
Zahra sedang termenung di kamarnya ,dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan hari ini . Karena dimension ini para wanita memang tidak diizinkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, karena sudah ada banyak pelayan yang mengerjakan tugas mereka masing-masing . Dan tugas wanita yang utama dimension ini adalah menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya .
Tak lama pintu kamar Rayyan dan Zahra diketuk oleh seseorang . Zahra langsung membuka pintu untuk melihat Siapa yang datang . Ternyata ada beberapa orang pelayan yang membawa beberapa koper milik Zahra .
"Nona ada kiriman beberapa koper dari kediaman anda ." Kata salah seorang pelayan .
"Apakah Anda membutuhkan kami untuk membantu Anda membersihkan atau menata pakaian anda ini ." Tanya pelayan lainnya .
"Tidak usah, Terima kasih . Aku akan menatanya sendiri . Karena aku juga harus membereskan pakaian suamiku terlebih dahulu agar mendapatkan tempat untuk pakaianku ." ujar Zahra
"Baiklah kalau begitu nona , kami permisi ."
Ketiga pelayan yang mengantarkan koper milik Zahra segera pergi .Setelah membawa koper-koper Zahra masuk ke dalam kamar.
Akhirnya Zahra tahu apa yang harus dia lakukan . Dia membawa koper-kopernya ke dalam walk in closet . Dan mulai menata ulang pakaian milik Rayyan yang memenuhi lemari di sana . Zahra mulai memilah-milah baju Rayan yang Senada untuk dijadikan satu . Dia melihat banyak sekali charge kemeja dan pakaian resmi untuk bekerja . Sedangkan di bagian lainnya dia melihat beberapa pakaian casual yang dipakai sehari-hari , juga ada Tempat khusus dasi, jam tangan ,dan pakaian dalam menyelesaikan
Zahra menata ulang semuanya , Setelah dia mendapatkan tempat untuk , Kenapa pakaiannya lalu Zahra mulai menata dan memasukkan pakaiannya. Rupanya tidak semua pakaian dibawa ke mansion ini. Syukurlah yang dibawa hanyalah pakaian-pakaian yang sopan saja.
Setelah pakaiannya selesai dimasukkan ke dalam walk in closet, Zahra mulai menata peralatan make up nya , di sebuah meja rias yang ada di sana Di sana juga ada beberapa parfum milik Rayyan yang berharga fantastis.
Dia juga memeriksa beberapa laci barangkali dia menemukan sesuatu yang penting . Tapi zonk , dia tidak mendapatkan apa-apa . Bahkan sebuah foto wanita pun tidak ada di kamar Rayyan.
"Apakah pria itu tidak pernah berpacaran sebelumnya ?" Pikiran Zahra menerka-nerka .
"Apakah aku beruntung mendapatkannya ?" Pikir Zahra lagi .
"Sudahlah aku akan istirahat , nanti aku akan membuat makan malam untuk seluruh penghuni rumah ini . Aku ingin membuat kejutan untuk mereka . Dan tentunya untuk suamiku Rayyan . Mungkin benar kata mommy , aku harus berusaha menerima Rayyan sebagai suamiku walaupun belum ada cinta diantara kamu . Tapi sebuah pernikahan tidak boleh dibuat mainan ."
Zahra lalu , mulai membaringkan tubuhnya walau hari belum terlalu siang . Tapi karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan . Akhirnya dia memutuskan untuk tidur saja .
Di jam makan siang , seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya . Dan Zahra pun segera keluar untuk membuka pintu .
"Maaf Nona nyonya dan Tuan Murad beserta Nona Faza sedang menunggu Anda di ruang makan untuk makan siang bersama ." kata pelayan tadi
"Baiklah , Terima kasih ya . Aku akan bersiap dulu ." Kata Zahra yang sudah mulai mengubah sikapnya menjadi ramah kepada semua orang .
Tak lama Zahra pun segera turun dan berkumpul di meja makan , bersama mommy Nisa dan Murad. Sedangkan Faza entah di mana dia saat ini .
"Zahra , maafkan atas sikapku tadi pagi . Kalau aku terlalu putus kepadamu ." Kata Murad tiba-tiba .
Sebelumnya Murad mendapat teguran dari sang mommy karena sikap cueknya kepada Zahra. Nisa lalu menceritakan apa yang terjadi pada Zahra. Tentang dirinya yang sudah menjadi piatu sejak lahir. sehingga membentuk pribadinya seperti itu. Karena sang ayah hanya menyayanginya dan memberikan apa yang dia mau. Tapi tidak dengan perhatian dan asih sayang seorang ibu kepada anaknya.
__ADS_1
"Jangan kau jauhi Zahra gadis sepertinya harus kita dekati, dan kita arahkan sedikit demi sedikit. Karena dia memang tidak mengerti apa-apa. Jika kita tidak mengajarinya lalu siapa lagi, karena saat ini kitalah keluarganya. " kata Nisa yang menasehati anak sulungnya itu. Dan setelah mendapat nasehat dari sang mommy kini Murad mengerti.
Mendengar permintaan dari kakak iparnya , Zahra jadi salah tingkah. Apakah mommy Nisa menceritakan kalau dia tadi sudah mengadu , kepada Mommy Nisa.
"Tidak apa-apa Kak , aku memang bersalah . Aku tidak bisa menempatkan diriku di rumah ini sebagai seorang menantu . Aku masih perlu banyak belajar , tentang kebiasaan di rumah ini ." kata Zahra yang salah tingkah.
Tak lama Faza keluar dari dapur dan membawa sesuatu di tangannya.
"Ya sudah, sekarang ayo kita makan. Kalau siang keadaannya memang sepi . Tadi aku sudah mengajak dokter Evan untuk makan bersama , tapi dia tidak mau . Dia ingin makan di Pavilion saja . Sehingga para pelayan , mengantarkan makanan kepadanya ." kata Nisa .
"Apakah mami selalu sendirian di rumah kalau semua orang sedang bekerja? " tanya Zahra sambil mengunyah makanannya.
"Iya Saat semua orang bekerja ,hanya ada mommy dan Daddy di mansion ini Sebelum Murad kecelakaan. Tapi saat ini Mommy ditemani Murad dan Faza setiap siang . " Nisa kemudian menghembuskan nafasnya ." Kalau Murad sudah sembuh dia pasti akan kembali bekerja menggantikan daddynya , dan Faza akan meneruskan kuliahnya . Mommy dan Daddy akan Kembali seperti semula berdiam diri di mansion bersama daddy."
"Karena itu mommy meminta Zoya agar tidak Menunda untuk memiliki momongan . Karena jika ada anak kecil di sini pasti akan ramai . Seperti dulu saat Murad dan adik-adiknya masih kecil sangat lucu dan menggemaskan ." Kata Nisa sambil membayangkan masa lalu
"Apakah Mommy tidak menginginkan anak dari kami ? " Kata Murad yang pura-pura kesal .
"Tentu saja sayang , tapi apakah bisa? sedangkan kamu masih sakit . Dulu saja sekali mencoba sudah membuat Faza tidak bisa jalan . Aku takut jika kalian mencoba lagi akan tambah merepotkan . Lebih baik menunggu kamu sembuh dulu Murad. " kata Nisa yang membayangkan Kejadian beberapa waktu lalu , yang seperti Dejavu pada dirinya dulu .
Murad dan Faza saling berpandangan dan tersenyum .
"Mommy tidak tahu saja ,kalau menantu mommy sangat luar biasa. " batin Murad
Akhirnya, mereka menyelesaikan makan siangnya. Namun sebelum mereka bubar Zahra ingin mengatakan sesuatu kepada ibu mertuanya itu.
"Mom, bolehkah aku memasak untuk keluarga ini." Kata Zahra sedikit takut.
"Kamu ingin memasak? "
Zahra mengangguk. "Aku adalah menantu di rumah ini, dan dari yang aku dengar dari salah satu temanku, seorang menantu biasanya menyiapkan makanan untuk semua anggota keluarganya di hari pertama mereka ada di rumah mertuanya. " kata Zahra sedikit ragu.
Nisa, Murad dan Faza saling berpandangan.
"Apa tidak apa-apa jika kau memasak? " tanya Nisa yang juga merasa ragu. Mungkin dia lupa kalau menantunya yang satu ini adalah seorang Chef.
"Iya mom, aku ingin memasak untuk semua orang. Apa boleh? "
"Baiklah kalau kau memaksa. " kata Nisa memberikan senyumannya kepada Zahra.
"Biasanya apa yang disukai orang-orang di rumah ini mom? "
__ADS_1
"Apa saja yang kau masak, kami akan memakannya. "
"Baiklah mom, aku akan menyiapkan semuanya. "
"Apa kau tidak tidur siang dulu Zahra ?"
"Tidak mau tadi setelah beres-beres ,aku langsung ketiduran . Jadi aku sudah tidur tadi. " Kata Zahra sambil nyengir kuda.
"Baiklah terserah kau saja Zahra , Mommy akan ke kamar dulu .
"Iya Mom. "
Zahra lalu menuju dapur dan melihat ada bahan apa saja yang tersedia. Para pelayan sudah mendapat intruksi dari Nisa kalau untuk makan malam kali ini, Zahra menantu di keluarga ini yang akan menyiapkannya.
Setelah melihat bahan apa saja yang ada di dapur. Zahra segera beraksi. Faza yang penasaran pun ikut ke dapur. Untuk melihat apa yang dilakukan Zahra.
"Kak Zahra mau buat apa , Apa aku boleh melihatnya ?"
"Kamu ingin makan apa Faza , atau Kak Murad ingin makan apa biar aku masakan untuk kalian ."
"Kami biasanya memakan apa saja yang disediakan oleh para koki di rumah ini . Jadi kami semua tidak pilih-pilih makanan kok . Apapun yang Kak Zahra masak , Pasti Kami akan memakannya asalkan enak tentunya ." Ucap Faza sambil tersenyum .
"Apa kau meragukan kemampuanku, Faza? "
"Bukan begitu kak . Karena kami memang belum tahu kemampuan kakak . Setelah nanti kami memakan makanan kakak baru kami akan mengakuinya ." Kata Faza dengan polosnya .
"Ternyata Nyonya Murad sangat polos . Dan dia masih sangat muda , kenapa bisa tuan Murad menikahi gadis kecil seperti Faza ." Gumam Zahra dalam hati .
"Baiklah Lihatlah caraku memasak , aku akan menunjukkan kemampuanku kepadamu Faza . "
"Aku tidak akan mengatakan Makanan apa yang akan aku siapkan , Nanti kalian juga akan tahu sendiri makanan apa itu ."
"Kak Zahra memang penuh kejutan . Baiklah aku akan melihat acara Masak apa hari ini untuk makan malam ."
Zahra lalu menunjukkan kemampuannya dalam mengolah bahan makanan kepada Faza. Faza seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya . Zahra benar-benar pandai memainkan pisau dan memotong-motong beberapa sayuran dengan luar biasa . Kemampuan Zahra itu , Tak luput dari ponsel yang dia pegang. saat ini Dia sedang melakukan video call , dengan Rayyan , Zoya ,dan kakaknya Ezra . Tak lupa dia juga merekam apa yang terjadi di dapur hari ini .
"Wah Kak Zahra benar-benar luar biasa , Aku kagum kepada kakak . "
"Untuk saat ini , Cukup sampai di sini dulu Faza . Nanti saat makan malam hampir tiba aku akan menyelesaikan semuanya . Saat ini aku hanya membuat bumbu dasarnya saja dan akan mengolahnya nanti ." Kata Zahra dengan penuh bangga .
"Sekarang Ayo kita kembali . Aku ingin membersihkan diriku dulu dan menyiapkan sesuatu untuk suamiku nanti ." Kata Zahra tanpa sadar menyebut Rayan suaminya
__ADS_1
Dalam panggilan yang masih berlangsung , Rayyan merasa tertegun saat mendengar Zahra memanggilnya sebagai suami .