Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kebahagiaan Faza


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari Erhan , semua orang jadi merasa khawatir . Jika benar wanita ular itu akan datang , dan berencana menghancurkan keluarga mereka.


"Sudahlah , Kalian tidak perlu khawatir . Semua pasti akan teratasi dengan baik . Sama seperti dulu saat kita mengatasi Sofi . Saat di berihati ternyata dia meminta jantung . Kita tidak akan , melepaskannya kali ini ." Kata Erhan dengan amarah yang tertahan , saat melihat kekhawatiran di wajah keluarganya .


Sekarang kalian boleh kembali ke kamar kalian masing-masing . Dan beristirahatlah . Kecuali dokter Evan dan Murad . Ada yang ingin aku katakan kepada kalian berdua ." Kata Erhan kemudian .


Semua orang kembali ke kamarnya masing-masing , termasuk Zahra dan Rayan yang saat ini harus tinggal satu kamar . Mereka saling melirik , tidak tahu apa yang harus mereka lakukan di dalam kamar . Sebagai pasangan yang tidak saling mencintai . Tidak mungkin ada kegiatan panas setelah ini . Mereka tengah bergelut dengan pikiran mereka masing-masing .


Faza tidak ingin pergi ke kamarnya tanpa Murad ,jadi dia menunggu suaminya yang akan berbincang dengan Daddy Erhan dan dokter Evan .


"Jadi begini Murad , mulai besok kamu akan memulai terapimu di rumah saja . Agar kamu lekas sembuh . Dokter Evan akan membantumu ." Kata Erhan yang membuka suaranya .


"Apa tidak apa-apa Dad, jika kita mempercayai dokter Evan?" tanya Murad yang sedikit ragu .


"Kau tenang saja Murad , jika Evan macam-macam denganmu , maka anak dan istrinya yang akan menanggung akibatnya . Karena setelah ini , anak dan istri dokter Evan ada di bawah kendali kita . " Kata Erhan dengan penuh percaya diri .


Mendengar ucapan dari Erhan , semua orang dibuat tidak percaya . Kini Sang Penguasa telah mengeluarkan taringnya . Dia tidak akan main-main kali ini , dalam menghadapi musuhnya . Baik itu musuh yang terang-terangan , ataupun yang sembunyi-sembunyi .


Dokter Evan menghela nafasnya perlahan , setelah mendengarkan ucapan dari Erhan . Ternyata Erhan memiliki sisi kejam tersendiri dari dalam jiwanya.


"Anda tenang saja Tuan Murad , saya akan membantu Anda agar segera sembuh dan bisa berjalan kembali . Jika dilihat dari posisi kaki anda mungkin sekitar 1 sampai 2 minggu lagi anda sudah akan bisa berjalan walaupun masih menggunakan tongkat untuk menyangga kestabilan tubuh Anda . Dan butuh waktu 1 bulan untuk normal kembali ." prediksi dokter Evan dengan yakin , setelah melihat posisi kaki dari Murad .


"Benarkah ? Kak Murad akan bisa jalan lagi ? " Tanya Faza yang merasa sangat bahagia mendengar Murad akan segera sembuh .


"Iya nona , kita akan terus melakukan terapi robotik dan beberapa latihan lainnya , untuk menunjang kesembuhan Tuan Murad . " Kata dokter Evan dengan yakin .


"Alhamdulillah ..." Ucap Faza , yang sangat bersyukur mendengarkan apa yang baru saja disampaikan dokter Evan .


Begitu pula semua orang yang mendengarkan prediksi dokter Evan, mereka merasa sangat bahagia . Jika Murad akan segera sembuh dan bisa berjalan kembali dengan normal .


"Kalau begitu alat-alat apa saja yang perlu kami siapkan di sini ." tanya Erhan kemudian .


Lalu Evan membuka ponselnya dan mencari beberapa gambar alat yang diperlukan untuk terapi Murad .


Evan lalu menunjukkan beberapa gambar itu kepada Erhan , agar Erhan segera menyediakannya di rumah ini dan segera memulai terapi untuk Murad .


"Baiklah dokter Evan , besok kami akan menyediakan semuanya .dan kau harus melakukan tugasmu dengan baik . " Kata Erhan penuh penekanan .


"Baik Tuan ."


"Malam ini kamu tidur di kamar tamu dulu . Besok kami akan membersihkan Paviliun di belakang , untuk tempat tinggalmu selama kau berada di sini . Agar tidak terjadi kecurigaan dan salah paham antara Ezra dan Zoya . Karena Ezra sangat posesif kepada istrinya itu , aku takut kamu akan habis di tangannya nanti ." Ujar Erhan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Baik tuan saya mengerti , saya juga lega Zoya sudah menikah . Karena dengan begitu akan ada yang menjaga Zoya dengan baik . Dan tidak ada yang memanfaatkannya seperti saya nanti ." Ucap dokter Evan dengan tulus .


"Sekarang istirahatlah , karena aku juga lelah . Sampai bertemu lagi besok . " Kata Erhan menutup pertemuannya malam ini .


Akhirnya mereka benar-benar membubarkan diri dari pertemuan malam ini . Murad kembali ke kamarnya dengan penuh harapan , kalau dia akan segera sembuh, begitu juga dengan Faza. Dia juga merasa sangat bahagia jika suaminya akan segera sembuh.


"Kakak dengar tadi ?" Kata Faza dengan ekspresi bahagianya saat mereka sudah berada di kamar .


"Iya aku mendengarnya Faza " kata Murad dengan tersenyum melihat ekspresi bahagia istrinya .


"Aku tidak sabar Kakak bisa sembuh , dan bisa berjalan kembali . Aku akan sangat senang ." Ucap Faza sambil membersihkan kaki suaminya sebelum tidur seperti biasa .


"Jika kau bahagia aku juga bahagia Faza , tapi ingatlah Setelah sembuh aku akan jarang di rumah . Karena , aku harus menggantikan pekerjaan Daddy yang selama ini menggantikanku ." ujar Murad memperingatkan.


"Aku tahu itu , suamiku adalah seorang CEO . Jadi aku akan memakluminya . Jika aku merindukanmu , Bukankah aku bisa datang ke kantor, dan berada disana seharian. Bukankah biasanya di kantor CEO pasti ada kamar rahasia ya. "Kata Faza yang menyampaikan solusinya .


Murad tersenyum melihat , kebahagiaan Faza malam ini . Walaupun Sebenarnya dia juga , sempat melihat kekhawatiran di mata Faza setelah mendengar Monica yang akan datang kemari ,untuk menggoda salah satu di antara dirinya dan Rayan .


Tapi semuanya tertutupi , dengan kabar gembira tentang kesembuhan dirinya . Dia akan berusaha tidak sampai satu bulan , dia akan berjalan dengan normal kembali . Itulah tekad Murat kali ini, untuk membahagiakan istrinya.


Murad berusaha naik ke tempat tidurnya sendiri seperti biasa ,dan dia sudah mulai terbiasa akan hal itu tidak perlu meminta bantuan Faza karena dia tahu kalau tubuh kecil Fazaa selalu terbebani oleh tinggi tubuhnya .


Faza lalu membuka pakaiannya satu persatu, hingga tidak ada satu helai benangpun yang tertinggal di tubuhnya. Murad yang melihat kenakalan Faza membulatkan matanya, dia tidak tau kenapa Istri kecilnya itu senakal ini.


"Kak, aku ingin mencobanya lagi seperti waktu itu." kata Faza yang melihat ekspresi suaminya yang sepertinya keberatan.


"Tapi Faza ? Aku tidak ingin kamu terluka lagi . Apa kamu tidak sabar menunggu ?"


"Tidak Kak, Aku yakin tidak akan sakit , karena ini adalah yang kedua kalinya untuk kita . Aku yakin tidak akan sakit ." Kata Faza yang mengulangi kalimatnya dengan yakin .


"Nanti kalau kamu sakit lagi , aku akan merasa bersalah Faza ."


Faza menggeleng ,sifat keras kepalanya mulai muncul , dia tidak ingin mundur begitu saja . Faza lalu menduduki perut suaminya dan melakukan foreplay kepada suaminya dan dirinya sendiri. Sepertinya selama ini Murad mengajarinya dengan baik , sehingga Faza bisa menyerap ilmu itu dengan cepat . Setelah semuanya siap Faza lalu melakukan penyatuannya dengan sang suami.


Tetap gerakan woman on top yang mereka praktekkan karena hanya gerakan itu yang bisa mereka lakukan saat ini . Tapi setelah Murad sembuh , mungkin gerakan lainnya bisa mereka coba .


Dan benar saja , di awal Faza merasakan sakit , saat adik Murad memasukinya . Namun tak sesakit pertama dulu . Kini Faza , sudah bergerak mengikuti nalurinya , mengejar kepuasan dan pelepasan untuk dirinya dan suaminya . Dia melihat suaminya menikmati ,apa yang dia suguhkan di bawah sana .


Murad sendiri masih tidak bisa percaya , kalau Faza bisa melakukannya dengan baik . Liang sempit itu seperti *******-***** miliknya di dalam sana , hingga pada gerakan Faza yang semakin cepat . Baik Faza maupun Murad melakukan pelepasan secara bersamaan.


Faza ambruk ,di atas tubuh suaminya . Nafas mereka berdua saling memburu . Murad lalu mencium kening Faza , lalu mengucapkan terima kasih kepadanya .

__ADS_1


"Kau memang luar biasa sayang . Aku tidak tahu kalau istri kecilku ini sangat pandai Memanjakan suaminya ." Kata Murad yang berbisik dengan Sensual di teling Faza sambil mencubit ujung hidungnya gemas.


"Apa kau suka, kak. " tanya Faza dengan nafas tersengal.


"Tentu saja aku suka dan sangat menikmatinya . "


Setelah nafas mereka kembali normal , akhirnya mereka terlelap setelah mencapai kepuasan bersama .


*


Sedangkan di kamar pengantin baru yang lain , di saat Faza dan Murad , juga mungkin Ezra dan Zoya sedang menikmati malam panas mereka . Berbeda dengan pasangan pengantin baru yang baru saja menikah tadi siang .


Mereka berdua sedang duduk saling memunggungi satu sama lain di tepi ranjang dengan sisi yang berbeda.


Karena sudah tidak tahan lagi ,Rayyan lalu berjalan dan menghampiri Zahra yang sedang memunggunginya .


"Cepatlah tidur , aku sudah ngantuk . Besok aku harus kerja . Kalau kau tidak mau tidur di ranjang yang sama , sebaiknya kau tidur di sana . " tunjuk Rayyan pada sofa panjang yang tidak jauh dari balkon kamarnya .


Dia lalu berjalan menuju walk in closet dan mengganti baju nya dengan piyama. Lalu dia kembali dan langsung tidur di ranjangnya. Sedangkan Zahra , dia masih duduk terdiam di ujung ranjang lainnya. Rayyan tidak peduli, dia akan tidur seperti biasa malam ini.


"Ray.. " Panggil Zahra kemudian , setelah betah berdiam diri cukup lama .


"Apa" gumam Rayyan yang sepertinya akan masuk ke alam mimpi .


"Apa boleh aku meminjam bajumu ? Bajuku kan belum diantar sama Mark. Jadi aku belum punya baju ganti ." Kata Zahra kemudian .


Rayan lalu terduduk ,dan mengucek matanya yang sudah sangat mengantuk .


"Jadi hanya karena kau tidak memiliki baju tidur atau piyama . Kamu tidak segera tidur ? Kamu ini benar-benar merepotkan Zahra ." gerutu Rayyan .


"Ya sudah kalau kamu tidak mau meminjamkan pakaian untukku ." kata Zahra dengan ketus.


"Ambillah pakaian di walk in closet , terserah kau mau pilih yang mana Aku sudah ngantuk mau tidur ." Ucap Rayyan kemudian lalu dia merebahkan tubuhnya.


Zahra lalu pergi ke Walk In Closet , dan melihat beberapa pakaian yang berjajar rapi di sana , dia mencoba satu persatu pakaian Rayyan , yang pas di tubuhnya .Tapi sayang pakaian itu tidak ada yang pas ditubuhnya. Pandangan mata Zahra , tertuju pada satu kaos over size yang terletak di ujung lemari . Dia mengambil itu dan mencobanya . Ternyata baju itu , sangat panjang hingga menutupi lututnya .


Zahra lalu keluar dari walk in closet, dengan membawa sebuah selimut .Dilihatnya Rayyan sudah terlelap.


"Kamu memang tampan tuan Rayyan, taoi sayang sangat menyebalkan. " gumam Zahra


Dia lalu mengambil bantal , dan meletakkannya di sofa. Malam ini, dia tidur di atas sofa panjang yang ada di sana. Mungkin itulah yang akan menjadi tempat tidurnya selama tinggal di mansion ini.

__ADS_1


__ADS_2