
Zoya terbangun di tengah malam ,karena merasa haus. Tapi saat dia membuka mata yang dilihatnya adalah sosok Ezra ,yang sedang memainkan dua gundukan squishy-nya . Dan itu sungguh membuat Zoya kegelian .
"Ezra, hentikan. Geli, aku mau minum. " lirik Zoya dengan suara tertahan .
Ezra lalu menghentikan perbuatannya , saat kegiatan dihentikan oleh istrinya . Zoya langsung mengambil air minum di samping nakas. Dia lalu kembali berbaring memunggungi suaminya dan memejamkan matanya. Melihat Zoya yang tidak menghiraukannya, Ezra langsung memeluk Zoya dari belakang.
"Zo, apa kau tidak merasakanannya? " tanya Ezra sedikit berbisik di telinga Zoya.
Zoya berpura-pura tidur karena dia juga merasakan sesuatu yang sudah mengeras dan menusuk-nusuk bagian belakangnya. Dia tidak menghiraukan Ezra karena dia merasa miliknya masih sakit.
"Dosa lho kalau menolak suami? "
Sebuah ucapan dari Ezra yang langsung membuat Zoya membalikkan tubuhnya. Dilihatnya wajah Zoya yang memelas.
"Kenapa wajahmu seperti itu ?" Tanya Ezra tanpa rasa bersalah sedikitpun .
"Ezra , Bisakah tidak untuk malam ini . " rengek Zoya.
"Kenapa ?"
"Masih sakit ," rengek Zoya lagi.
Ezra menghembuskan nafasnya kasar , "Lalu bagaimana dengan adikku . Dia sudah siap untuk bertempur . Dan ini sungguh membuatku sakit kepala. " keluh Ezra.
Kini gantian Zoya yang menghembuskan nafasnya . Dia tidak bisa menolak keinginan suaminya , tapi di lain sisi dia juga tidak bisa membantah .
"Lakukanlah ." Ucap Zoya pada akhirnya .
Mendengar ucapan Zoya , Ezra seperti mendapatkan air segar di tengah gunung pasir . Dia langsung bersemangat dan kembali mengungkung Zoya di bawahnya . Dan memberikan , rangsangan yang memabukkan untuk Zoya sehingga dia akan melupakan segala rasa sakit yang ia rasakan .
Seperti dugaannya, Zoya lagi-lagi menggelinjang hebat dibawah Ezra setelah apa yang dilakukan Ezra padanya. Sampai pada saatnya, Zoya melihat Ezra yang siap untuk memasukinya.
"Ezra pelan-pelan saja ya? " ucap Zoya lirih sambil meminta pengertiab dari Ezra.
"Tenanglah, relaks. Setelah ini kau tidak akan merasakan sakit lagi, dan aku akan membawamu terbang bersamaku. " ucap Ezra percaya diri.
__ADS_1
Dan benar kata Ezra, Zoya hanya terpekik di awal permainan . Namun setelahnya dia terus mengeluarkan suara laknat yang keluar dari mulutnya , dan menggumamkan nama Ezra . Ezra merasa bangga , karena dia bisa membuat istrinya terbang dengan apa yang ia lakukan .
Tak hanya sekali mereka melakukannya , tapi berkali-kali hingga memasuki waktu subuh. Sebelum bunyi Adzan berkumandang, Ezra segera menghentikan kegiatannya setelah mendapat pelepasan terakhir.
Dia langsung meninggalkan Zoya , setelah mengucapkan terima kasih . Ezra masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk istrinya berendam . Setelah semuanya siap , Ezra kembali menghampiri Zoya yang masih mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan setelah mendapatkan pelepasan terakhir .
Ezra sudah melihat Zoya mulai normal kembali. Dia langsung mengangkat tubuh Zoya yang tanpa sehelai benangpun ala bridal style memasuki kamar mandi, lalu memasukkannya ke dalam bathtub. Tubuh Zoya merasa nyaman dengan perlakuan Ezra, apalagi saat dia berendam air hangat seperti saat ini. Nyamn sekali rasanya.
Ezra membantu menggosok tubuh Zoya, tanpa dibumbui hal mesum di dalam nya. Karena dia tau, kalau Zoya pasti sangat lelah setelah melayaninya berkali-kali malam ini.
"Zo... "
"Hmmm... " Jawab Zoya dengan memejamkan matanya.
"Maafkan aku karena sudah membuatmu kelelahan, malam ini. " ujar Zoya dengan masih menggosok tubuh istrinya itu.
"Kamu ini bicara apa sih, Ezra? Sudah menjadi Tugasku untuk melayanimu , Karena sekarang Aku adalah istrimu . Jadi untuk apa minta maaf. Malam ini kita sudah memberikan hak dan kewajiban kita sebagai sepasang suami istri ." ujar Zoya panjang lebar.
"Apakah kamu menyesal menikah denganku ? " Tanya Ezra dengan hati-hati , sambil menghentikan gosokan di ubuh Zoya .
Setelah semuanya selesai dengan acara bersih-bersih mereka, Ezra segera memakai handuk yang hanya dililitkan di pinggangnya. Zoya yang sedikit kesusahan berjalan , dengan perlahan dia berjalan keluar dari kamar mandi . Ezra yang tidak tega melihat istrinya berjalan tertatih lalu segera menggendongnya lagi , dan segera mendudukkannya di atas tempat tidur .
Mereka segera melakukan ibadah salat subuh dan melakukan sholat berjamaah . Ezra akan menjadi imam pertama untuk Zoya isrinya pagi ini.
Sungguh mereka berdua tidak menyangka kalau status mereka, sudah berubah dari sahabat , sekarang menjadi sepasang suami istri . Dan sekarang Ezra berdiri tegak di depannya menjadi imam sholatnya. Perasaan haru itu muncul di hati Zoya.
Setelah melakukan ibadahnya , Zoya segera kembali ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya . Ezra yang melihat itu pun segera mendekat , dan duduk di tepi tempat tidur mereka .
"Biarkan Aku istirahat dulu , dan katakan kepada semua orang kalau hari ini aku tidak makan bersama mereka . Aku ingin tidur , agar tubuhku bisa lebih segar ." Ucap Zoya sambil memejamkan matanya .
"Apakah masih sakit ? " tanya Ezra yang merasa sedikit khawatir .
Zoya menggeleng , " tidak , aku hanya pengen tidur . Karena aku merasa badanku remuk semua ."
"Baiklah istirahatlah , aku akan sampaikan kepada mereka . Dan membawakan sarapan untukmu ke dalam kamar . " Kata Ezra kemudian .
__ADS_1
Ezra lalu , menutup tubuh Zoya dengan selimut . Dia Lalu membuka jendela kamar , Agar udara di dalam kamar berganti dengan udara . Zoya yang mendengar apa yang dilakukan Ezra pun , tidak melarang Bahkan dia tidak peduli . Yang dia rasakan , adalah rasa kantuk yang luar biasa menyerangnya . Dan dalam hitungan menit , Zoya sudah terbang ke alam mimpi .
Melihat istrinya sudah tertidur , Ezra segera keluar dari kamar dan menemui semua orang di bawah . Keadaan masih tampak sepi , saat ia turun . Kecuali Nisa dan Mamanya , yang sudah bercengkrama di meja makan.
"EEh, pengantin baru sudah bangun . " Sapa Nisa kepada Ezra.
"Dii mana Zoya , Kenapa dia tidak ikut turun denganmu ?" Tanyanya lagi .
"Zoya tadi berpesan padaku , kalau pagi ini dia tidak ikut sarapan . " jawab Ezra datar.
"Memangnya kenapa ? " giliran Alima yang bertanya dan pura-pura tidak tahu .
"tidak apa-apa , dia hanya kelelahan ." Jawab Ezra polos tanpa memikirkan apapun.
Mendengar jawaban Ezra , Alima dan Nisa saling melirik Dan Tersenyum . Kini mereka tahu , kalau anak-anak mereka sudah pasti semalam bekerja keras untuk membuatkan cucu buat mereka berdua.
"Mom, apakah aku mulai sekarang tinggal di sini?" tanya Ezra kepada Nisa.
"Tentu saja, semalam kan sudah di putuskan. " jawab Nisa singkat.
"Apa mama dan papa tidak apa-apa kami tinggal sendiri? " tanya Ezra kepada sang mama.
"Tidak apa-apa Ezra. Nanti kalau tidak ada kegiatan di rumah , mama akan minta antar papamu kemari. " Kawab Alima yang tidak ingin membuat anaknya khawatir.
"Baiklah kalu begitu, nanti atau besok aku akan mengambil pakaianku dan membawanya kemari." lanjut Ezra
Semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali Zoya. Mereka tak henti-hentinya menggoda Ezra yang hanya turun sendiri tanpa Zoya. Dan hanya satu orang yang terdiam dalam situasi ini, yaitu Faza. Murad yang tahu perasaan istrinya menggenggam tangannya erat di bawah sana.
"Maafkan aku. " bisik Murad di telinga istrinya itu.
Faza hanya tersenyum membalas ucapan suaminya. Lalu mengangguk.
************
Disebuah rumah sakit, seorang wanita tengah berlari di samping brangkar seorang pria yang dibawa oleh beberapa tenaga medis sambil menangis.
__ADS_1