
Sambil mendengkus kesal Alan menatap pohon mangga yang berada di depannya, setelah ia berhasil meminta izin pemiliknya. Malam-malam bangunin tetangga demi meminta mangga, tidak pernah terbayangkan oleh Alan apalagi sampai ia harus memanjak begini.
"Sayang, emang tidak bisa di ganti yang lain apa tas, baju, sepatu, berlian gitu misalnya?"tanya Alan dengan nada memelas.
"Memangnya kamu pikir dagangan di tawar, ayo cepat di panjat ambil buahnya.."seru Vriska.
"Tidak apalah demi si buah hati..."ucapnya, Alan pun mulai memanjat pohon mangga itu, untung saja pohonnya tidak begitu tinggi.
"ayo hubby semangat.. semangat... "seru Vriska dengan girang ia memberikan tepuk tangan saat Alan sudah berhasil naik ke atas dengan susah payah.
"ish lihatlah dia bahkan begitu bahagia.."ucap Alan, "Aduh... ampun deh semutnya banyak banget..."seru Alan dengan kesal.
"Ayo hubby ambil mangganya lima biji saja ya.."teriak Vriska dari bawah.
Alan pun mengikuti perintah sang istri, ia memetik mangga itu lalu menjatuhkannya di bawah.
"Cukup hubby sudah ada lima, ayo turun..."ucap Vriska ia pun mengambil buah itu.
Alan menelan salivanya kasar, melihat ke bawah ia jadi merinding takut jatuh. "Gimana turunnya ini, aku bisa naik tapi gak turun.."
__ADS_1
"Sayang.."panggil Alan
"Vriska.."
Alan melihat ke bawah sudah tidak ada Vriska, "Aku bahkan belum turun dia sudah pulang duluan.. Yang benar saja.."seru Alan
Perlahan Alan pun mencoba untuk turun dari pohon itu, namun saat sampai di tengah kakinys meleset dan terjatuh...
Bugh... "Aduh ..."Alan meringis merasakan sakit di bagian punggungnya.
ππππ
"Aku kok merinding ya liat kamu makan mangga begitu, aku tebak itu pasti sangat asem.."ucap Alan, kini ia duduk di sebelah Vriska.
"Manis kok, ayo bukalah mulutmu hubby.."Vriska mengambil potongan mangga itu dan menyuapi suaminya.
Alan menggeleng "Aku tidak mau.."
"ayo cobalah sedikit saja, ini kemauan anakmu lho ..."ucap Vriska dengan sendu.
__ADS_1
Melihat wajah sang istri begitu memasang wajah melas, apalagi Vriska bilang itu kemauan anaknya, "Alan pun akhirnya membuka mulutnya.."
Begitu ia menggigit mangga itu ia langsung meringis, "Manis dari mana coba, ini sangat asem aku tidak bisa menelannya.." Alan langsung bangkir berlari ke arah dapur dan memuntahkannya di wastafel.
Sementara Vriska malah tertawa senang melihat reaksi Alan saat memakan mangga yang ia berikan.
"Sayang sudah cukup ya, kasihan lho dedek bayinya masa di kasih buah asem begitu."Alaj mencoba menyingkirkan buah mangganya dari hadapan Vriska.
"Tidak mau, aku masih ingin makan.."
"Aku takut kamu sakit perut, buahnya di ganti aja dengan buah yang lain kemarin kan aku beli banyak.."
"Tidak mau, buat kamu saja sana. Siapa juga yang nyuruh beli buah sebanyak itu"seru Vriska dengan kesal.
Alan mengelus dadanya mendengar penuturan sang istri. Alan tau semenjak hamil istrinya itu emang hobi makan, meski terkadang jika terlalu makan banyak ia akan merasa begah kadang sampai menimbulkan mual hingga ia kembali muntah-muntah, namun jika di ingatkan selalu saja ngajak debat.
πππ
Jangan lupa like, komen, hadiahnya
__ADS_1
bersambung..