Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Tak Terduga


__ADS_3

Di kamar,


Ezra mendudukkan Zoya di atas tempat tidur mereka, dan mendekapnya dengan erat. Dia tau, Zoya sangat ketakutan saat ini setelah mendengarkan percakapan Evan dengan Monica.


"Tenanglah, Zo... ini hanya sebentar. Aku akan mengawasimu dan Evan besok. Kau tak perlu khawatir. Kak Murad juga ada disana, begitu juga dengan Rayyan. Kau tidak akan sendiri, kami bersamamu, sayang." Ezra mendekap erat tubuh istrinya yang terlihat sangat tegang itu.


"Aku takut Ezra. " Zoya membalas pelukan suaminya tak kalah erat.


"Kau, tahu siapa aku kan? Aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun. "


"Tapi jika nanti berita itu tersebar... "


Itulah yang di khawatirkan Zoya selama ini, bukannya dia tidak mau membantu Evan, tapi dia takut kedatangannya di hotel bersama seorang pria asing akam memicu gosip miring tentang keluarganya, dan itu akan sangat merugikan keluarga mereka yang terpandang.


"Tidak akan ada berita atau gosip miring tentang keluarga kita Zahra. Apa kau tidak mengenal Sebastian? Ketua tim IT kita akan menyelesaikam semuanya dengan cepat. Jadi kau tak perlu khawatir. Dia akan menyelesaikan tugasnya secepat kilat. " Ezra berusaha menghibur Zoya, karena dia yakin tim yang dimiliki keluarga ini sangat handal dan bisa dipercaya.


"Baiklah aku mengerti. Aku percaya padamu, pada kakak dan pada tim IT kita. "


Sekarang untuk merelaks kan otot tubuhmu, bagaimana kalau kita bermain. " kata Ezra sambil menaik turunkan alisnya dan mulai membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya.


"Ezra... "


"Kenapa? aku ingin segara ada Zoya ataupun Ezra junior di dalam sini. " Ezra mengusap perut Zoya yang rata.


Akhirnya Ezra melakukan tugas sucinya malam ini untuk menenangkan otot syaraf Zoya yang tegang dengan caranya.


°


°


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali sesuai ucapan Erhan, hari ini dirinya dan Kemal akan terbang ke Jerman. Tanpa diantar siapapun, walau itu istri mereka sekalipun. Karena baik Erhan maupun Kemal tidak ingin ada yang menyakiti istri mereka saat mereka berjauhan.


Erhan sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, Dia juga sudah menghubungi Max di sana untuk memuluskan langkah mereka. Tidak ada yang perlu di khawatirkan karena Erhan sudah merencanakan semuanya. Dia tidak ingin istri dan anak-anaknya mengkhawatirkannya, sedangkan disini, mereka juga mendapatkan sebuah masalah.

__ADS_1


Tiga jam perjalanan, mereka tempuh tanpa kendala sedikitpun. Erhan dan Kemal disambut Max dan anak buahnya di bandara. Dan mereka segera meluncur ke markas Max yang dia gunakan untuk mengawasi Shofi dan Monica selama ini.


"Kenapa kalian tidak bilang kepada kami, kalau Monica akan pergi ke Turki, Max. " tanya Erhan saat mereka berada di perjalanan menuju markas.


"Maaf tuan, kami lengah. "


"Aku tidak menyangka mau bisa kecolongan Max. Apa anak buahmu tidak ada yang berkhianat kepadamu? " tanya Erhan sedikit curiga, karena tidak biasanya Max akan bekerja sembrono seperti ini.


"Maaf tuan, sejak mengetahui kami kecolongan, terhadap Monica, saya langsung melakukan pemeriksaan kepada anak buah saya. Dan memang tidak ada yang berkhianat tuan. Ini murni karena kalalaian anak buah saya yang tertidur saat berjaga. Kalau ada yang berkhianat, sudah pasti saya langsung menghabisinya di tempat. " ujar Max panjang lebar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Baiklah, aku percaya padamu. Aku ingin melihat situasi dan kondisi di rumah sakit maupun di rumah Shofie dan Monica. Setelah itu kita akan langsung bertindak. Aku tidak mau berlama-lama disini. " kata Erhan, sambil menatap jalanan kota Berlin yang terlihat sangat bersih itu.


"Baik tuan, saya mengerti. "


Jika Erhan dan Kemal sibuk dengan rencana mereka di Jerman untuk membuat perhitungan dengan Shofi. Maka lain halnya di perusahaan Khan. Hari ini Murad, Rayyan dan Ezra sedang melakukan persiapan untuk menyambut beberapa perwakilan perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan perusahaan mereka.


Tanpa mereka sadari sosok wanita cantik ikut bergabung bersama rombongan wakil dari beberapa perusahaan itu. Murad yang mengetahui siapa wanita itu langsung mengetatkan rahangnya dan mengepal kan tangannya.


Ezra yang melihat wajah tak biasa saudara iparnya pun mengikuti arah pandang Murad. Dilihatnya tatapan Murad sedang menatap seorang wanita.


"Jangan-jangan... " Ezra memiliki pemikiran sendiri tentang hal ini. Karena Murad bersikap tak seperti biasanya.


"Ray, lihatlah arah pandang kak Murad yang penuh kekesalan. " Ezra berbisik kepada Rayyan agar Rayyan juga waspada.


Rayyan yang mendapatkan bisikan dari Ezra pun langsung mengikuti arah pandang kakaknya yang benar-benar menahan amarah. Dilihatnya tangannya juga mengepal kuat.


Rayyan langsung mencekal lengan kakaknya , Murad yang merasa tangannya di cekal langsung melihat ke sampingnya, Dilihatnya Rayyan tengah menggelengkan kepalanya.


"Bersikaplah biasa saja kak, seolah kau tidak pernah mengenal siapa dia. " bisik Rayyan.


Moderator acarapun memulai sambutannya, dan memperkenalkan CEO dan wakil CEO diperusahan Khan yang membuat Murad dan Rayyan harus berdiri memperkenalkan diri mereka. Moderator juga memperkenalkan perwakilan dari beberapa perusahaan yang ikut serta dalam pertemuan kali ini .


Hingga pada saat perkenalan seorang perwakilan dari Jerman seorang wanita cantik berdiri dan memperkenalkan dirinya .

__ADS_1


"Perkenalkan saya Monica , saya perwakilan dari EJ Company Jerman. Senang berkenalan dengan anda semua. "


Akhirnya Monica memperkenalkan dirinya. Ezra dan Rayyan kini sudah tau seperti apa sosok Monica yang selama beberapa bulan ini mengganggu kehidupan keluarga mereka yang damai.


Dia memang memiliki wajah yang cantik tapi perangainya tak seperti wajahnya. Jika orang itu tidak mengenal Monica dengan baik dan hanya melihat luarnya saja mungkin mereka akan cepat terpesona dengan kecantikan wanita itu. Tapi untuk ketiga pria dari keluarga Khan yang sudah mengetahui siapa Monica, maka untuk melihat wajahnya saja mereka sudah merasa muak.


Pertemuan pun akhirnya dimulai, banyak perusahaan asing yang tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan K (Khan) karena perusahaan itu sudah merajai bisnis di Turki, dan saat ini mereka sedang mengepakkan sayapnya di dunia internasional. Tapi mereka tidak menyangka kalau perwakilan dari Jerman adalah Monica wanita cantik, licik dan satu lagi Dia tidak terduga.


Selama dua jam pertemuan itu diadakan, hingga akhirnya selesai juga. Jadwal berikutnya adalah mereka melakukan jamuan makan siang yang sudah di siapkan perusahaan. Murad dan Rayyan sudah merasa jengah dan tidak tahan lagi berada di pertemuan itu. Tapi mereka harus menghormati kolega bisnis mereka yang jauh-jauh datang untuk menemui mereka.


Hingga seorang wanita tidak tau malu menghampiri, Murad dan Rayyan yang sedang berbincang dengan salah seorang kolega.


"Hallo tuan Murad, kita bertemu lagi. " Sapa Monica kepada Murad.


Dengan senyum yang dipaksakan, Murad membalas sapaan Monica.


"Ternyata anda adalah salah satu perwakilan dari perusahaan yang datang nona Monica. "


"Iya, tuan. Saya juga tidak menyangka kalau anda adalah CEO dari perusahaan ini. "


Murad mengulum senyumnya. "Maafkan sikap kasarku kemarin, Nona. Karena aku tidak biasa berinteraksi dengan wanita asing. "


"Tentu, Tuan Murad. Saya memahami itu. Karena sekarang kita sudah saling mengenal, bolehkah kita menjalin hubungan yang lebih dekat lagi." kata Monica yang sudah berani ingin memegang lengan Murad.


"Maaf, nona Monica permisi." Secara tidak langsung Murad menolaknya dan beranjak dari tempat mereka berbincang, karena melihat sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Sayang,kau datang." Murad langsung mendekap erat tubuh kecil Faza ke dalam pelukannya. Agar tidak ada seorang pun yang mengetahui, wajah istrinya itu.


Murad langsung mengambil saputangan di sakunya dan menutupnya di wajah Faza hingga menjadi seperti burka.


"Biarkan seperti ini, sayang. Aku tidak mau orang lain melihat wajahmu. Apalagi disini ada Monica. "


Bisik Murad di telinga Faza. Dan itu membuat tubuh Faza menegang.

__ADS_1


__ADS_2