Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Rafasya Zayyan Akbar


__ADS_3

Zahra menggendong baby R ke dalam pangkuannya setelah digantikan popok oleh sang nenek. Dia merasa gemas sendiri melihat bayi baru lahir itu, sangat tampan dan menggemaskan. Berkali-kali dia menciumnya karena merasa gemas dengan baby R.


Baby Al yang berada di gendongan Rayyan seperti mengerti kalau ibu angkatnya sedang menggendong adik bayi lain. Dia langsung menangis, dengan keras dan meminta Zahra menggendongnya. Seolah tidak terima jika cinta Zahra dibagi dengan yang lain.


"Hei baby, kenapa kau menangis seprti ini?" tanya Rayyan seolah baby Al mengerti apa yang dia tanyakan.


"Kemarikan Zahra, sepertinya baby Al cemburu kau menggendong baby R. " Alima meminta baby R dari Zahra.


Mendengar itu, Zahra dan Rayyan merasa bingung.


"Coba sekarang kau gendong Baby Al, dia pasti akan diam. " perintah Alima.


Zahra menurut dan langsung menggendong Baby Al dari tangan suaminya. Dan benar saja bayi itu langsung terdiam saat berada di gendongan Zahra.


Semua orang yang berada disana tertawa melihat tingkah bayi berumur empat bulan itu. Ternyata dia sudah bisa merasa cemburu, dan tidak ingin berbagi dengan yang lain.


Ezra keluar dari kamar mandi bersama Zoya yang berada dalam gendongannya. Karena baru saja Ezra membantu membersihkan tubuh Zoya. Zoya langsung bertanya apa yang terjadi kenapa terdengar suara tangisan bayi kencang sekali.


Dan Alima menceritakan apa yang terjadi.


"Benarkah? "


Zoya ikut tertawa mendengarkan cerita mama mertuanya. Dia tidak menyangka kalau bayi juga sudah mengerti apa itu cemburu.


"Ezra selama tiga hari ini kau libur kerja dulu, jaga Zoya dan bayimu. Masalah kantor biar aku dan Rayyan yang urus. " Kata Murad sambil menepuk-nepuk bahu asisten sekaligus iparnya itu.


"Terima kasih, kak. "

__ADS_1


"Kalau begitu aku dan Rayyan berangkat kerja dulu. Mobil aku tinggal di parkiran bersama sopir yang berjaga. Barangkali kalian butuh sesuatu, atau istri dan anak-anakku minta pulang. Soalnya Faza ingin tinggal di sini dulu katanya. "


"Iya nanti kalau Faza pulang biar Zahra yang menemani. " kata Rayyan yang menimpali ucapan kakaknya.


Setelah berpamitan kepada semua orang, kedua petinggi perusahaan itu meninggalkan rumah sakit.


"Semuanya, tadi aku mampir di restoran terlebih dulu, dan membawakan makanan untuk sarapan kita semua. Ayo kita sarapan dulu. " ujar Zahra yang menawarkan makanan yang dia bawa kepada mereka semua.


"Biar para lelaki dulu yang makan. Ayo sayang, makanlah dulu, setelah itu kau gendong cucumu ini biar kami bisa menikmati sarapan juga. " pinta Nisa.


Erhan, Kemal dan Ezra menurut, mereka makan lebih dulu, begitu juga dengan Faza yang diminta makan lebih juga, padahal tadi dia sudah sarapan dengan Murad di mansion . karena dia harus menggendong salah satu anaknya nanti. Sedangkan Ezra, dia tidak makan, dia lebih memilih menyuapi istrinya terlebih dahulu. Karena tau kalau Zoya pasti sudah merasa lapar. Sebab baby R kuat menyusu sejak semalam. Sarapan yang diberikan rumah sakit sudah habis sejak tadi karena memang ibu menyusui memang memerlukan banyak makanan untuk memproduksi ASI.


"Ezra katakan kepada kami, kenapa kau memanggil anakmu dengan panggilan baby R sejak tadi. Apa namanya juga diawali huruf R sama seperti triplet? " tanya Nisa yang penasaran sejak tadi kenapa Ezra memanggil anaknya dengan sebutan baby R.


"Iya mom, biarlah sama seperti ketiga saudaranya, walau pun nama belakangnya tidak sama. " ujar Ezra sambil tersenyum.


Mereka mengangguk mengerti, memang anak Zoya tidak akan mendapat nama belakang Khan, karena papanya adalah seorang Akbar. Jadi nama belakang anak Zoya akan mengikuti nama belakang suaminya.


"Jadi, siapa nama baby R ini. Kami ingin tau. " celetuk Faza yang sudah menyelesaikam makannya dan mengambil baby Al dari gendongan Zahra.


"Apa tidak apa-apa aku menyebutkan nya sekarang, tidak menunggu tasyakuran seperti kak Murad? " tanya Ezra sedikit ragu.


"Tidak apa-apa, pemberian nama itu sebaiknya saat bayi baru lahir. Lagi pula di mansion, mommy sudah menyuruh koki untuk memasak enak, dan dibagikan kepada para pelayan sebagai bentuk rasa syukur kita berbagi dengan para pelayan. Nanti jika Zoya sudah sehat dan anaknya sudah siap kita bawa keluat, kita akan melakukan tasyakuran seperti Murad kemarin. berbagi dengan anak yatim. " Erhan memberikan pengertian kepada mantunya itu.


Ezra mengangguk mengerti sekarang.


"Ayolah kak, aku sudah penasaran siapa nama keponakanku ini. " rengek Faza kepada kakaknya itu.

__ADS_1


"Bismillah, nama anak kami adalah Rafasya Zayyan Akbar. " ucap Ezra dengan lantang


"Wahhh... baby Rafa ternyata... " celetuk Faza dengan mata berbinar.


"Tapi apa artinya? Kalau anakku kan juga disebut artinya juga. "


Semua orang menggelengkan kepala dengan tingkah ibu muda satu ini.


"Faza, kakak kan belum selesai bicara. Sudah kamu potong. " kata Ezra sambil mencebikkan bibirnya.


Faza langsung nyengir kuda mendengar hal itu.


"Rafasya artinya berkedudukan tinggi, Zayyan artinya tampan Sedangkan Akbar sendiri adalah anak yang luar biasa. " kata Ezra dengan bangga.


"Wah, artinya bagus sekali. Sama seperti arti nama anak-anakku yang bagus-bagus. " kata Faza lagi yang selalu menimpali ucapan kakaknya.


"Tentu, saja. Aku sudah berjanji kepada istriku kalau aku akan memberikan nama yang bagus untuk anakku ini. " kata Ezra sambil mengecup kening Zoya.


Semua orang setuju dengan ucapan Faza dan Ezra. Dan berdoa semoga nama-nama bayi mereka yang memiliki makna yang bagus, dan merupakan harapan serta doa yang diberikan orang tua melalui nama itu, terkabul.


Di satu sisi, Terlihat Zahra yang nampak murung walau sebenarnya dia juga bahagia melihat moment membahagiakan ini. Tapi sisi hatinya yang lain juga merasa iri, karena sampai sekarang dia juga belum dipercaya Tuhan untuk hamil seorang anak dari Rayyan.


Apa yang salah pada dirinya dan Rayyan. Sepertinya dia memang harus memeriksakan kandungannya agar tau apakah dirinya sehat atau tidak. Karena dia juga ingin merasakan bagaimana rasanya hamil, melahirkan, menyusui dan menggendong bayinya sendiri. Walaupun dia juga sangat menyayangi baby Al seperti anaknya sendiri, tapi tetap saja...


Zahra menginginkan menjadi seorang ibu yang sesungguhnya. Menjalankan kondratnya sebagai seorang wanita yang melahirkan seorang bayi dari rahimnya sendiri. Mungkin nanti Dia akan mengatakan keinginannya ini kepada suaminya.


Karena beberapa bulan yang lalu, mereka juga sudah merencanakan program kehamilan, namun masih belum berhasil. Dan sepertinya dia akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada dirinya dan Rayyan tentang kesuburan. Apakah salah satu diantara mereka ada yabg bermasalah.

__ADS_1


Jika dirinya yang bermasalah, maka dia tidak boleh egois. Namun jika Rayyan yang bermasalah dia akan menerima Rayyan apa adanya. Tapi semoga diantara mereka berdua tidak ada yang bermasalah dan semuanya baik-baik saja.


Next, Spesial part Rayyan sama Zahra ya.


__ADS_2