Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Tak Sebanding


__ADS_3

Murad dan Ezra meninggalkan rumah sakit, sebelumnya Ezra juga menghubungi beberapa orang untuk ikut dengan mereka berdua mencari dan menangkap Monica. Bastian sudah memberikan alamat tempat Monica berada saat ini. Dan saat ini Monica sedang berada di sebuah bar...


Waktu memang sudah menjelang malam saat Murad dan Ezra sampai di bar itu. Mereka berdua diikuti beberapa orang masuk ke dalam bar. Pandangan mereka menyapu ke seluruh penjuru bar, suasana bar yang tidak terlalu ramai membuat mereka mudah mendapatkan orang yang sedang mereka cari. Hingga pandangannya berhenti pada satu titik, di mana seorang wanita sedang menikmati alkohol sendirian di meja bar ditemani oleh seorang Bartender .


Murad dan Ezra langsung mendekati Monica , dan berdiri di belakangnya .


"Jadi kalian sudah datang ?" Kata Monica dengan suara datarnya sambil menyesap minuman yang disajikan bartender.


"Aku tidak menyangka , kalau aku akan cepat ketahuan. Benar kata orang Jangan pernah main-main dengan keluarga Khan jika tidak ingin berakhir di penjara atau mati mengenaskan ."


"Jika kau tahu konsekuensi mencari gara-gara dengan keluarga kami , Kenapa tetap kau lakukan ?" Tanya Murad dengan nada datar juga.


"Aku hanya ingin mencari keadilan untuk mamaku , orang yang sudah melahirkanku sendirian tanpa seorang ayah ." Kata Monica dengan terenyum getir.


"Lalu Apa hubungannya dengan kami. "


"Ayahmu yang sudah membuat Mamaku menderita ,karena ayahmu aku dan Mama harus jauh dari keluarga. Karena ayahmu juga, mamaku tidak boleh kembali ke negara ini ." Kata Monica masih dengan nada datarnya.


"Dan kau tau kenapa daddyku melakukan itu kepada mamamu ?"


"Hanya karena wanita dari kampung , yang tidak sebanding dengan mamaku." ketus Monica.


Saat melihat keadaan sudah tidk kondusif lagi, Ezra memerintahkan orang-orang nya untuk mengeluarkan semua pengunjung bar. Nanti dia yang akan bertanggung jawab kepada pemilik bar.


"Dan wanita yang kau bilang dari kampung itu adalah Mommyku , orang yang sangat Daddy cintai . Kau memang benar, Mommyku memang tak sebanding dengan mamamu. Mommyku, adalah orang yang tulus mencintai daddy tanpa embel-embel harta. "


"Cih... "


"Dan satu lagi, Mommy ku adalah wanita yang masih suci, saat di sentuh oleh daddyku. Sedangkan mamamu, bahkan dia melahirkan anak tanpa seorang suami. Itu benar-benar tidak dapat dibandingkan Monica. "


Sebuah kalimat pedas, Murad lontarkan kepada Monica agar dia sadar dan tau diri. Jangan pernah membandingkan mommynya dengan mamanya yang gila itu.


"Seharusnya, jika kau tau kelakuan buruk mamamu di masa lalu, kau tak perlu mengikuti jejaknya. Karena sesuatu yang buruk, akan berakibat buruk. " Murad berusaha bicara dengan Monica secara baik-baik.


"Sekarang, kau tinggal pilih hukuman mu. Ingin di hukum disini dengan hukuman penjara keluarga kami atau ikut bergabung dengan mamamu di penjara Jerman. " kata Murad sambil duduk dan menyandarkan tubuhnya di meja bar. Bagaimana pun keadaannya yang baru pulih dan tidak bisa berdiri terlalu lama.


Mendengar mamanya di penjara membuat mata Monica melotot tak percaya.

__ADS_1


"Apa maksudmu Mamaku berada di penjara ?"


"Apakah kau berhasil menghubungi mamamu Sejak pagi tadi ?" Tanya Murad sambil tersenyum sinis .


Monica menggelebgkan kepalanya sebagai jawaban .


"Karena mamamu sudah kami dijebloskan ke dalam penjara . Dan semua orang-orangmu juga ikut menyusul , hanya tinggal kau sendiri yang ada di sini . Kau tidak punya siapapun lagi Monica , sebaiknya kau menyerah ."


"Apa yang kalian lakukan pada mamaku ?" teriak Monica histeris.


"Sesuai kejahatan yang sudah ia lakukan kepada keluarga Evan , dan kepada keluarga kami . Kasus percobaan pembunuhan kepada ayah Evan dengan obat pelumpuh saraf, penyanderaan anak Evan dn istrinya dan penusukan kepada daddyku 25 tahun yang lalu akan masuk dalam rentetan kejahatan yang mamamu lakukan kepada keluarga kami. Belum lagi pengambilan warisan tuan Joseph secara paksa. Tidak akan ada ampun lagi bagimu Monica, karena kau juga menjadi salah satu orang yang merencanakan semua itu."


"Omong kosong. "


"Tidak ada omong kosong Monica, semuanya benar-benar sudah terbukti . Dan kami sudah mengantongi semua bukti-bukti kejahatan kalian. Jadi jangan pernah main-main dengan keluargaku." ucap Murad penuh penekanan.


"Siaalll.... Evan brengsek, beraninya dia menghianatiku dan membodohiku. " ucap Monica dengan geram.


"Tidak perlu basa basi lagi Monica. Ikut kami secara baik-baik, atau dengan paksaan. "


"Heh... tidak semudah itu kau bisa menangkap ku tuan Muda. " kata Monica dengan tersenyum sinis, dan tanpa mereka sadari, Monica merogoh sesuatu di tas selempangnya kemudian menodongkan pistol di kepala Murad.


"Lakukan."


Murad berdiri dari duduknya, dan berjalan mendekati Monica yang sedang menodongkan pistol kepada nya. Ezra yang panik, mendapatkan isyarat dari Murad agar tetap tenang.


"Aku peringatkan lagi kepadamu Monica Aku dan keluargakua tak sebanding denganmu dan ibumu. Jadi jangan pernah melakukan hal bodoh lagi, Monica. Menyerah saja baik-baik sebelum aku bertindak. "


"Setidaknya aku bisa membunuh, sang pewaris. "


Monica hendak menarik pelatuk pistolnya, tapi tiba-tiba...


"Dor... "


Sebuah timah panas bersarang di betis mulus Monica dan seketika mengucurkan darah segar. Pistol yang berada di tangannya pun terlepas, karena rasa sakit yang dia rasakan. Beberapa anggota kepolisian segera masuk untuk mengamankan Monica beserta senjata api sebagai barang bukti.


Erhan dan Kemal juga masuk dengan santai setelah mendengar suara tembakan itu.

__ADS_1


"Daddy... " Murad dan Kemal bersamaan.


"Kau bertindak lambat Murad."


"No, dad. Sebenarnya aku sudah akan bertindak tapi polisi itu keburu menembaknya. Lagi pula gerakan kami terbatas dad, karena mommy melarang kami melakukan kekerasan, karena istri kami sedang hamil. Benar kan Ezra? " Murad mencoba mencari alibi yang tepat.


"Alasan.. " Erhan mencibir.


"Terserah, daddy saja. Kapan daddy pulang? "


"Baru turun dari bandara, kami membaca pesan dari Bastian, lalu kami segera kemari. Sekaligus menghubungi polisi. Dan daddy menyuruh polisi melakukan tindakan sebelum membahayakan nyawamu. "


Monica segera di amankan oleh pihak kepolisian, dan akan dibawa ke mobil polisi. Namun langkahnya terhenti saat lewat di depan Erhan dan Murad.


"Ternyata anda yang bernama Tuan Erhan , pantas Mamaku sangat tergila-gila kepada anda karena anda ternyata sangat tampan . Dan ketampanan Anda ini , Anda turunkan kepada anak-anak anda . Kalau aku jadi mama , mungkin aku juga akan tergila-gila kepada Anda tuan Erhan . Hahahahaha.... " Monica tertawa seperti orang tidak waras, dan segera dibawa oleh petugas polisi.


"Kemal, Ezra aku serahkan Monica kepada kalian berdua , kepalaku sudah sangat pusing hari ini . Aku ingin istirahat , aku minta tolong kepada kalian berdua selesaikan kasus Monica hari ini juga. Terserah dia mau diproses di sini atau di kirim ke Jerman. Bawa juga pengacara bersama kalian, agar kalian segera menyelesaikan semuanya. "


"Baiklah." Kemal segera berbalik, namun langkahnya terhenti saat Ezra tidak kunjung mengikutinya.


"Ayo, Ezra... "


Ezra bergeming sebelum bicara dengan Murad. "Kak, aku titip Zoya sebentar.Jika dia mencariku. "


"Tenanglah, Zoya aman bersama kami. Kamu harus segera memberikan laporan kepada polisi, tentang kejahatan Monica. Karena kau adalah saksi mata, yang melihat semua kejahatan yang dilakukan Monica." Murad segera memeluk Ezra dan memberikan semangat kepadanya.


"Cepatlah... "


Ezra tersenyum kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Memangnya Zoya kenapa? " tanya Erhan yang tidak mengerti dengan kelakuan anak dan menantunya itu.


"Daddy belum tahu? "


Erhan menggeleng.


"Bersyukurlah dad... karena daddy akan menjadi kakek dari anak Zoya dan Ezra. "

__ADS_1


"Apa? Jadi Zoya... "


"Ya... seperti yang ada dipikiran daddy. "


__ADS_2