Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kekesalan Rayyan.


__ADS_3

Rayyan terbangun di pagi buta dan dia langsung ke kamar mandi seperti biasanya untuk menjalankan ibadah. Setelah selesai dia lalu segera kembali tidur, dan akan bangun setelah pukul tujuh pagi untuk bersiap ke perusahaan. Dia baru sadar kalau dia sudah menikah dan mencari dimana istrinya itu berada karena dia tidak ada di ranjang bersamanya. Rayyan lalu mencarinya di sofa yang terletak di sudut ruangan. Dan ternyata dia ada di sana , sedang tidur meringkuk dengan posisi tidak nyaman .


Rayan memperhatikan istrinya itu , terlihat cantik dan polos saat tertidur . Tapi kalau sudah membuka mata , maka hanya ada umpatan dan kata-kata kasar yang keluar mulutnya .


Perlahan Rayyan mengangkat tubuh Zahra , dan menidurkannya di ranjang . Saat selimut yang dipakai Zahra tersingkap , Rayyan bisa melihat kulit putih mulus tanpa noda sedikitpun . Dia menelan salivanya dengan susah payah . Setelah melihat pemandangan yang baru saja tersaji di depan matanya . Tapi Rayyan menguatkan dirinya , dan dia segera membaringkan Zahra di tempat tidur. Lalu menyelimuti nya..


Rayyan sendiri menggantikan posisi Zahra untuk tidur di sofa. Dia tidak ingin dicap sebagai orang yang memanfaatkan keadaan. Yang tidur di samping orang yang tidak ingin tidur bersamanya.


Pukul enam pagi, Zahra mulai mengerjap kan matanya, dan perlahan membuka matanya dengan lebar. Dia terkejut saat menyadari kalau sedang tertidur di ranjang milik Rayyan, padahal semalam dia sedang tidur di sofa.


Zahra lalu memeriksa seluruh tubuhnya, dan tidak ada yang aneh. Dia merasa lega. Zahra lalu melihat ke sofa, ternyata pria menyebalkan itu yang berada di sana menggantikan dirinya. Zahra langsung ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Tidak terlalu lama, dia segera keluar dengan tampilan yang sudah segar. Dia lalu menghubungi Mark, dan menanyakan kapan semua pakaiannya akan diantar . Karena di sini dia tidak memiliki pakaian , kecuali yang dipakainya kemarin .


"Iya sebentar lagi saya akan menyuruh seorang pelayan Untuk mengantarkan , seluruh pakaian dan perlengkapan Anda ke mension keluarga Khan . " Ujar Mark dari seberang telepon .


"Cepatlah , Aku tidak mau malu saat disuruh keluar nanti . " Kata Zahra dengan sedikit kesal.


Rayyan yang mendengar , istrinya itu uring-uringan di pagi hari segera membuka matanya . Dia langsung duduk , dan memperhatikan tingkah istrinya dari sofa .


Setelah menghubungi Mark, Zahra lalu membuka handuk di rambutnya . Karena dia telah keramas pagi ini , lalu perlahan dia mulai menyisir rambutnya dengan hati-hati . Rambut panjang yang bergelombang , sungguh sangat indah di mata Rayyan yang sedang memperhatikannya dari ujung sofa .


Rayan juga melihat pakaian , Zahra yang sedikit tersingkap saat dia menyisir rambutnya . Terlihat kulit putih semua susu itu lagi , membuat Rayyan berkali-kali menelan salivanya dengan susah payah .


"Begini ini kalau menikah tanpa cinta , meskipun sudah ada yang halal di hadapannya tapi belum bisa disentuh . Akh menyebalkan .. " gerutu Rayyan dalam hati .


"Kau sedang menelpon siapa tadi ?" Tanya Rayyan tiba-tiba dan itu membuat Zahra terkejut , karena tidak menyadari kalau Rayyan sudah bangun .


"Kau sudah bangun ?" Tanya Zahra balik tanpa menjawab pertanyaan Rayyan .


"Ya seperti yang kau lihat , aku terbangun gara-gara mendengarkan suara cerewet seseorang ." Sindir Rayyan .


Zahra langsung mengerucutkan bibirnya mendengar sindiran dari Rayyan . Dia Lalu mendekati Rayyan , dan duduk di sampingnya . Dan itu membuat Rayyan terkejut .


"Ray, aku tidak punya baju ganti . Terus nanti kalau aku disuruh turun harus pakai baju apa ?" tanya Zahra sambil merengek . Persis seperti Rayyan ketika sedang menginginkan sesuatu .


Melihat Zahra seperti itu , dia jadi seperti melihat dirinya sendiri ." Kenapa persis sekali sepertiku kalau sedang seperti itu" gumam Rayyan dalam hati .


Rayyan menghembuskan nafasnya kasar ,dia Lalu berdiri dan keluar dari kamarnya tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada Zahra ,yang sedang mengerucutkan bibirnya sambil komat-kamit menggerutui Rayyan .

__ADS_1


Rayan mengetuk pintu kamar Zoya , namun tidak segera mendapat jawaban .


"Ya ampun , Apakah pagi ini mereka juga melakukannya " gerutunya dalam hati .


Dia Lalu menuju kamar kakaknya , dan segera mengetuk pintu kamar Murad . Terdengar suara Faza yang menyuruhnya untuk menunggu .


Dan tak lama terdengar pintu kamar Faza dan Zoya terbuka .


"Ada apa Ray ?"


"Ada apa kak Ray? "


Tanya Faza dan Zoya bersamaan .


'Di antara kalian berdua , Apakah punya baju yang seukuran dengan Zahra ? Karena pakaiannya belum dikirim ke mari . Dia bingung karena tidak punya baju ganti, jadi aku mau meminjam dulu kepada salah satu dari kalian ." kata Rayan menjelaskan maksudnya memanggil Faza dan Zoya.


"Punyaku saja Ray . Karena postur tubuhku dan Zahra hampir sama . Kalau Faza dia lebih kecil badannya , jadi tidak akan muat untuk Zahra ." usul Zoya.


"Baiklah pinjamkan aku satu baju untuk Zahra . " pinta Rayan kepada Zoya .


"Dan untukmu Faza , maaf karena sudah mengganggu . "


Rayyan lalu mengikuti Zoya masuk ke dalam kamarnya , dilihatnya Ezra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah . Melihat itu membuat Rayyan berdecih tak suka .


"Cih dasar mesum ." dumel Rayyan .


"Bukan mesum Ray, tapi kami sedang melakukan hak dan kewajiban kami sebagai seorang suami istri. Kau jangan seperti itu , bukankah kau juga sudah punya istri . Apa kau semalam tidak diberi jatah oleh istrimu , sehingga kau marah-marah padaku ." Balas Ezra dengan telak .


Rayan tidak bisa menjawab saat saat Ezra mengeluarkan kata-kata pedasnya ,yang semuanya itu benar .


Dia disana hanya menunggu Zoya yang mengambil pakaian untuk Zahra . Tak berapa lama , Zoya datang dengan membawa sebuah pakaian yang masih tersimpan rapi dalam plastik .


"Ini masih baru Rey , dan belum aku pakai sama sekali . Berikan saja pada Zahra . Katakan ini hadiah dariku , dan jangan sungkan kepadaku . Sampaikan itu padanya ." kata Zoya.


"Baiklah akan aku sampaikan, apa kau mengenal Zahra ?" tanya Rayyan , yang melihat Zoya sepertinya mengenal Zahra istrinya .


"Iya aku mengenalnya , dia adalah temanku . Kalau kuliahnya ada 4 tingkat di bawahku bisa dikatakan dia juniorku dulu waktu di kampus ." Jelas Zoya .

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu , Aku pergi dulu, Zo .Makasih ya ." ucap Rayyan sebelum meninggalkan kamar saudara kembarnya.


"Sama-sama ."


Rayyan kemudian masuk kembali ke kamarnya , dan melihat Zahra yang termenung di balkon kamar . Dia Lalu mendekat , dan berdiri sejajar dengan Zoya yang sedang melamun .


"Ini . " Rayyan menyerahkan pakaian yang diberikan Zoya kepada Zahra.


"Apa ini ? " Tanya saya tak mengerti .


"Pakaian untukmu ." Jawab Rayyan singkat


"Dari siapa ? Apakah pelayanku sudah datang mengantarkan semua kebutuhanku kemari ?" cerocos Zahra.


Rayan Manggeleng , "Belum ."


"Aku meminjamkan ini kepada Zoya , tapi dia malah memberikannya kepadamu . Katanya berikan ini kepada Zahra dan aku disuruh mengatakan kalau ini adalah hadiah darinya untukmu . Dia Berharap Kamu menerimanya ." Kata Rayan jujur menyampaikan pesan dari Zoya .


"Benarkah ini untukku ?" Tanya Zahra yang masih belum percaya .


"Iya... bersiaplah , kita akan turun sebentar lagi . "


Rayyan lalu masuk ke dalam kamar dan segera membersihkan tubuhnya. Zahra kemudian menyusul. Dia segera bersiap, dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang Zahra berikan padanya.


"Baju ini cantik sekali. " Kata Zahra yang sedang mematut dirinya di depan cermin.


Saat dia sedang mematut dirinya di depan cermin , Zahra melihat pantulan tubuh Rayyan yang sangat menggoda kaum hawa . Perut kotak-kotak, dada bidang yang berotot serta otot tangan yang kekar. Semua ada pada tubuh Rayyan, yang membuatnya meleleh sesaat.


Zahra tak berkedip melihat penampaka tubuh Rayyan. Sampai suara Rayyan mengejutkannya


"Di mana pakaianku, Za ? Apa kau tidak menyiapkan , pakaian kantorku? " tanya Rayan , yang dari tadi mencari pakaiannya . Ternyata belum disiapkan oleh Zahra .


"Pakaian apa Ray ?" Tanya Zahra tak mengerti


Rayyan menghembuskan nafasnya kasar , ternyata benar kata Simon . Kalau Zahra tidak mengerti apapun tentang hubungan rumah tangga . Dia harus memulainya dari nol . Dan Sepertinya dia harus meminta bantuan dari sang mommy , untuk mengajarkan Zahra Bagaimana caranya melayani suami dengan benar .


"Sudahlah lupakan , Aku harap kau belajar cara melayani suami dari para wanita yang tinggal di mansion ini ." Kata Rayyan dengan kesal. Lalu dia masuk ke walk in closet dan mengambil baju gantinya sendiri seperti yang biasa dia lakukan sebelum memiliki istri.

__ADS_1


Zahra hanya tertegun saat mendengar kekesalan Rayyan . Apakah ada yang salah pada dirinya?


__ADS_2