
Sesuai rencana setelah sarapan Rayyan dan Zahra pergi bersama Erhan. Sedangkan Zoya dan mommy Nisa di antar pulang oleh Ezra. Namun sebelum mereka keluar dari kamar hotel, terjadi perdebatan antara Rayyan dan Zahra.
Zahra yang ingin berjalan sendiri walaupun sedikit kesusahan, tapi Rayyan melarangnya karena dia tidak tega melihat istrinya itu jalan kesusahan. Karena itu Rayyan sampai harus meminjam kursi roda dari hotel. Tapi Zahra tidak mau karena malu . Akhirnya Rayyan mengalah dan membiarkan Zahra berjalan dengan segala kesulitannya.
Dengan langkah pelan dan perlahan Zahra berjalan menggenggam tangan Rayyan . Dan itu membuat semua orang yang berada di belakangnya merasa kesal karena langkah mereka terlalu lama. Akhirnya Semua orang menyalip Rayyan dan Zahra. Ezra yang berjalan paling belakang menepuk pundak Rayyan.
"Sebaiknya lakukan tugasmu sebagai laki-laki Rayyan ." Kata Ezra kemudian berlalu mendahuluinya .
Mendengar itu Rayyan pun mengerti maksud Ezra . Dan dia segera melakukan , apa yang seharusnya dia lakukan dari tadi . Tanpa aba-aba Rayyan langsung menggendong Zahra ala Bridal style, dan apa yang dilakukan Rayyan itu membuat Zahra terkejut , dia langsung melingkarkan tangannya di leher Rayyan.
"Rayyan Apa yang kau lakukan , kau membuatku terkejut ." omel Zahra kepada suaminya .
"Apa kamu tidak tahu kalau semua orang kesal karena menunggumu berjalan. Kamu berjalan seperti siput Zahra , karena itu tadi aku menawarkan kursi roda kepadamu tapi kamu tetap keras kepala dan menolaknya." Kata Rayyan tanpa memperdulikan semua orang yang sedang melihat mereka berdua.
Mendengar ucapan Rayyan , membuat Zahra mengerucutkan bibirnya . Kini dia tidak bisa berkutik lagi karena apa yang dikatakan Rayyan memang benar adanya . Dia berjalan seperti siput dan itu membuat orang di belakangnya tidak sabaran menunggunya .
Di dalam lift , Rayan menurunkan Zahra karena mereka dalam posisi berdiri dan tidak berjalan. Namun saat pintu lift terbuka , lagi-lagi Rayyan langsung menggendong Zahra menuju mobil yang sudah disiapkan oleh daddynya . Mereka pergi dalam satu mobil , Begitu juga dengan Ezra ,Zoya dan mommy Nisa .
Erhan mengarahkan mobilnya ke tempat semalam , di mana Sandro dan Aliya ditahan oleh mereka . Rayan dan Zahra yang tidak mengerti apa-apa hanya mengikuti ke mana daddynya membawa mereka pergi . Tak lama , mobil yang mereka kendarai pun berhenti di sebuah rumah sederhana yang cukup terawat .
"Kenapa kita ke sini Dad ?" Tanya Rayyan kepada daddynya , karena dia tahu tempat yang dia datangi adalah tempat untuk menyekap seseorang atau musuh .
"Ayo masuk , Nanti kalian juga tahu . "
Zahra dan Rayyan pun hanya mengikuti apa kata daddynya . Di sana Zahra melihat ada beberapa orang yang berjaga , yang menyamar sebagai tukang kebun satpam dan beberapa orang pembersih rumah . Benar-benar sebuah strategi yang bagus , untuk sebuah rumah penyekapan .
Rayyan masih menggendong Zahra , saat masuk ke pekarangan rumah . Mereka juga langsung masuk ke sebuah ruangan di mana Sandro , dan Aliya di sekap.
Saat pintu terbuka lebar , Rayyan dan Zahra membulatkan matanya melihat Siapa yang ada di hadapan mereka Begitu juga dengan Sandro dan Aliya yang melihat kedatangan Zahra dan Rayyan .
"Turunkan aku. "
Zahra langsung minta diturunkan , dia langsung berjalan cepat menemui Aliya , dan tak menghiraukan rasa sakit di dalam inti tubuhnya . Dia langsung menjambak rambut Aliya , dan menamparnya berkali-kali .
"Dasar wanita ****** , beraninya kamu mengganggu suamiku . Apa kamu tidak laku sebagai seorang wanita sampai melakukan hal kotor untuk mendapatkannya ." pekik Zahra sambil terus menampar wajah Aliya.
__ADS_1
"Benar-benar menjijikkan. Kalian ingin mendapatkan suamiku dengan cara kotor dan menjijikkan. " Kata Zahra yang masih merasa kesal dan emosi melihat wajah Aliya.
"Hei, hentikan Apa yang kau lakukan pada anakku ." Bentak Sandro yang tidak terima kalau anaknya dipukuli oleh Zahra.
"Apa? kau mau apa . Kau tidak terima kalau anakmu aku pukul seperti ini. Kau itu jadi ayah seperti apa? yang mendukung anaknya melakukan hal hina dan menjijikkan seperti ini. Dimana otak anda sebagai seorang ayah. Yang menyuruh anaknya menjual harga dirinya, hanya untuk masuk kedalam keluarga kaya. benar-benar menjijikkan. " Zahra ganti mengomeli Sandro
Setelah puas menjambak menampar dan memukuli Aliya, Zahra juga mengomeli Sandro . kemudian dia berbalik, dan akan melangkah menuju suaminya. Tapi saat dia ingin melangkah tiba-tiba intinya terasa berdenyut.
"Ray... " lirih Zahra yang meminta bantuan secara tidak langsung kepada suaminya.
Rayyan yang tertegun melihat Zahra mengamuk langsung sadar dan berjalan mendekatinya saat melihat Zahra berhenti bergerak dan segera memapahnya. Erhan yang sudah puas mendapatkan Video kemarahan Zahra hanya menggelengkan kepalanya dan segera mengirimkan video itu ke grup keluarga. Entah bagaimana reaksi keluarga mereka saat melihat istri Rayyan yang sangat barbar itu.
Benar kata Murad biarlah wanita berhadapan dengan wanita. Karena dia pasti akan melakukan apapun untuk melampiaskan kekesalannya untuk membuat hatinya tenang. Tidak pantas rasanya bagi seorang pria jika harus memukul wanita.
Aliya dan Sandro terkejut saat melihat keadaan Zahra yang ternyata kesusahan saat berjalan.
"Dia kenapa? " tanya Aliya yang merasa bingung melihat keadaan Zahra.
Zahra langsung menatap sengit kearah Aliya.
"Ini karena perbuatanmu, yang telah memberi obat kepada minuman suamiku. Dasar sialan. " gerutu Zahra.
"Apa kau sudah puas melampiaskan kekesalanmu Zahra? " Tanya Erhan yang melihat Zahra lebih tenang daripada tadi.
"Lumayan, dad. "
"Baiklah kalau begitu. Sekarang giliran kamu Rayyan. Ini adalah permintaan kakakmu Murad semalam. Kalau yang harus menghukum mereka adalah kamu dan istrimu. Jadi sekarang apa yang akan kamu lakukan kepada mereka berdua. " ujar Erhan memberi kesempatan kepada Rayyan untuk menghukum Sandro.
"Jadi kakak yang memberiku kesempatan ini, dad? Apa kakak kemarin juga kemari melihat mereka. "
"Iya, Sekarang apa yang ingin kamu lakukan kepada mereka. "
Rayyan pura-pura berfikir keras padahal di dalam hatinya dia sudah memiliki keputusan.
"Aku sangat membenci perbuatan kalian. Tapi aku juga berterimakasih kepada kalian, karena sudah memberiku obat itu. Kalian tau kenapa? Karena aku bisa bersatu dengan istriku, berkat obat itu. Yah, walaupun semalam aku lepas kendali sehingga sampai membuat istriku tidak bisa berjalan. " kata Rayyan dengan santai.
__ADS_1
Mendengar itu baik Zahra maupun Erhan membelalakkan matanya tak percaya.
"Jadi aku tidak akan memberikan hukuman kejam kepada kalian. "
Mendengar ucapan Rayyan membuat Sandro bernafas lega.
"Hanya satu hukuman untuk mereka , dad. Cabut semua saham dan investasi kita dari perusahaan mereka. Dan alihkan semua ke perusahaan Altan." Kata Rayyan dengan tatapan mengejek kepada Sandro.
Pasalnya limapuluh persen saham di perusahaan Sandro adalah milik perusahaan Khan. Belum lagi dampak bagi perusahaannya jika saham dari perusahaan khan di cabut. Maka perusahaan lainnya pasti akan mengikuti.
Itu sama dengan membuat bangkrut Sandro secara perlahan.
"Baiklah... apa kau dengar Murad, Ezra, Kemal dengan hukuman yang diberikan Rayyan kepada perusahaan Sandro.
" Ya kami mengerti." ucap Ezra dan Kemal bersamaan.
"Sekarang lakukan tugas Kalian . Mereka akan aku lepaskan setelah kalian mencabut semua saham kita dari perusahaan mereka. " Kata Erhan memberi perintah. Lalu menutup panggilan telponnya.
"Tu... tuan... jangan lakukan itu kepada perusahaan kami. Aku mohon tuan. Perusahaan kami tidak akan bertahan tanpa kalian. Aku mohon. " Sandro memohon sambil menangis kepada Rayyan dan Erhan. Karena dia tau, perusahaannya sudah berada di ambang kehancuran, jika sampai itu terjadi.
"Kenapa papa memohon seperti itu, biarkan saja mereka mencabut saham mereka. Kita tidak akan bangkrut tanpa mereka. " kata Aliya yang tidak suka melihat ayahnya memohon seperti itu.
"Diamlah, kau tidak tau apa-apa. Jika mereka mencabut saham mereka bisa dipastikan kita akan langsung bangkrut dan kita akan menjadi gelandangan. " kata Sandro dengan suara tertahan.
Mendengar ucapan papanya membuat Aliya terdiam dan tidak bisa berkata-kata.
Erhan dan Rayyan membiarkan saja ayah dan anak itu berdebat. Mereka keluar dari ruangan penyekapan itu. Dan akan kembali ke mansion untuk mengistirahatkan Zahra agar dia segera membaik.
Di dalam mobil Zahra mendiamkan Rayyan yang sejak tadi menggodanya.
"Kamu kenapa sih, Zahra. Kenapa diam saja seperti ini. " Kata Rayyan yang terus mengajak Zahra bicara.
"Diamlah, aku masih kesal padamu. "
"Kesal kenapa? "
__ADS_1
"Karena kau berterima kasih kepada mereka. " jawab Zahra dengan melipat kedua tangannya di dada.
Kini Rayyan mengerti kekesalan yang Zahra rasakan. Dia akhirnya ikut diam seribu bahasa. Salahnya sendiri mengatakan hal itu di hadapan sang korban.