
"Aku mau... Aku mau menikah dengan kak Murad, walau bagaimana pun keadaannya. " ucap Faza dengan yakin di samping Murad yang sedang tertidur.
Semua orang yang mendengar ucapan Faza itu pun tercengang. Mereka tidak menyangka Faza akan mengatakan hal itu.
"Faza... Jangan lancang kamu." bentak Kemal.
Alima langsung mendekat ke suaminya dan menenangkan nya.
"Sabar, sayang. Kita dengan alasan Faza dulu. " kata Alima menenangkan suaminya.
Nisa dan Erhan juga terkejut mendengar bentakan dari Kemal kepada putrinya itu, tidak hanya mereka berdua, bahkan Rayyan, Zoya dan Ezra pun terkejut karenanya.
Nisa lalu mendekati Faza, yang tertunduk ketakukan karena bentakan sang papa.
"Kamu tidak apa-apa, sayang. " tanya Nisa kepada Faza
Faza hanya menggeleng.
"Kemal, tenanglah. Kita dengarkan alasan Faza berkata seperti itu. " Nisa kini berada di samping Faza dan meminta Faza menghadap kearahnya.
"Katakan pada mommy, apa alasanmu mengatakan hal itu tadi. Apa karena kasihan kepada Murad?"
Faza menggeleng dengan keras.
"Aku... aku... aku menyayangi kak Murad, mom. " Faza tergagap mengatakan hal itu
"Menyayangi Murad sebagai apa? sebagai kakakmu atau seorang pria."
"Aku menyayangi kak Murad sebagai seorang wanita yang menyayangi seorang pria. Aku mencintai kak Murad, mom. Sejak dulu, sejak aku kecil, aku sudah menyukai kak Murad. Aku pikir itu hanya perasaan sayang seorang adik kepada kakaknya, tapi semakin dewasa aku menyadari perasaan ku ini mom. Perasaan cinta seorang wanita kepada pria, bukan adik kepada kakaknya." kata Faza panjang lebar.
Semua orang diruangan itu tercengang mendengar perkataan Faza, kecuali Alima dan Nisa. Karena mereka sudah tau sejak awal.
Kemal memijit pelipisnya yang terasa pusing luar biasa. Bagaimana mungkin Anaknya mencintai Murad. Itu sungguh mustahil.
__ADS_1
"Faza.... apa kau serius? " tanya Zoya yang mendekati Faza dan mommy nya.
Faza hanya mengangguk, takut-takut.
"Apa kau akan tetap mencintai Murad, walau dia tidak bisa berjalan? " tanya Nisa memastikan.
"Nisa... " Kemal ingin protes, tapi tangan Nisa langsung menghentikan ucapannya
Faza mengangguk yakin. "Aku akan tetap mencintai kak Murad mom, walau bagaimanapun keadaannya."
"Aku tidak ingin kehilangan kak Murad lagi papa. Aku sudah pernah merasakan sakit hati dan cemburu bahkan hatiku hancur saat kak Murad berpacaran dengan Diandra, bahkan bertunangan dengannya. Hatiku sakit sekali saat itu. Jadi aku mohon, pa... ijinkan aku menikah dengan kak Murad. Aku janji akan jadi istri yang baik, seperti mama dan mommy Nisa. " Mohon Faza kepada sang papa.
"Tapi itu tidak mungkin, Faza. " Kemal menekankan kalimatnya.
Erhan yang sejak tadi diam kini mendekati Kemal dan duduk di sampingnya, Alima memberikan tempat untuk Erhan bicara dengan suaminya itu.
"Kenapa Kemal, kenapa bilang tidak mungkin. Katakan alasannya, kau menolak Murad. Apa karena anakku itu tidak bisa berjalan. " kata Erhan dengan kesal kepada sahabatnya itu.
"Bukan seperti itu, Erhan. Aku merasa kami tidak pantas bersanding denganmu. Aku hanya bawahanmu di kantor. Bahkan kakak Faza, Ezra sekarang adalah asisten Murad. Aku merasa tidak pantas, Faza anak gadisku mendapatkan seorang pewaris seperti Murad." kata Kemal memberikan alasannya dengan wajah tertunduk.
"Apa sekarang kau sudah sadar, Hah.! " teriak Erhan yang menggema di seluruh ruangan. Membuat semua orang takut. Mereka tidak pernah melihat Erhan semarah ini.
"Kalau Murad saja tidak pantas untuknya. Lalu siapa pria yang pantas untuk Faza. Maka aku akan membunuhnya. " Erhan berkata dengan wajah yang sudan sangat memerah menahan kemarahannya.
Kemal segera dibantu berdiri oleh Ezra dan Rayyan. Dia tertawa melihat kemarahan sahabatnya itu Ternyata dia adalah penyebab kemarahan Erhan yang terkenal sabar dan penyayang.
Kemal lalu berjalan mendekati Erhan dan langsung memeluknya.
"Pukulan mu sakit, sialan. Bisiknya di telinga Erhan. " Lalu mereka tertawa bersama.
Membuat semua orang yang ada di sana tercengang dengan keadaan yang baru saja terjadi. Setelah acara pukulan sekarang mereka berpelukan dan tertawa bersama.
Hallo... apa ada yang bisa menjelaskan keadaan yang baru saja terjadi????
__ADS_1
Erhan lalu memanggil Faza agar mendekat setelah melepas pelukan dari Kemal.
"Apa Faza benar-benar mencintai Murad. " Kini giliran Erhan yang bertanya kepada Faza.
"I... Iya... Dad. " jawab Faza terbata, karena masih takut akan amarah Erhan yang baru terjadi beberapa saat lalu.
"Tidak perlu takut, Daddy marah hanya ingin menyadarkan papamu yang bodoh itu. " katanya, lalu memeluk Faza yang ketakutan.
Kini Erhan sudah mengerti rencana istrinya itu. Setelah mengatakan bahwa Faza mencintai Murad beberapa hari lalu, dan tidak ada yang percaya. Kini Nisa mungkin ingin membuktikan kalau apa yang dikatakannya benar. Kalau Faza benar-benar mencintai Murad. Dan mereka semua kini bisa tau perasaan Faza dengan mata kepala mereka sendiri.
"Kita akan menunggu Murad sadar. Setelah itu, daddy ijinkan Kamu mendekati Murad, buat dia jatuh cinta kepadamu. Sebagai seorang wanita, bukan seorang adik. " Erhan memberikan restunya kepada Faza.
Faza lalu mengangguk, dan menoleh ke arah papanya dengan takut. Erhan yang melihat itu jadi gemas sendiri di buatnya.
"Jangan khawatirkan papamu. Jika dia berbuat macam-macam padamu, maka daddy yang akan membuat perhitungan kepada nya. Tidak ada satupun yang bisa menyakiti calon menantuku ini." kata Erhan sambil melirik sinis kearah Kemal.
"Jika papamu atau kakakmu berbuat tidak menyenangkan padamu, kamu bisa beritahu daddy atau mommy atau kamu bisa langsung lari ke mansion kami. " Erhan sudah memberikan lampu hijau kepada Faza, Kini Kemal dan Ezra tidak bisa berkutik lagi untuk melarang gadis kecil mereka mencintai sang pewaris.
Faza bisa tersenyum bahagia sekarang karena restu sudah ia kantongi. Kini tinggal menunggu sang pujaan hati sadar dan merebut hatinya. Faza sudan tidak sabar akan hal itu.
Alima dan Nisa saling berpelukan, mereka bahagia sekali, akhirnya persahabatan mereka akan terikat menjadi kekeluargaan.
"Yah... kakak iparku, bocil dong. " celetuk Zoya tiba-tiba yang membuat semua orang diruangan itu tergelak.
"Benar juga... kalau kak Murad menikah dengan Faza, Kita bakal punya kaka ipar bocil. " kata Rayyan juga yang menepuk keningnya dengan keras.
Memang Faza selalu dipanggil bocil oleh Rayyan dan Zoya. Karena usia mereka yang terpaut enam tahun.
Tanpa mereka semua sadari, Murad yang pura-pura koma. Kini sudah bisa menyunggingkan senyum tipis tanpa disadari semua orang. Kini dia sudah yakin, dan menetapkan pilihannya.
Di sisi lain, Ezra sejak tadi terdiam dengan wajah datarnya. Ia bertanya-tanya dalam hati, Apakah jika dia seberani Faza, dia akan mendapatkan restu yang sama? Atau semua sudah terlambat. Apakah dia akan tetap memendam perasaannya selama ini? mencintai dalam diam, melindungi bagai bayangan. Seperti yang selama ini ia lakukan tanpa diketahui siapapun.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, dan subscribe novel ini ya.. untuk menyemangati author agar tetap semangat menulisnya. Terimakasih.