
Mobil mereka berhenti di halaman mansion. Dengan cekatan Rayyan langsung menggendong istrinya masuk ke dalam mansion.
"Ikut berkumpul atau langsung ke kamar? "
"Kamar." jawab Zahra singkat.
Rayyan hanya bisa menghela nafasnya, dan menuruti kemauan istrinya. Murad yang ada di sana melihat perdebatan mereka hanya menggelengkan kepalanya. Karena dia tau apa apa yang terjadi kepada mereka berdua saat ini. Zahra pasti sangat marah kepada Rayyan karena, telah berhasil menaklukkan nya dengan cara yang ajaib.
Erhan yang berjalan masuk dibelakang Rayyan juga hanya tersenyum tak habis pikir dengan kedua pasangan itu. Kalau sudah akur dunia serasa milik berdua, tapi kalau sedang bertengkar seperti kucing dan anjing.
"Bagaiamana keadaanmu, Murad. " sapa Erhan kepada anak sulungnya itu
"Jauh lebih baik. "
"Dimana Faza dan mommymu? " tanya Erhan sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Faza sedang di dapur. Aku memintanya untuk membuatkan ku jus semangka. Sepertinya segar di minum panas-panas begini. "
"Apa kau tadi terapi lagi? "
"Iya dad untuk melemaskan otot kakiku."
Faza keluar dengan membawa dua gelas jus semangka di tangannya . Dia terkejut saat ada Daddy Erhan duduk bersama suaminya .
"Daddy sudah pulang ?" Tanya Faza basa-basi
"Iya , dimana mommymu ?" tanya Erhan balik
__ADS_1
"Mommy sepertinya masih ada di kamar ,sebentar lagi aku panggilkan . Kalau begitu jus ini untuk daddy saja , nanti aku akan membuatkan yang baru ." Kata Faza yang ingin berlalu. tapi langkahnya terhenti saat mendengarkan ucapan daddynya
"Terima kasih Faza, daddy boleh minta tolong padamu?" kata Erhan sambil meminum jus yang diberikan oleh Faza.
"Minta tolong buatkan dua gelas jus semangka ini untuk Rayyan dan Zahra. suruh pelayan mengantarkannya ke kamar mereka. " Faza terkejut mendengar permintaan dari Erhan. Tapi dia langsung mengangguk mengiyakan.
"Baik, dad. " Ujar Fazs sambil berlalu..
"Faza sangat penurut ya ?" Ujar Erhan kepada Murad saat Faza sudah tidak terlihat .
"Iya Dad Aku beruntung mendapatkan Faza sebagai istriku , aku tidak bisa membayangkan kalau yang menjadi istriku adalah Zahra . Pasti akan ada perang setiap hari ." kata Murad sambil bergidik.
"Kau benar , sifatmu yang keras dan sifat Zahra yang juga keras tidak mungkin bisa disatukan . Sedangkan Rayyan dia selalu bisa menghibur semua orang dengan tingkah konyolnya dan sifat menyebalkannya bisa membuat orang sangat kesal. Mungkin karena itu , Tuhan sudah memberikan kita jodoh sesuai porsi kita masing-masing . Kamu yang keras memiliki jodoh Faza yang lembut dan penurut. Ezra yang dingin mendapatkan Zoya yang cerewet. Sedangkan Rayyan yang menyebalkan , mendapatkan jodoh Zahra yang sangat keras kepala dan barbar. Baru kali ini mention kita dimasuki oleh wanita Barbar seperti dia ." ujar Erhan yang mengingat tadi Saat ia melihat Zahra begitu marah dan memukuli Aliya dengan brutal .
"Terkadang seorang wanita harus bisa bersikap seperti itu, dad. Karena jika tidak bisa bersikap seperti itu dia akan mudah ditindas oleh orang lain ." kata Murad yang menyampaikan pendapatnya.
Di kamar Rayyan.
Perlahan Rayyan menurunkan Zahra di atas ranjangnya. Rayyan yang masih melihat Zahra terdiam dan terus cuek kepadanya merasa tidak nyaman . Karena dia lebih suka diomeli , daripada didiamkan seperti ini . Rayyan lalu duduk di samping ranjang Zahra , lalu menggenggam tangannya erat . Zahra yang ingin menepis tangannya pun , tidak bisa bergerak saat merasakan tangan Rayyan yang begitu kuat menggenggam tangannya .
"Zahra maafkan aku ya , bukan maksudku untuk berkata seperti itu . Tapi pada kenyataannya semua yang aku katakan itu benar . Tanpa adanya obat itu , kita tidak mungkin sedekat ini . Mungkin kita akan masih berjauhan seperti kemarin . Tapi berkat obat itu , Semalam aku sudah bisa memilikimu seutuhnya . Jadi kata-kataku yang mana yang salah di matamu . Aku benar-benar minta maaf padamu jika memang ada kataku yang salah . Jangan diamkan aku seperti ini , karena aku tidak suka suasana yang sepi , dan mencekam ." Kata Rayyan panjang lebar .
Mendengarkan ucapan Rayyan , Zahra kembali tersadar bahwa memang apa yang dikatakan Rayyan itu benar , Tidak ada salahnya sama sekali . Jika tanpa obat itu , mereka pasti masih seperti orang asing . Tidak bisa sedekat ini . Apakah Zahra harus memaafkan Rayyan , karena dia memang tidak bersalah dalam hal ini . Dan semua ucapannya itu pun , adalah fakta .
Zahra lalu mengangkat wajahnya dan memandang Rayan lekat-lekat.
"Ray, kalau aku menggantungkan hidupku padamu , Apakah itu tidak berlebihan . Karena aku tahu , yang aku miliki hanyalah diriku sendiri dan daddyku . Dan mungkin suatu hari nanti daddyku akan diambil oleh Yang Kuasa . Jadi, jika itu terjadi aku akan tinggal Sebatang Kara di dunia ini . Dan di saat seperti itu , Apakah aku bisa bersandar dan menggantungkan hidupku padamu ?" Tanya Zahra dengan wajah penuh harap dan keseriusan .
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan Zahra , dia tahu bahwa istrinya saat ini sedang dalam keadaan rapuh . Dia tahu , sesuatu yang berharga milik Zahra , telah Ia berikan kepadanya semalam . Jadi mungkin dia berpikir , jika suatu hari Rayyan mencampakkannya . Bagaimana dengan hidupnya nanti . Rayyan tahu semua kegunaan hati Zahra. Dia lalu melepaskan genggaman tangannya dan langsung mendekap tubuh Zahra dengan erat.
"Jangan terlalu memikirkan , hal yang belum tentu terjadi . Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu . Dan kamu juga harus berusaha menjadi istri yang baik untukku . Jadi kita akan berusaha saling mengisi kekosongan di antara kita . Dan sebagai seorang suami , aku tidak mungkin mencampakan kamu begitu saja , jika memang kau tidak melakukan sesuatu hal yang fatal di mataku , dan di mataku keluargaku .
"Aku juga minta maaf atas sikapku tadi , jika adakata-katakua yang menyakiti hatimu . Aku benar-benar minta maaf .Bukan maksud diriku menyakiti hatimu. Zahra... maaf kan aku. " Ujar Rayyan penuh penyesalan .
"Tidak Rayyan , mungkin akulah yang bersalah karena terlalu terbawa perasaan . "
Mereka pun akhirnya saling berpelukan mengungkapkan segala rasa yang mereka rasakan selama ini .
Kegiatan berpelukan mereka , terganggu oleh suara ketukan pintu kamar mereka . Dengan kesal Rayyan melepaskan pelukannya dari Zahra , dan berjalan menuju ke arah pintu. Melihat suaminya yang kesal , membuat Zahra terkekeh geli.
Rayyan langsung membukakan pintu kamarnya dan dilihatnya seorang pelayan yang berdiri di depan pintu kamar mereka .
"Ada apa , Kenapa kamu menggangguku ." tanya Rayyan dengan nada sedikit Ketus .
"Maaf tuan , ini ada jus semangka yang dibuatkan oleh Nona Faza atas perintah Tuhan Erhan . Katanya untuk mendinginkan perasaan yang panas ." ujar pelayan itu sesuai pesan yang di berikan Erhan kepada mereka berdua.
Mendengar hal itu membuat Rayyan , terbatuk . Rayyan langsung mengambil , jus yang dibawakan pelayan tadi . Kemudian segera menutup pintunya . Tidak menyangka saja kalau sang Daddy , begitu perhatian kepada mereka berdua .
"Ini minum lah , jus ini dibuatkan Faza atas perintah dari daddy . Katanya untuk mendinginkan perasaan yang panas . Itu yang disampaikan Daddy melalui pelayan tadi ." Ujar Rayyan panjang lebar kepada istrinya .
"Terima kasih Ray, karena aku memang sudah haus dari tadi . Mau minta kepadamu duluan , ya gengsi dong . Masak baru bertengkar langsung minta minum. " kata Zahra dengan tersenyum lebar.
"Makan itu Gengsi , kau tidak akan kenyang makan Gengsi , yang membuat kita kenyang adalah makan nasi ." ujar Rayyan yang sifat menyebalkannya keluar.
Dan itu membuat Zahra memitsr bola matanya malas, dia sama sekali tidak senang dengan sifat sombong dan arogan yang Rayyan miliki.
__ADS_1
Maaf baru up, karena ketiduran td abis minum obat.