
Aku ingin kamu yang menemaniku membuka pagi hingga melepas senja, menenangkan malam dan membagi cerita.
_Boy Chandra_
πππ
Sementara itu di bawah Aldo menggeram kesal setelah menerima telpon dari Rava "Apa-apaan sih Tuan Rava pake minta di belikan baju segala, mengganggu kesenanganku saja" sungutnya penuh kekesalan.
"Ada apa sayang.."tanya Livia yang merasa terganggu dengan ocehan suaminya itu.
"Tidak apa-apa sayang, tunggulah di sini sebentar, aku akan keluar sebentar.."ucap Aldo
"Kemana..? mau cari cuci mata, dengan meninggalkan istrimu sendiri begitu"decak Livia.
Aldo harus banyak bersabar, istrinya yang tengah hamil muda itu selalu saja sensistif dan suka berfikir semaunya.
"Jangan bicara yang tidak-tidak, aku harus pergi ke butik ,atasanmu itu menyuruhku untuk membelikannya baju lalu mengantarkannya ke lantai lima, kau tau bukan pekerjaanku bagaimana mana mungkin aku sempat melirik wanita lain, istriku bahkan jauh lebih cantik dari wanita manapun."jelas Aldo, yang mampu membuat Livia merasa bersalah.
"Maaf,.."ucap Livia "Kalau gitu aku ikut, biar aku yang membantumu.."sambungnya
"Aku takut nanti kau kelelahan,"kata Aldo
"Tidak, anak kita bahkan sangat pengertian"sahut Livia sambil menggandeng lengan Aldo untuk keluar menuju Butik terdekat dari hotel itu.
Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, Aldo dan Livia segera mengantarkannya ke kamar Rava. Aldo mengetuk pintu kamar yang bertuliskan angka 7A.
"Tuan ini saya, mengantarakan apa yang anda minta" ucap Aldo, Rava pun membuka pintunya lalu menerima paperbag yang Aldo bawa. Aldo berusaha melihat ke dalam tapi Rava menghalanginya.
"Jangan berani melihat istriku masih tidur"cetus Rava, Aldo hanya nyengir tanpa tanpa rasa salah, meski begitu Aldo tau apa yang telah terjadi pada atasannya itu, apalagi melihat Rava membukakan pintu untuknya hanya memakai bathrob saja.
"Tuan yang menikah itu kakak iparmu, tapi anda yang menikmati malam pertama, eh siang pertama maksudku.."ucap Aldo tanpa rasa takut.
"Memangnya ada siang pertama,"Rava mengerutkan keningnya, asistennya itu selalu punya kata-kata yang nyeleneh dan tidak di mengerti.
"em maksud saya.."
Ucapan Aldo terpotong oleh Rava "Ngomong-ngomong makasih ya bajunya, pergilah sana.."ucap Rava setelah itu menutup pintunya.
Aldo langsung berbalik berjalan ke arah Livia yang sedang menunggu sedikit menjauh darinya tadi, ia menggandeng pinggang istrinya.
"Sayang, bagaimana kalau kita juga ke kamar sebelah"ucap Aldo
Livia mengerti apa yang Aldo maksud, ia langsung melepas tangan Aldo "Pergi saja sendiri sana.."cetus Livia lalu meninggalkan Aldo sendiri, Aldo menelan ludahnya kasar.
"Wanita memang aneh bukan, di ajak senang-senang tidak mau ya sudah.."decaknya lalu ia pun menyusul Livia kembali ke pesta.
ππππ
Setelah mendapatkan bajunya Rava segera berganti pakaian, tidak lama Davis terbangun untungnya ia sudah mandi jadi ia menggendongnya.
"Davis sudah bangun ya.."tanya Dinda sambil mengucek matanya.
"Iya, mumpung dia masih diam, pergilah mandi"sahut Rava.
Dinda pun lalu membungkus dirinya dengan selimut lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Untuk apa begitu, padahal aku sudah melihat semuanya.."ucap Rava seorang diri sambil terkekeh.
Lima belas menit kemudian Dinda keluar hanya memakai bathroob nya, terlihat Davis menangis sepertinya ia haus.
"Sini sama Mommy sayang, kau haus ya.."Dinda mengambil alih Davis dari Rava lalu ia duduk di sofa dan menyusui Davis.
Rava melihat itu "Pantas saja dia begitu gembul, dia begitu rakus begitu, bagi Daddy dong sayang.."ucap Rava yang langsung mendapat cubitan dari Dinda.
"Aww sakit sayang,.."teriak Rava
"Diam dan jangan bicara yang tidak-tidak padanya,"seru Dinda
Rava pun langsung terdiam, ia melihat ke arah rambut Dinda yang basah. Kemudian Rava berdiri mengambil hair drayer,.
"Kau mau apa..?"tanya Dinda
"Mengeringkan rambutmu,? memangnya kau mau keluar dengan rambutmu yang masih basah itu"seu Rava
"Aku tidak masalah kok.."jawab Dinda
"Diamlah, biar aku yang mengeringkannya.."ucap Rava, kemudian Rava menyalakan hair drayer dan mengeringkan rambut Dinda.
Setelah di rasa sudah kering dan Davis sudah kenyang Dinda memberikannya pada Rava, lalu ia kembali masuk ke kamar mandi mengganti bajunya.
"Sudah, ayo kita keluar.."ajak Rava setelah melihat Dinda keluar dari kamar mandi dengan pakaianya yang sudah rapi.
"tunggu.."cegah Dinda
"Apalagi.."Rava mengerutkan keningnya.
"Biarkan saja, nanti akan ada petugas hotel yang membersihkan dan membuangnya.."ucap Rava
"Tidak mau, gaun itu. Aku sangat menyukai gaunku itu, tidak boleh di buang pokoknya harus di bawa pulang.."ucap Dinda
"Aku akan membelikannya lagi nanti,okey.."jata Rava
"Tidak mau, pokoknya aku mau membawanya pulang, memangnya kau tidak malu apa seseorang membersihkan kamar ini dengan adanya pakaian yang berserakn begini"ucap Dinda sembari mengambil bajunya dan baju Rava lalu melipatnya kembali dan menaronya di paper bag bekas pakaian yang Aldo belikan tadi.
"Baiklah terserah kau saja"Rava pun akhirnya mengalah.
ππππ
Setelah selesai pesta pernikahan Alvano dan Alisa, kini mereka pun menggelar acara makan malam keluarga besarnya.
Terlihat semuanya telah berkumpul di meja makan, tidak lama pula Rava dan Dinda datang.
Semuanya memandang ke arah Dinda dan Rava, "Kenapa semuanya melihat ke arah kita"bisik Dinda pada Rava.
"Mungkin saja mereka melihat jika kita pasangan yang serasi, bahkan pengantin barupun kalah"seru Rava dengan asal.
Dinda dan Rava duduk bersebelahan, "ehem jika terus begini Davis akan segera punya adik ni"ceplos Mama Imel
"Aku sih tidak masalah, malah senang akan mendapat banyak cucu"sambung Mama Dewi
"Papa mah yang penting mereka bahagia lah"seru Papa Adi
__ADS_1
Dinda masih tidak mengerti arah pembicaraan mereka," apa yang mereka maksud"tanya Dinda
"tidak apa-apa, anggap saja tidak ada orang bicara di sini"sahut Rava sambil berusaha mengambilkan makanan istrinya, karena Dinda kini tengah menggendong Davis jadi akan kesusahan jika mengambil makanan sendiri.
"Kenapa hanya satu piring. Kau tidak makan."tanya Dinda
"Bukankah akan lebih nikmat jika satu piring berdua, aku akan menyuapimu.."seru Rava sambil tersenyum manis.
"Tidak mau, itu akan memalukan aku akan makan sendiri,.."bantah Dinda
"Sudahlah kau hanya perlu diam dan aku yang akan menyuapimu.."ucap Rava
Dengan terpaksa dan menahan malu Dinda pun menerima suapan dari Rava, karena mau bagaimana lagi saat ini ia tengah menggendong Davis.
Semua orang memandang ke arah mereka, tidak terkecuali kedua orang tua Alisa yang ikut merasa bahagia.
"Sekarang Rava bucin parah dengan adikku itu ya.."ejek Vano, yang mendapat sikutan dari Alisa.
Dinda yang mendengar ucapan kakaknya merasa malu, "Biarkan saja, anggap saja tidak mendengar.."seru Rava
Semua hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rava kini yang seolah dunia milik berdua.
"Seraya dunia milik berdua saja kalian, menyebalkan.. Bahkan kalian mencuri start malam pertamaku.."Ucap Vano
Dinda yang mendengar ucapan kakaknya itu hampir tersedak, untungnya dengan sigap Rava mengambilkan minum untuknya.
"Vano diamlah, setelah ini juga tidak masalah jika kau ingin menikmati malammu, jangan mengejek adikmu, kau tidak lihat dia terlihat malu begitu"ucap Papa Dicky, Vano terkekeh mendengar sementara Alisa merasa malu.
"Papa aku hanya bercanda.."ucap Vano
"Salah sendiri kau terlalu menikmati pestamu sehingga kau bisa kalah start denganku"seru Rava setengah mengejek kakak iparnya itu.
"Sudahlah sekarang waktunya kita makan, jika kalian berdebat terus kapan kita bisa makan.." ucap Mama Dewi
Mereka kembali melanjutkan makannya, setelah selesai semuanya kembali pulang, di situ hanya tinggal Alvano dan Alisa saja.
"Aku pulang dulu ya, cepat berikan aku ponakan yang lucu biar Davis ada teman main ya.."ucap Dinda pada Alisa.
"Tenang saja aku pasti akan memberikanmu ponakan yang banyak, sekarang pergilah.."seru Vano
Alisa melirik sinis ke arah Vano "jika kau mau banyak, kau saja yang mengandung.."seru Alisa kemudian meninggalkan Vano.
Rava dan Dinda terkekeh mendengar ucapan Alisa.
"Sayang bukan begitu maksudku.."ucap Vano sambil menyusul Alisa pergi ke kemarnya..
πππ
πππAku kasih yang manis-manis dulu lah, kasihan kan Dinda dan Rava kemarin udah merasakan pahit terus..hihihi, Jangan bosen dulu ya readersπππ
ππJangan lupa komen, like, dan votenya... Karena dukungan kalian sangat berarti bagiku, untuk menambah semangatku..ππ
ππterimakasih, selamat membacaπππππ
Bersambung..
__ADS_1