Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Penerus Yang Terpilih


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu Faza masih berada di rumah sakit, walaupun keadaannya sudah membaik. Tapi dia tidak ingin meninggalkan ketiga bayinya masih berada di ruangan khusus itu. Sesekali Faza dan Murad melihat ketiga bayi mereka dengan Faza yang memberikan ASI untuk ketika anaknya secara bergantian .


Murad juga selama satu minggu ini , ikut berada di rumah sakit menjaga istri dan anaknya. Urusan kantor , dia serahkan kepada Ezra dan Rayan . Dan apabila mereka membutuhkan tanda tangannya, mereka hanya perlu datang ke rumah sakit membawa berkas yang harus dia tanda tangani .


Di hari ketujuh ini , bayi-bayi mereka sudah terlihat sangat sehat dan boleh keluar dari ruangan khusus . Hari ini juga mereka akan kembali,karena dokter sudah mengijinkan mereka kembali.


Maka dari itu , setelah dibersihkan oleh perawat ketiga bayi mereka dibawa ke ruangan VVIP , untuk bertemu dengan orang tuanya . Di sana sudah ada , kakek dan nenek yang siap menyambut ketiga cucu pertama mereka.


"Ya Ampun cucu nenek sudah terlihat segar sekarang." Nisa menerima salah satu anak laki-laki Faza.


Begitu juga dengan Alima yang menerima bayi perempuan Faza. Sedangkan satu bayi laki-laki terakhir digendong Faza karena harus diberi ASI


"Mereka sangat menggemaskan. Nanti kalau sudah berusia dua sampai tiga bulan mereka baru akan terlihat gembul. " Kata Nisa sambil menciumi cucunya.


"Kau benar... mereka masih terlalu rentan untuk sekarang. Kita harus menggendongnya dengan hati-hati. " Alima menimpali.


Faza dan Murad hanya tersenyum tersenyum melihat kebahagiaan kedua nenek itu.


"Faza, apa ASImu sudah lancar? " Tanya Nisa kemudian.


"Sudah mom. kak Murad selalu memberiku makanan bergizi belum lagi vitamin dari dokter untuk memperlancar ASI. Lihatlah sekarang dadaku terlihat montok. " ucap Faza tanpa rasa malu sedikitpun.


Mendengar hal itu Nisa dan Alima tertawa, sehingga membuat bayi yabg mereka gendong menangis kencang.


"Eh... cup... cup.. sayang... "


Nisa dan Alina mencoba menenangkan kedua bayi yang berada di gendongan mereka.


"Mommy, sih kenapa tertawanya kencang sekali." Murad protes kepada mommynya itu.

__ADS_1


"Iya maaf... Kalian diperbolehkan pulang hari ini kan? " tanya Nisa kemudian untuk menutupi kesalahannya.


"Iya, aku menyuruh beberapa pelayan datang untuk membereskan ruangan ini. Ruangan ini benar-benar menjadi hotel kami selama satu minggu terakhir. Setelah mereka datang kita akan pergi dari sini. "


"Baguslah kalau begitu, paman dan bibi kalian pasti senang melihat kalian bertiga ."


"Apakah kak Zoya dan kak Zahra tidak kemari mom? " tanya Faza, karena sejak tadi yang datang hanya kedua nenek dari anak nya.


"Tidak, Zahra dan Zoya sedang mempersiapkan menyambut kedatangan kalian. Bahkan hari ini Zahra tidak kerja karena akan memasak spesial untuk kita semua. "


"Wah, benarkah. Pasti sangat enak. "


Tak lama Ada dua orang pelayan mansion datang untuk membersihkan ruangan mereka. Dan sesuai kata Murad tadi, setelah kedatangan pelayan mereka akan segera pulang.


"Kalian bersihkan ruangan ini, dan barang-barang bawaan kami. Kami akan pulang dulu. " Murad memberi perintah kepada kedua pelanyannya.


"Baik tuan. "


Murad menggendong anaknya , dan membukakan pintu untuk Faza. Dan setelah Faza duduk dengan nyaman Murad baru menyerahkan anaknya dipangkuan Faza. Setelah itu dia masuk ke kursi kemudi. Kali ini Murad sendiri yang akan mengemudi, karena di belakang ada mommy Nisa dan mama Alima bersama kedua bayinya.


Mobil mulai bergerak meninggalkan rumah sakit menuju mansion. Karena jalanan yang cukup lengang mereka tidak memerlukan waktu lama untuk sampai ke mansion.


Seorang penjaga mansion membantu membukakan pintu untuk majikan mereka. Lagi, Murad mengambil anaknya terlebuh dahulu, sebelum Faza keluar. Karen dia tau keadaan perut Faza masih belum sepenuhnya pulih, walau kata dokter lukanya sudah mulai menutup, tapi tetap saja Murad harus berhati-hati dengan keadaan Faza.


Mereka berempat berjalan memasuki mansion yang tampak sepi dari luar. Namun, saat mereka memasuki rumah semua orang sudah berdiri menyambut kedatangan mereka dengam hiasan balon yang bertuliskan "Welcome home triplets. "


Faza terharu karena mendapatkan sambutan yang luar biasa ini dari semua orang. Ternyata kedatangan mereka sangat ditunggu-tunggu. ketiga bayi itu langsung di serbu oleh Zahra dan Zoya dengan perut yang sudah membuncit.


Zahra menggendong bayi laki-laki dengan gelang yang berhiaskan angka dua yang artinya itu adalah anak kedua Faza. Sedangkan Zoya menggendong bayi perempuan Faza. Erhan juga tak mau kalah, dia mengambil bayi yang digendong Murad, bayi pertama yang dikeluarkan dari perut Faza.

__ADS_1


"Dia akan menjadi sepertimu, Murad. " Ucap Erhan saat menggendong bayi pertama Murad.


Semua orang saling berpandangan mendengar ucapan Erhan. Dan itu artinya Erhan sudah memilih anak itu sebagai penerus utama keluarga ini. Mereka semua tersenyum bahagia karena Erhan sudah memutuskan. Siapa yang tidak tau, untuk menjadi penerus utama tugasnya sangat berat, dan itu butuh gemblengan luar biasa. Mereka yang tidak terpilih harus merasa bahagia karena anak mereka tidak perlu hidup keras dan penuh tanggung jawab, sebagai anak pilihan. Karena walaupun mereka bukan seorang yang utama, tapi mereka sudah memiliki bagian dari kekayaan Khan yang sudah diwariskan kepada mereka, bahkan saat mereka berada didalam kandungan.


Semua orang kini sudah berada di ruangan keluarga duduk bersama dengan suasana kekeluargaan.


"Apa kau sudah menyiapkan nama untuk ketiga anakmu, Murad? " tanya Erhan kemudian masih menggendong anak pertama Murad.


"Sudah dad, besok kita akan melakukan tasyakuran dengan para anak yatim saja. Kita juga akan bersedekah kepada mereka untuk mendoakan keselamatan ketiga anakku. "


"Baiklah, kalau begitu. Terserah padamu saja. "


Disudut kursi lain, Zahra begitu bahagia menggendong anak kedua Murad yang sangat lucu dan mungkin saat dewasa nanti dia akan sangat tampan.


"Ray, dia kan yang akan menjadi anak angkat kita?" Bisik Zahra ditelinga suaminya.


"Aku rasa begitu. Lihatlah dia sangat menggemaskan. "


"Iya kau benar. "


Sedangkan disudut lain, Zoya juga bahagia saat sedang menggendong bayi perempuan kakaknya itu.


"Lihatlah bayi sekecil ini, dia hanya bisa tidur. "


"Iya mau apa lagi? kalau tidak tidur yang minta susu. Hanya itu pekerjaan bayi. " kata Ezra memainkan tangan bayi kecil itu.


Mungkin karena lahir prematur dan tumbuh dengan tiga saudara jadi bayi Faza terlihat sangat kecil. Tidak seperti bayi biasa yang tumbuh seorang diri dikandungan ibunya.


"Ezra, nanti aku ingin yang seperti ini. " rengek Zoya kepada suaminya.

__ADS_1


"Ya nggak bisa dong sayang, kan kata dokter anak pertama kita laki-laki. Jadi nggak mungkin. Nanti saja kita buat anak ke dua kita anak perempuan seperti ini. " ucap Ezra tanpa memikirkan Kata-katanya .


Sontak saja Ezra langsung mendapatkan tatapan tajam dari semua orang, belum lagi istrinya melahirkan, dia sudah memiliki rencana membuat Zoya hamil lagi anak keduanya.


__ADS_2