Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Keluarga Yang Sempurna (End)


__ADS_3

Tepat pukul sembilan malam terdengar sebuah brangkar masuk ke dalam ruangan VVIP. Zoya masuk dengan kedua anaknya perempuannya. Diikuti oleh kedua orang tuanya, mertua dan suaminya.


Kini ruangan itu menjadi ramai karena sudah banyak orang yang masuk ke ruangan itu. Zahra sudah terlelap sejak tadi tidsk terganggu sama sekali sehingga mereka mengecilkan suara mereka saat berbicara.


"Lihatlah kedua cucu kita sangat cantik. " kata Alima kepada Nisa.


"Iya... Kini aku memiliki empat cucu laki-laki dan empat cucu perempuan. Mansion pasti akan semakin ramai dengan tangisan anak kecil. " balas Nisa sambil terkekeh.


"Kau benar. Jika kita berada di Indonesia maka mansion akan seperti di posyandu. " ucap Alima lagi sambil ikut terkekeh.


"Kau benar. "


Rayyan juga mendekat ke box bayi milik Zoya, dia melihat dua keponakan cantiknya.


"Cetakan kalian berdua bagus sekali Ezra. " seru Rayyan tanpa filter.


Ezra yang mendengar itu langsung melotot ke arah Rayyan. Apa katanya tadi, cetakaan? Memangnya bikin kue.


Zoya dan semua orang tertawa mendengar celetukan Rayyan itu. Karena semua orang tau bagaimana sifat Rayyan yang usil.


"Saya permisi dulu tuan, Saya akan menginap di hotel depan rumah sakit malam ini. Besok saya akan kemari lagi. " ucap Simon tiba-tiba.


"Ah, baiklah tuan. Maaf tempatnya disini kurang memadai. "


"Tidak tuan, ruangan ini sangat bagus. Kalian pasti juga sangat lelah, silahkan beristirahat. Saya pamit dulu. "


Simon beranjak keluar dari kamar rawat anaknya dan menuju hotel yang terletak tepat di depan rumah sakit. Simon tidak akan menginap di ruangan itu, karena semua yang ada di sana adalah keluarga Khan. Dia lebih baik menginap di Hotel dan tidak mengganggu mereka.


Diruangannya, Zoya mencoba memejamkan matanya karena merasa lelah, setelah berjuang mengeluarkan kedua anaknya.


"Ezra... aku ngantuk, aku ingin istirahat dulu. Takut nanti kalau anak-anak bangun dan minta minum. "


"Iya, tidurlah. Aku akan berjaga. Kalau ngantuk aku akan tidur di sofa. "


Semua orang sudah beristirahat, hanya tinggal Rayyan dan Ezra yang berjaga. Kedua papa muda itu masih belum bisa tidur. Karena merasakan kebahagiaan yang membuncah. Terutama Rayyan yang baru mendapatkan gelar seorang ayah. Dia terus memandangi kedua anaknya yang akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya kelak.


"Zra, apa kau sudah menyiapkan nama untuk kedua anakmu?" tanya Rayyan saat mereka sedang duduk di Sofa.


"Sudah, kamu sendiri. "


"Sudah. Besok kita akan mengumumkan nama anak kita, saat kak Murad datang. "


"Iya, kita akan mengumumkan nama anak-anak kita saat semua orang sudah berkumpul."


Mereka berdua akan memejamkan matanya, namun suara tangisan dari salah satu bayi Rayyan mengurungkan niat mereka untuk memejamkan matanya.


Rayyan keluar memanggil seorang suster yang berjaga untuk melihat keadaan bayinya, karena dia masih takut untuk menggendong bayinya.


"Sepertinya adik bayi merasa kehausan tuan. Sebaiknya anda bangunkan ibunya agar menyusui bayinya langsung. "


Rayyan langsung berjalan ke ranjang istrinya dan membangunkannya.

__ADS_1


"Sayang, bangunlah. Anak kita haus. "


Zahra yang merasa terganggu pun akhirnya bangun karena tepukan lembut Rayyan.


"Ada apa? " tanyanya dengan suara serak.


"Baby menangis, dia kehausan. Perawat memintamu untuk memberikan ASI secara langsung. "


Zahra, yang baru sadar pun langsung terduduk dan mengambil alih bayinya dan langsung menyusui anaknya. Rayyan dengan sigap memasang tirai penutup agar istri nya memiliki privasi.


Ezra mendekati Zoya lalu berbaring di sampingnya dan langsung memeluk istrinya itu. Sedangkan Rayyan dia masih siaga menjaga istri dan bayinya yang sedang terjaga.


Setelah tertidur lagi, Rayyan perlahan memindahkan bayinya ke dalam box bayi kemudian mengunci pintu ruangan. Dia lalu naik ke ranjang dan berbaring disisi Zahra.


Memang Ranjang pasien di buat lebih besar untuk dua orang. Agar pasangan yang dirawat masih bisa tidur bersama dengan pasangannya.


Pagi menjelang, anak Zoya semalam tidak rewel karena sebelum tidur Zoya memberikan Asi yang banyak sehingga mungkin mereka kekenyangan. Namun berbeda dengan bayi Zahra, semalam beberapa kali bayi-bayi itu terbangun dan menangis karena kehausan. Maklumlah, mungkin karena ASI Zahra masih belum terlalu lancar.


Simon juga sudah datang dan membawakan sarapan untuk semua orang yang berada di sana. Kakek baru itu merasa sangat bahagia dan antusias menyambut hari ini, karena akan bertemu dengan kedua cucunya. Mereka jadi bernafas lega, karena tidak perlu membeli makanan keluar.


Zahra dan Zoya juga sudah bersih, setelah dibantu membersihkan tubuhnya oleh suami mereka. Begitu juga dengan bayi-bayi mereka yang sudah terlihat manis sekali dan wangi. Aroma bedak bayi tercium di seluruh ruangan.


Dengan perlahan Ezra dan Rayyan menyuapi istri mereka, Mereka ingin istri mereka kenyang dulu, karena ibu menyusui memang memerlukan asupan makanan yang bergizi untuk memproduksi ASI.


Saat semua orang sedang menyantap sarapannya, terdengar suara seperti kereta di dorong mendekati ruangan itu. Dan benar saja, Murad dan Faza datang dengan kedua babby sitternya dengan membawa dua stroller balita yang saling berboncengan. Ke empat balita itu merasa bahagia karena melihat kakek dan nenek mereka, juga paman dan bibinya. Karena sepertinya di rumah tadi mereka merasa suasana mansion sangat sepi tidak seperti biasanya. Kini mereka berempat tertawa lebar saat melihat semua orang berkumpul.


Satu persatu balita dalam stroller itu diambil kakek dan neneknya ke dalam gendongan mereka. Faza dan Murad langsung mendekati Zoya karena Zahra sepertinya sedang menyusui anaknya.


"Selamat kak Zoya. " ucap Faza sambil bercipika-cipiki.


"Terima kasih Faza. "


"Terima kasih, kak."


"Lihatlah, bayi kalian sangat cantik. " celetuk Faza saat melihat kedua keponakannya.


"Apa kau menginginkan anak lagi, Sayang. " goda Murad kepada istrinya.


"Tidak.... Kalau aku punya anak lagi aku tidak bisa merawat tubuhku. Tunggu nanti saja kalau anak-anak sudah besar, kita buatkan adik untuk triplet." ujar Faza dengan senyuman lebar melihat Kedua keponakannya.


Terdengar tirai yang menutupi ranjang Zahra dibuka, yang artinya Zahra sudah selesai memberikan ASI kepada anaknya. Faza dan Murad langsung menemui seorang saudaranya lagi yang juga melahirkan dihari yang sama.


"Selamat Ray... akhirnya kau juga menjadi seorang ayah. " Murad memeluk adiknya itu dan memukul punggungnya dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih kak. Aku akhirnya menjadi seorang daddy sama seperti kakak dan Ezra. Aku bahagia, sangat bahagia. " Rayyan tidak mampu membendung rasa harunya saat mendapatkan pelukan dari sang kakak.


"Aku bangga padamu, " ucap Murad memberi semangat kepada adiknya itu.


"Kak Zahra, selamat ya akhirnya, yang kakak tunggu sejak lama hadir di tengah-tengah kalian. ' Faza memeluk Zahra dengan erat, seolah memberikan kekuatan dan semangat kepada Zahra.


"Terima kasih Faza. "

__ADS_1


"Nanti, jangan lupakan Al, Lho meski kakak sudah punya anak sendiri. " Faza memperingatkan.


Semua orang tergelak mendengar ucapan Faza. Itu.


"Tentu saja. Baby Al adalah kesayangan kami. " kata Zahra dengan senyuman hangatnya.


"Ngomong-ngomong, apa nama keempat bayi ini sudah diumumkan? Siapa namanya? " tanya Faza kepada Zahra.


"Belum, kami menunggu kalian datang, dan semua orang berkumpul. Baru aku dan Zahra akan mengumumkan siapa nama bayi kami. " Rayyan yang menjawab.


"Kalau begitu ayo, cepat katakanlah. Siapa nama bayi kalian. " seru Faza tak sabaran.


Dia lalu mendekat ke box bayi dan melihat kedua anak kembar Zahra dan Rayyan yang sepasang, dengan mata berbinar.


"Lihatlah, mereka adalah perpaduan antara kak Zahra dan kak Rayyan. " ujar Faza yang disetujui semua orang.


"Dad, ijinkan aku memberikan nama untuk anakku." kata Rayyan kepada daddynya.


"iya, katakanlah, siapa nama anak kalian. Kami sudah tidak sabar menunggu nama cucu-cucu kami. " Ujar Erhan yang sedang menggendong baby El.


"Bayi laki-laki ku kuberi nama Nathan Arrayyan Khan Dan Bayi perempuanku kuberi nama Nala Tanisha Khan. Baby Nathan dan Nala. "


"Wah, nama tengahnya di ambil dari nama nama kak Rayyan dan kak Zahra, ya. Keren. " seru Faza yang selalu memotong saat seseorang memberi nama.


"Iya, nama yang bagus, Nathan dan Nala yang sama-sama memiliki arti Pemberian Tuhan. " ujar Simon yang ikut menimpali.


Semua orang mengangguk setuju.


"Sekarang giliran Ezra siapa nama kedua princessmu ini? " Kini giliran Mommy Nisa yang bertanya sambil menggendong Zia.


"Emira Allura Akbar dan Eira Allura Akbar. Yang sama-sama memiliki arti Seorang putri yang mempesona. "


"Duh, kenapa kalian kompak sekali memberikan nama kalian di nama anak kalian. Aku kan jadi pengen juga. " kata Faza sambil mengerucutkan bibirnya.


Semua orang tergelak mendengarkan celotehan Faza.


"Tadi kan aku sudah menawarkan, kalau kamu ingin anak lagi, ayo kita buat. " goda Murad kepada istrinya yang menggemaskan itu.


"Nggak mau, triplet masih kecil. Tapi nanti kalau kita punya anak lagi, harus ada nama Faeza atau Vedat Murad. " kata Faza sambil melipat tangannya di depan dada.


Semua orang tergelak mendengar permintaan ibu muda itu. Memang yang selalu menghangatkan suasana adalah sikap polos Faza dan kekonyolannya yang tidak dibuat-buat. Jika tidak ada Faza mungkin suasana ruangan itu tidak akan ramai seperti ini.


Kebahagiaan Keluarga Khan kini sudah lengkap dengan hadirnya cucu yang sangat manis dan menggemaskan dari ketiga anak mereka dan pasangannya. Semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka dan tidak ada masalah berarti dalam hidup mereka yang mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka kelak.


Semoga pernikahan ketiga pasangan itu bisa langgeng sampai kakek-kakek dan nenek-nenek hingga maut memisahkan cinta mereka. Dan kelak anak-anak mereka akan menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan menjadi kebanggaan untuk keluarga.


Tamat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya "Cinta Kasih Sang Pewaris" berakhir sampai disini ya readers. Semua sudah mendapatkan kebahagiaannya masing-masing. Mungkin suatu hari nanti Author akan membuat sequel anak-anak mereka. Kalau sudah dapat ide. Tapi nggak janji ya, Insya'Allah.

__ADS_1


Sampai ketemu di karya Author lainnya. Semoga, kalian mau mampir dan ikut meramaikannya dengan dukungan jempol dan komentar-komentar kalian yang membangun, agar memberi semangat Author untuk terus berkarya.


Salam hangat untuk kalian semua. 😘😘😘😘


__ADS_2