
Tepat pukul 19.00 beberapa mobil masuk ke halaman mension . Erhan, Kemal dan dokter Evan keluar dari mobil yang sama , sedangkan Rayyan dan Zahra keluar dari mobil lainnya . Mereka semua masuk ke dalam mosion , di sana Tengah ramai dengan tawa para penghuni mansion..
"Assalamualaikum . "
Erha mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah . Dan mendapat balasan salam dari semua penghuni rumah .
"Waalaikumsalam . "
Nisa langsung menyambut kedatangan suaminya , dengan senyuman yang lebar . Namun senyum itu tiba-tiba hilang saat melihat dokter Evan datang bersama dengan suaminya .
"Ayo masuk dokter Evan , " ajak Erhan kepada dokter Evan yang terdiam .
Murad dan Zoya terkejut melihat kedatangan dokter Evan . Begitu juga dengan Ezra . Kenapa ayah mertuanya itu , membawa saingannya ke dalam mansion ini. Pikir Ezra saat itu.
Semua orang , telah duduk bersama di ruang keluarga . Mereka ingin mendengarkan penjelasan Kenapa dokter Evan bisa sampai ikut bersama Erhan. Namun , sebelum keterkejutan mereka selesai . Mereka dikejutkan lagi , dengan kedatangan Rayyaan yang menggandeng seorang wanita cantik .
"Zahra ?" Pekik Zoya yang mengenal Zahra
Zahra yang dipanggil namanya pun langsung menoleh ke asal suara , dan dilihatnya Kakak tingkatnya yang ia kagumi dulu berada di sana , sedang berkumpul bersama keluarga Khan yang lain .
"Ada apa ini sebenarnya. Kenapa ada dokter Evan di sini dan juga Rayyan yang membawa seorang wanita. Apa ada yang bisa menjelaskan kepadaku? " tanya Nisa kepada siapapun yang mau menjawabnya .
"Tenang Sayang , akan aku jelaskan satu persatu ." Ujar Erhan kepada istrinya yang kebingungan, begitupun semua orang.
"Rayyan duduklah , ajak Zahra duduk juga ." perintah Erhan kepada anak nakalnya itu.
Rayan lalu membawa Zahra untuk duduk di sebuah sofa panjang.
"Cepat ceritakan sayang Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Nisa lagi yang sudah tidak sabaran untuk mendengarkan apa yang terjadi sebenarnya .
"Aku akan menceritakan tentang Rayyan terlebih , sebelum membahas dokter Evan . Karena kasus Dokter Evan sangat berbahaya. "
Semua orang mengangguk , menyetujui ucapan dari Erhan .
"Sayang , jangan terkejut aku mengatakan ini kepadamu . Saat ini Rayan sudah menikah dengan Zahra ." ujar Erhan pada akhirnya.
"Apaaaa ?" Kata semua orang secara bersamaan .
__ADS_1
"Bagaimana bisa , " tanya Nisa sang Mommy yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya .
"Rayyan , jangan bilang kau telah menghamilinya . Sampai kau harus menikahinya diam-diam seperti ini ." Ujar Nisa tanpa berpikir panjang dan melotot kearah anak nakalnya itu.
Semua orang , yang mendengar ucapan Nisa melotot tak percaya . Apakah itu benar ?
Sedangkan Rayyan sang tersangka , hanya bisa menelan salivanya kasar . Tidak menyangka kalau sang mommy memiliki pemikiran seperti itu .
Tapi tidak dengan Erhan dan Kemal mereka tertawa mendengarkan tuduhan dari Nisa .
"Tidak mom , Bagaimana aku bisa menghamili seorang wanita yang sombong dan galak seperti dia ." Kata Rayan sambil menatap mengejek ke arah Zahra . Zahra yang mendapat tatapan seperti itu pun langsung mendelik kepada Rayyan .
Melihat Sikap kedua anak manusia di hadapannya yang seperti kucing dan tikus . Nisa jadi merasa lega . Jadi tidak mungkin anaknya akan menghamili wanita ini .
"Lalu apa yang terjadi , Kenapa Rayyan bisa menikahi Zahra ." Nisa kembali meminta penjelasan kepada suaminya .
"Ini karena anakmu yang paling nakal itu sayang , Dia sudah memberikan sebuah kesepakatan kepada Zahra ."
Erhan lalu menceritakan Apa yang terjadi, tentang kesepakatan yang ditawarkan Rayyan kepada Zahra . Lalu kesepakatan itu didengar oleh Tuan Simon, Ayah Zahra . Sehingga membuat penyakit jantungnya kambuh , dan tadi Tuan Simon ingin bertemu dengan Erhan dan Rayyan.
Nisa langsung melotot ke arah Rayan , dia tidak percaya anaknya melakukan hal bodoh seperti itu . Dan sekarang dia harus menanggung resikonya , yaitu menikahi Zahra Tanpa Cinta ? Entahlah , Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka nanti .
"Maafkan aku nyonya , " kata Zahra yang akhirnya angkat bicara . "Sebenarnya aku juga tidak ingin menikah dengan Rayyan tapi daddyku , dan Tuan Eh, maksud saya Daddy Erhan memaksa pernikahan ini ." Kata Zahra membela diri dengan wajah tertunduk.
Nisa langsung mendekati Zahra dan duduk di antara Zahra dan Rayyan .
"Ini bukan salahmu sayang , tapi ini salah anak nakal itu Kenapa dia bisa memberikan . Kesepakatan seperti itu kepadamu . Dasar kau . " Nisa langsung menjewer telinga Rayan yang ada di sebelahnya .
"Lalu aku harus bagaimana mom , saat Daddy memaksaku untuk menikah dengannya . Aku tidak bisa menolak, karena tadi daddy terlihat sangat menakutkan." Kata Rayan dengan bibir yang sudah mengerucut
"Daddymu sudah benar dengan menikahkanmu dengan Zahra , karena laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya . Apa jadinya kalau dunia luar tahu seorang Rayyan Khan tidak bisa menepati ucapannya . Makanya Kamu itu jangan suka bermain-main dengan ucapanmu. " Kata Nisa yang terus mengomeli Rayyan .
Semua orang tidak ada yang bicara saat Nisa sedang memarahi anaknya. Mereka membiarkan Nisa mengomeli Rayyan sampai puas .
"Apa kau sudah selesai, Sayang . " Tanya Erhan kepada istrinya yang sudah terlihat tenang .
Nisa hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya . Dia Lalu terdiam ,dan tidak mengatakan apapun .
__ADS_1
Melihat sang mommy yang terdiam , membuat Rayyan merasa bersalah . Dia lalu berlutut di hadapan sang mommy.
"Maafkan aku mom , Maafkan aku yang telah berbuat salah . Maafkan anak nakalmu ini, aku mohon. "
"Apa kau mencintai Zahra ? " Tanya Nisa dengan suara dinginnya .
Rayan menatap ke arah Zahra . Lalu kembali menatap sang mamanya .
"Entahlah mom , kami baru bertemu beberapa kali . Dan itu pun diisi dengan perdebatan antara kami berdua . Jadi untuk mengatakan cinta , aku masih belum tahu ." Kata Rayan dengan jujur kepada semuanya .
"Kamu harus mulai belajar mencintai Zahra mulai saat ini , karena mommy tidak ingin ada perceraian di rumah ini Apa kamu ngerti . " ujar Nisa dengan penuh penekanan di setiap katanya
Rayyan hanya bisa menggangguk mendengarkan ucapan dari Nisa .
"Kamu juga Zahra , Aku tahu kamu tidak mencintai anak nakal ini . Tapi mulai sekarang belajarlah mencintainya . Karena di rumah ini yang ada hanya Cinta , bukan perdebatan ." Kata Nisa yang memberi nasehat kepada menantu barunya .
"Dan ingat hal ini , kamu tidak perlu bisa memasak atau membersihkan mension ini . Kamu tidak perlu mengerjakan semua pekerjaan rumah . Di mension ini peraturan yang berlaku adalah wanita harus menghargai suaminya dan harus melayani suaminya dengan baik . Apa kau mengerti? " ujar Nisa lagi .
Mendengar ucapan Nisa , Zahra tidak bisa mengelak lagi untuk tidak melayani Rayyan . Dia harus menyerahkan hidupnya untuk keluarga ini dan untuk melayani Rayan . Pria menyebalkan , yang sayangnya sudah menjadi suaminya saat ini .
"Baik nyonya. " kata Zahra lirih.
"Zahra , Jangan panggil aku nyonya . Panggil aku mommy seperti mereka semua yang memanggil aku seperti itu . Dan kamu tidak perlu takut dengan kami ." Kata Nisa yang tidak suka dengan panggilan dari Zahra .
"Baiklah sekarang akan aku perkenalkan , seluruh anggota keluarga Khan kepadamu , karena kamu sudah menikah dengan anak kami . " Ujar Nisa yang akan mengenal kan seluruh keluarganya kepads Zahra.
"Dia adalah Murad , putra tertua kami sekaligus pewaris dari keluarga kami . Saat ini dia masih belum bisa datang ke perusahaan karena sakit yang dia alami setelah kecelakaan . Dan dia adalah Faza istri Murad , Di Antara Kalian dialah yang paling muda disini. Usianya masih 19 tahun . Tapi statusnya paling tinggj dari kalian semua. " Nisa mengenalkan Murad dan istrinya kepada Zahra
"Lalu dia adalah Zoya , Zoya adalah saudara kembar dari Rayyan . "
Mendengar itu Zahra langsung mendelik tak percaya kalau Zoya adalah saudara kembar pria menyebalkan yang sayangnya sudah menjadi suaminya itu . Dan di sebelahnya adalah Ezra suami dari Zoya , mereka baru menikah kemarin . Ya mereka baru menikah kemarin." kata Nisa sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya dia harus mendapat menantu dua hari berturut-turut .
Ezra adalah kakak dari Faza Mereka berdua adalah anak dari Kemal dan Alima sahabatku dan juga suamiku .
"Rayan kini mommy sadar , Kenapa kau memberi penawaran kepada Zahra dengan sebuah pernikahan . Apa kau iri kepada kakak dan saudaramu yang sudah menikah terlebih dahulu ? Sehingga kau juga ingin menikah . "
Sedangkan dokter Evan yang mendengar Zoya telah menikah, memandang Zoya dengan pandangan yang, entahlah...
__ADS_1