pikirkan Zoya ,Apa kau sedang memikirkan hal mesum ? Sekarang Siapa yang mesum , kau atau aku? " Ezra mengejek istrinya itu yang saat ini merasa kikuk .


Mendengar Ezra mengejeknya membuat Zoya langsung mengerucutkan bibirnya, dan langsung berlari ke dalam kamar mandi. Lalu menutup pintu kamar mandi dengan kencang.


"Ah, suami sialan. Beraninya mengerjaiku. " umpat Zoya di dalam kamar mandi.


Zoya lalu membuka pakaiannya satu persatu , tanpa menyadari kalau Ezra mengikutinya dari belakang . Ezra juga melakukan hal yang sama , dia membuka kancing kemejanya satu persatu lalu melemparkannya asal . Dilihatnya tubuh mulus Zoya dari belakang , membuat Ezra susah menelan salivanya . Kini yang tersisa dari pakaian Zoya hanyalah Segitiga Bermuda , dan kacamata berwarna merah muda yang bertengger di dadanya . Sedangkan di tubuh Ezra hanya menempel boxer yang menutupi senjata rudal nya.


Ezra semakin mendekati Zoya, dan mendengarkan semua umpatan Zoya yang ditujukan kepadanya, dan tanpa aba-aba dia langsung memeluk tubuh Zoya dari belakang , hingga membuat Zoya terpekik karena terkejut . Tapi Ezra semakin mengeratkan pelukannya dan mengecupi bahu mulus Zoya yang polos . Meskipun belum mandi , tapi aroma tubuh Zoya sangat memabukkan .dan memanjakan hidungnya.


Zoya yang awalnya terkejut , kini Mulai bisa menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu . Dia merasakan kegelian , karena mendapat cumbuan dari Ezra. Apalagi bulu-bulu halus yang menghiasi rahang Ezra dan belum dicukur , sehingga menambah sensasi geli pada diri Zoya .


"Ezra, bisa hentikan nggak aku kegelian ini. " Kata Zoya dengan suara manja dan sebuah suara laknat yang keluar dari bibir Zoya.


Ezra tida mau menghentikannya, dia malah membalikkan tubuh Zoya agar mengahadap ke arahnya. Lalu dengan cepat dia menyambar bibir Zoya, yang sedikit terbuka. Satu tangan Ezra menahan punggung Zoya agar tubuh mereka tetap menempel. Sedangkan tangan satunya lagi, dia gunakan untuk menyalakan Shower air hangat.


Semburan air shower itu akhirnya membasahi tubuh mereka berdua. Zoya yang awalnya terkejut, kini sudah bisa menikmati kebersamaan bersama dengan suaminya malam ini. Dia mulai melingkarkan tangannya dileher Ezra. Dan menikmati ciuman mereka dibawah kucuran Shower. Sungguh romantis bagi Zoya.


Ezra lalu melepaskan tautan bibir mereka, dan menatap lekat wajah wanita yang selama ini sangat dicintainya. Dan akhirnya hari ini dia bisa memilikinya, menikahinya. Ezra memberikan senyum terbaiknya kepada Zoya. Dengan mengusap wajah Zoya yang sudah basah oleh air.


"Terimakasih karena, sudah mau menjadi istriku. " ungkap Ezra masih dibawah kucuran air shower.


Zoya membalasnya dengan senyuman dan anggukan.


"Ayo kita mandi bersama. Aku akan menggosok punggungmu. " kata Ezra, yang langsung memunculkan semburat merah di wajah Zoya.


Tidak terjadi hal lebih di kamar mandi pengantin itu. Yang terjadi hanyalah, mereka saling menggosok tubuh mereka satu sama lain dan membersihkan diri mereka masing-masing.


Entah setelah ini, apakah akan terjadi hal lebih, seperti yang para readers bayangkan atau tidak.


Tetap setia ya dengan kisah tiga bersaudara ini.

__ADS_1


__ADS_2