Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Satu Bayi


__ADS_3

Setelah kepergian para orang tua , Murad langsung memberikan salad buah kepada istrinya yang sudah dikirimkan oleh pelayan mension yang diantarkan sopir . Sedangkan Zoya, dia sedang bermanja dengan Ezra.


"Kak Zoya, apa kakak mau salad? " Faza menawarkan makanan nya kepada Zoya.


"Boleh aku minta sedikit saja. "


Ezra dengan cekatan mengambilkan sebagian salad buah milik Faza untuk Zoya, dan menyuapkannya.


"Makanlah yang banyak , agar bayi kita bisa tumbuh dengan sehat ." Kata Ezra tanpa sadar , karena Zoya belum tahu kalau dia sedang hamil .


"Maksudmu ?" Tanya Zoya tak mengerti.


"Di sini. " Ezra memegang perut Zoya dengan lembut .


"Di sini ada buah hati kita , yang sedang tumbuh ."


"Benarkah ? Benarkah itu ? Kakak , Benarkah apa yang dikatakan Ezra suami ku ?" Tanya Zoya kepada Murad dan Ezra karena masih belum percaya , dengan apa yang dia dengar .


Murad memberi jawaban dengan menganggukkan kepalanya Dan Tersenyum .


"Iya , kau akan menyusul Faza " Kata Murad kemudian .


Zoya langsung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar , dan buliran air mata itu jatuh membasahi pipi Zoya . Ezra yang melihat istrinya tidak baik-baik saja langsung memeluknya .


"Tenanglah , ini kan kabar bahagia . Kenapa kau malah menangis ?"


"Aku tidak percaya kalau sedang hamil saat ini , Kenapa aku tidak mengetahuinya . Bahkan kita hampir kehilangan dia karena kejadian hari ini." Kata Zoya yang sesenggukan di dalam pelukan suaminya


"Tenanglah , ini semua sudah rencana Tuhan . Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita , bahkan kita tidak tahu apa yang terjadi pada diri kita saat ini . Kita hanya bisa menerima semua takdir dari Tuhan , dan bersyukur kepadanya atas semua nikmat yang telah Ia berikan kepada kita ." Ucap Ezra menenangkan sambil menepuk-nepuk punggung istrinya .


"Kita harus bersyukur , anak kita masih selamat . Dia adalah anak yang kuat ,yang sudah melalui berbagai kesulitan yang di alami mamanya ."


Di dalam pelukannya , Ezra merasakan anggukan kepala dari Zoya . Dia Lalu merenggangkan pelukannya , dan menatap dalam-dalam wajah Zoya yang dipenuhi air mata . Lalu mengusap air mata itu agar tidak merusak pemandangan cantik di hadapannya .


"Makanlah , aku akan menyuapimu . Dan Mintalah apapun yang kau inginkan , aku akan mengabulkannya selama aku mampu . Besok kita akan memeriksakan keadaan bayi kita yang ada di sini. " Ezra kembali mengusap perut Zoya dengan lembut , setelah itu menyuapkan makanan yang ada di tangannya ke mulut Zoya


Zoya membalasnya dengan anggukan kepala dan tersenyum bahagia setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya .


Waktu sudah menunjukkan dini hari saat mata para pria sudah tidak bisa kompromi lagi. Mereka berdua cukup lelah dengan kejadian yang terjadi hari ini. Faza dan Zoya yang kasihan melihat suami mereka saling memberikan kode, agar suaminya istirahat.


"Kakak aku ngantuk. Aku tidur dulu ya? Kakak juga tidur saja. Tidur disini, disampingku. " Faza menepuk-nepuk tempat di sampingnya dan sedikit bergeser agar suaminya mendapatkan tempat.

__ADS_1


"Nanti kau tidak nyaman sayang. "


Faza menggeleng. "Tidak apa-apa. Aku ingin tidur dengan suamiku. " pinta Faza dengan manja.


Murad akhirnya mengalah, dia langsung berbaring di samping Faza lalu memeluk istrinya itu dengan erat.


Ezra dan Zoya saling berpandangan melihat keintiman hubungan mereka berdua, lalu Zoya merengek.


"Ayo tidur seperti mereka. Mungkin aku tidak akan bisa tidur juga karena terlalu lama tidur tadi. Dan mungkin saja saat berada di pelukanmu aku bisa tidur. " Pinta Zoya yang di ikuti dengan alasannya.


Mendengar itu, Ezra tak berkutik lagi. Dia langsung mengunci pintu ruangan dan hanya menyalakan lampu tidur. Suasana langsung terasa sepi. Zoya mengeratkan pelukan nya.


"Ezra..." panggil Zoya.


"Hmmm... " Ezra membalasnya dengan hanya berdehem.


"Kau ingin anak apa? laki-laki atau perempuan? "


"Laki-laki atau perempuan sama saja Zoya, yang penting dia sehat dan tidak kekurangan satu apapun. " Kata Ezra yang hampir memasuki alam mimpinya.


"Kalau bayi kita hanya satu gimana?"


"Tidak apa-apa nanti kita bikin lagi yang banyak. " Ezra mulai sedikit melantur, dan hampir di ambang batas kesadarannya.


Matahari sudah mulai meninggi, namun sinarnya yang terang tidak mengganggu empat orang yang sedang tidur berpelukan di sebuah ruangan VVIP rumah sakit. Hingga sebuah ketukan pintu membangunkan Ezra.


Ezra langsung membuka matanya dan melihat jam tangannya. Ternyata sudah pukul tujuh pagi. Dia langsung bangun dan melihat siapa yang datang. Ezra membuka pintu ruangan dan melihat ternyata yang datang Mommy Nisa dan mama Alima.


Nisa mengernyitkan keningnya saat melihat keadaan Ezra yang masih berantakan, dan sepertinya baru bangun.


"Mom, ma. " sapa Ezra sambil tersenyum garing.


"Apa Zoya dan Faza masih tidur? "


"Iya mom. Mereka masih tidur, bahkan kak Murad juga masih tidur."


Nisa dan Alima masuk ke dalam ruangan dan mereka langsung menggelengkan kepalanya saat melihat posisi tidur Murad yang memeluk Faza. Sangat lelap sekali.


"Mama bawakan sarapan untuk kalian, segera bersihkan dirimu Ezra. " ujar Alima sambil mengeluarkan semua bawaannya di atas meja.


"Iya ma. " Ezra lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Tak lama Murad juga mulai membuka matanya setelah mendengarkan suara keributan diruangan itu.


"Kau sudah bangun, sayang. "


"Mommy sudah datang? jam berapa sekarang? " hampir jam delapan. Segera bangun, bersihkan badanmu dan sarapan. Sejak kemarin kau pasti belum makan. "


"Iya, mom. Tapi semalam aku makan salad bersama Faza. " Murad lalu beranjak hendak ke kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat melihat pintu kamar mandi tertutup.


"Ezra yang di dalam. "


Murad kembali duduk di Sofa bersama mommy Nisa lalu merebahkan kepalanya dipangkuan sang mommy.


"Apa kau lelah? "


"Tidak mom, aku harus kuat demi istri dan anak-anak ku. "


"Iya, pria memang harus kuat, tidak boleh lemah. "


Setelah semuanya sarapan dan para suami sudah membantu istrinya membersihkan diri, mereka kedatangan dokter visit yang akan memeriksa Zoya dan Faza.


"Keadaan Nona Faza sudah membaik ,dan bisa pulang hari ini. Tapi jika ingin meyakinkan terlebih dahulu kalian berdua bisa memeriksakan keadaan kandungan kalian di dokter kandungan."


"Baiklah, kalau begitu dokter. Sebentar lagi kami akan ke sana. "


Setelah mendapatakan kunjungan dokter, Faza dan Zoya dibawa ke dokter kandungan dengan menaiki kursi roda. Sesampainya di dokter kandungan Faza diperiksa lebih dahulu, dan dinyatakan keadaannya baik-baik saja dan tidak ada masalah di usia kandungan ke dua belas minggu atau tiga bulan.


Kini giliran Zoya yang diperiksa.


"Bagaimana, keadaan kandunganku dokter?" tanya Zoya tak sabaran karena melihat dokter hanya diam saja dan fokus pada layar monitor.


"Janinnya baik-baik saja, nona. Tapi saya sarankan anda istirahat sampai usia kandungan tiga bulan, mengingat kejadian yang telah terjadi kepada anda. Saya mendapat laporan, kalau anda tidak mengetahui kalau anda sedang hamil dan tanpa sengaja meminum obat perangsang, juga kemarin baru mengalami kecelakaan. "


Zoya mengangguk setuju dengan ucapan dokter.


"Dan untuk papanya, saya sarankan libur mengunjungi adik nya sampai usia kandungan melewati trimester pertama. Agar janin anda benar-benar kuat. "


"Dokter boleh tanya, ada berapa bayi di dalam perut ku? "


Dokter yang mendapat pertanyaan dari Zoya tersenyum.


"Satu janin nona. " kata dokter kemudian.

__ADS_1


Zoya lalu memandang suaminya. "Hanya satu, Ezra... " kata Zoya dengan sendu.


"Tidak apa-apa, sayang. " Ezra mencium kening istrinya menenangkan.


__ADS_2