
Di kamar Murad.
Sama seperti Nisa, Faza juga tidak bisa tidur. Dia menunggu kedatangan suaminya. Dan tak lama, Murad masuk dengan di dorong kursi roda oleh Rayyan. Faza langsung bangkit dan menyambut kedatangan suaminya.
"Terimakasih kak Rayyan. "
"Sama-sama Faza. "
Faza lalu membawa suaminya ke kamar mandi untuk mencuci kaki, tangan dan gosok gigi. Lalu memakaikan piyama yang sudah dia siapkan.
"Kenapa kamu belum tidur? " tanya Murad saat mereka sudah berada di atas tempat tidur. Dengan tangan Murad yang bermain-main di pipi istrinya.
"Aku tidak bisa tidur, karena aku menunggu kakak." ujar Faza sambil memeluk guling hidupnya
"Apa ada yang ingin kau katakan atau ceritakan padaku? " tanya Murad yang melihat kegelisahan di wajah istrinya.
Faza mengangguk sebagai jawaban.
"Katakan, istriku ingin bercerita tentang apa? " tanya Murad yang memposisikan dirinya sebagai pendengar yang baik.
"Kak Ezra. "
"Ezra, kenapa dia? "
Faza lalu menceritakan apa yang baru saja di lihatnya dari balkon kamarnya.
"Jadi... "
"Kak Ezra sudah berani mencium kak Zoya bagaimana ini? " Ucap Faza dengan penuh kekhawatiran.
"Apakah Zoya menolaknya? atau memukuli Ezra setelah Ezra memberikan kecupan singkat itu?" tanya Murad yang juga penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka.
Faza menggeleng. "Tidak, sepertinya kak Zoya menerima saja di cium kak Ezra. Bahkan dia terlihat tersenyum. Tidak marah seperti biasanya." ujar Faza sambil berfikir, seolah dia sedang berfikir keras.
Murad lalu mengambil posisi memeluk istri kecilnya itu. "Itu berarti Zoya mungkin sudah menerima Ezra sayaang. Karena itu, Dia tidak marah saat Ezra menciumnya. "
" Apakah tidak masalah kak? Aku takut mommy dan daddy tidak merestui hubungan mereka. Karena sudah ada aku di dalam keluarga ini. " kata Faza lagi karena dia merasa kasihan jika kakaknya sampai tidak mendapat restu dari mertuanya.
"Jangan berfikir terlalu jauh, sayang. Kamu tau sendiri kan, Mom dan Daddy itu seperti apa orangnya. Mereka tidak pernah mempermasalahkan siapa yang akan jadi menantu mereka, asal jelas asal usulnya dan keturunannya. "
__ADS_1
"Sedangkan Ezra, kita semua sudah mengetahui siapa Ezra dan sepak terjangnya selama ini. Mungkin, mom dan Dady tidak akan berfikir ulang menerima Ezra sebagai menantu mereka untuk Zoya. Jadi, berdoalah untuk kakak mu itu, dan jangan pernah melupakan namaku di setiap doamu Agar aku lekas sembuh. Dan kita bisa menunaikan hak dan kewajiban kita sebagai suami istri." Kata Murad panjang lebar, dan menggoda istrinya itu di akhir kalimatnya.
"Tuh kan, udah serius gini dengerinnya. Kakak pasti menjurusnya ke hal yang mesum. " Faza langsung mengerucutkan bibirnya, setelah mendengarkan ucapan absurd suaminya.
"Iya lah, sayang. Kalau orang berumah tangga itu yang dibicarakan pasti hal seperti ini. Karena ini sangat menyenangkan. " kata Murad lagi sambil menaik turunkan alis nya.
"Kakak... iiihhhh... " Faza tidak habis pikir kenapa suaminya yang yang sangat berwibawa dan salalu menjaga image nya bisa berubah mesum seperti ini.
"Kakak kenapa jadi mesum seperti ini sih. "
"Mesum juga sama istrinya, kalau sama orang aku akan memasang wajah datar seperti kakakmu. " kata Murad, masih menggoda istri kecilnya itu.
"Bener ya... kakak akan jaga hati kakak untuk aku."
"Iya sayang. Sekarang kamu mau apa? Sudah ngantuk belum? "
"Belum sih, gara-gara kepikiran kak Ezra. "
"Kalau begitu, ayok.... "
"kemana? "
"Main yang enak-enak. "
Dan permainan enak-enak menurut versi mereka pun, mereka lakukan malam itu sebelum tidur.
*************
Pagi harinya,
Semua orang sudah berkumpul di meja makan, termasuk Zoya. Salah satu orang yang akan mendapat introgasi dari mommy dan daddynya pagi ini.
"Zo... semalam pulang jam berapa? " tanya Erhan yang berpura-pura tidak mengetahui apapun tentang anaknya itu.
"Sekitar jam sembilanan dad. " tanya Zoya, tanpa merasa curiga sedikitpun. Dia masih memakan sarapannya dengan santai.
"Pulang sama siapa? Daddy kok tidak melihat mobil mu. "
"Semalam, pulang sama temen yang ngajak aku keluar, dad. " jawab Zoya masih dengan santainya.
__ADS_1
Jawaban Zoya membuat kedua sepasang suami istri itu saling berpandangan, kecuali Rayyan yang masih memakan makanannya dengan santai.
"Jadi hari ini kamu berangkat sama siapa? " kini giliran Nisa yang bertanya
Rayyan menatap sengit ke arah Zoya, seolah berkata. 'Jangan meminta ku untuk mengantarmu.'
Melihat tatapan Rayyan yang membuat matanya mau melotot pun hanya mendapat cibiran dari Zoya.
"Aku tidak akan menumpang padamu, dasar pelit." ketus Zoya kepada saudara kembarnya itu.
"Aku meminta Ezra menjemput ku, mom, dad. Dan dia mau menjemputku hari ini. " kafa Zoya dengan semangat.
Mendengar ucapan Zoya membuat semua orang mulai curiga, kalau memang ada sesuatu yang spesial antara, Zoya dan Ezra.
Tak lama terdengar langkah kaki yang menghampiri ruang makan, Erhan tau itu pasti Ezra. Dia terlintas sebuah ide konyol untuk mengerjai dua anak manusia ini.
"Zo, daddy sudah melakukan pembicaraan dengan salah satu kolega bisnis daddy. Kami sepakat akan menjodohkanmu dengan putra pertamanya. "
Semua orang yang mendengar ucapan daddy Erhan merasa tersedak, dan langsung menatap Erhan dengan tatapan bertanya. Dan Erhan hanya mengedipkan sebelah matanya untuk memberikan jawaban kepada mereka. Sedangkan Zoya hanya tertunduk lesu, dan langkah kaki Ezra langsung terhenti saat mendengarkan penuturan daddy Erhan, sebelum mereka melihatnya datang.
Ezra langsung lemas setelah mendengarkan penuturan Erhan. Dia tidak pernah tau kalau Zoya akan dijodohkan seperti ini.
" Daddy nggak bercanda kan? " tanya Zoya seolah tak percaya dengan pernyataan daddy nya.
"Enggak, dong mana mungkin daddy main-main dengan ucapan daddy. "
"Kalau aku sudah punya kekasih bagaimana, dad? Apakah daddy akan tetap meneruskan Perjodohan itu ?" tanya Zoya yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan daddy nya itu.
"Tergantung siapa dulu yang menjadi kekasihmu Apakah dia jelas asal-usulnya, bibit, bebet dan bobotnya. Lalu yang terpenting adalah apakah dia mencintaimu dengan sepenuh hati . Jika tidak, lebih baik kamu menikah dengan orang yang daddy pilihkan untukmu ." Kata Erhan lagi, seolah dia tidak mau dibantah.
"Aku masih belum tahu perasaanku ,tapi pria itu sangat mencintaiku . Aku butuh waktu saja untuk meyakinkan diriku Apakah aku mencintainya atau tidak karena aku belum memberikan jawaban kepadanya ."
"Baiklah Daddy akan menunggu kamu memberikan jawaban kepada pria itu. Dan jika kau menerimanya, Suruh dia segera menghadap kepada kami berdua secara gentle. " tantang Erhan kepada Zoya dan Ezra secara tidak langsung
Mendengar Itu semua membuat hati Zoya maupun Ezra menjadi lega , akhirnya mereka bisa bernafas setelah sempat berhenti bernafas selama beberapa saat lalu.
Ezra lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang makan .Erhan yang melihatnya langsung menyuruh Ezra untuk duduk sarapan Bersama dengan mereka .
"Ezra kau sangat tampan , Apakah kau mau aku kenalkan dengan salah satu keluarga besar kami ." tanya Erhan yang sedang memakan suapan terakhirnya.
__ADS_1
"Maaf dad, saya masih belum ingin menikah. Karen saya masih menunggu jawaban dari seseorang yang sangat saya cintai. '
Note. : kalau kalian suka dengan novel ini, jangan lupa kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ yach. Baru dua orang yang ngasih bintang dilangit 😌😌😌