
Selamat membaca semoga pembaca senang dengan novel yang saya buat
Pagi hari itu aku segera pergi kulia aku masuk di Universitas Ternama di Kota Jakarta .
Perkenalkan nama aku Dewa Pratama , Aku sering di panggil dewa ,
usia ku saat ini 20 tahun , Aku mengambil fakultas seni .
karena aku senang dengan seni bernyanyi dan musikal .
Tahun ini aku sudah masuk semester dua
Ini dia sahabat perempuan ku yang paling dekat dan mengerti aku.
kerena setiap aku ada masalah dia selalu ada untukku begitu pula aku sebaliknya kami saling mengenal dari SMK kami satu alumi dan rumah kami pun bertetanggaan yang ada di perumahan Pondok indah.
Perkenalkan nama sahabat saya Ayunda Dewi . Sering di panggil Dewi .
jelas kami selalu bersama jadi semua teman kampus tahu setiap ada Dewa pasti ada Dewi
Hari ini jadwal kami masuk ruangan mapel yang selalu buat aku bahagia yaitu praktek dari dosen.
Hari ini menggunakan alat musik.
Aku memilih gitar akustik dan Dewi menjadi vokalis nya .
Jujur suara Dewi sangat terdengar merdu aku sampai selalu melamun saat di bernyanyi dan gilirannya aku memainkan alat musik gitar dengan lagu berjudul Cinta tak bertuan dari band seventeen ini lagu favorit banget.
Selesai aku memainkan alat musik gitar akustik dan Dewi bernyanyi semua mapel hari ini selesai.
"Dew" suara dari arah pintu terdengar memanggil Dewi
"Iya , Wa kenapa?" jawab Dewi karena tahu pasti dewa siapa lagi kalau bukan dewa
__ADS_1
"Pulang langsung bareng atau ada kegiatan?" tegas dewa bertanya pada Dewi
"Aku ada perlu dulu wa" jawab Dewi dengan senyuman
"Kemana dan boleh aku antarkan kamu?" Seru permintaan dewa
"Tidak agak lama kamu duluan aja" sambil melambaikan tangan ke dewa
Sekejap Dewi jalan dan keluar dari kampus.
Ada yang aneh pada Dewi .
aku mengikutinya dan aku melihat jelas ada seorang cowok dengan motor besar warna merah yang sedang menunggu Dewi dan Dewi mendekatinya
Hati ku bertanya-tanya
"Siapa dia ? Ada apa dengan Dewi ? Kenapa dia tidak jujur ? bahwa dia ada yang menjemput" berbisik dan terus berguam dalam hati dengan rasa penasaran
Aku memilih untuk tidak mengikuti Dewi dulu aku naik motorku dan ku tancapkan gas menuju arah pulang
"Wa" suara jelas ini suara Dewi
"Iya , Dew. Kenapa?"jawab lesu dewa
"Kamu baru pulang juga ko sama malamnya kamu pergi main dulu ya?" tanya Dewi penasaran masih ada cowok samping dia
"Iya biasa cari angin males sampai rumah lebih awal" jawab dewa dengan berbalik arah ke pintu masuk
"Wa, kamu marah hari ini aku tidak pulang dengan mu?" Tanya kembali Dewi yang membuat dewa tidak jadi masuk
"Tidak !" Seru nada datar dari dewa
Dewa akhirnya masuk rumah dan Dewi juga masuk rumahnya cowok tersebut jalan pulang
__ADS_1
Tepat baru pukul 21.00 wib
pintu rumah dewa ada yang mengetuk
suara pintu dan panggilan dari luar
(Tok.. Tok dewa .. dewa)
Suara Dewi dan dewa yang asik main game menuju pintu untuk membuka kan pintu
"Iya . ada apa Dewi?" seru dewa sambil buka pintu
"Sudah makan belum wa?" tanya Dewi dengan biasa perhatiannya
"Belum . males makan!"nada rendah itu dan muka yang lesu dari dewa
"Aku membawakan ini makanan . boleh kah aku masuk dan mempersiapkan makanan ini di ruang makan?" pertanyaan yang lembut dari Dewi
"Masuklah siapa yang menolak dan melarang mu masuk" jawab dari dewa dengan mempersilakan Dewi masuk
Tepat di meja makan . makanan yang Dewi bawa sudah terhidangkan
"Dewa" Dewi memanggil
"Iya Dew" jawab dewa
"Ayo makan apa ada yang salah?" tanya Dewi
"Siapa cowok yang baru datang ke rumah mu?" dewa mulai bertanya akan rasa penasaran nya
"Dia..." Dewi ragu menjawabnya
"Tidak usah di jawab" tegas dewa
__ADS_1
Lanjut baca sambungannya ya pembaca
semoga seru dan menyenangkan