Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love story Alan_Bukan Cinta Tapi Obsesi


__ADS_3

Alan sudah beberapa hari mencari keberadaan Disty. Dan pada malam hari ini kebetulan sekali Alan melihat Disty baru keluar dari sebuah toko roti di pinggir jalan, bukan untuk membeli namun Disty keluar mengenakan seragam toko roti itu. Alan segera menghalangi jalan Disty.


Disty tersentak kaget dengan kedatangan Alan yang sudah berada di depannya.


"Alan, untuk apa kau di sini..?"tanya Disty


"Untuk dirimu.."sahut Alan


"Ada apa denganku.."tanya Disty dengan berpura-pura tidak tau.


"Kenapa kau menghindar dariku, kau fikir aku tidak akan menemukanmu. Aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti dulu saat kau pergi meninggalkanku"ucap Alan


Disty tersenyum masam "Aku pergi juga karena dirimu Alan, itu adalah kemauanmu"sahut Disty


"Pulanglah Alan jangan ganggu aku lagi, jangan membuat aku merasa bersalah atas hubunganmu dan Vriska"sambung Disty


"Jika aku tidak mau.."sahut Alan


"ku mohon menikahlah dengannya, jangan hiraukan aku. Alan aku sudah banyak berhutang budi pada keluarga mereka, dan sekarang kau membatalkan pernikahanmu dengan Vriska hanya karena aku. Alan aku bukanlah wanita yang pantas untukmu."tutur Disty dengan senyum kecut .


"Lalu menurutmu Vriska pantas untukku? katakan jika kau juga mencintaiku Disty"tanya Alan


Disty menggelengkan kepalanya "Bagiku hubungan kita saat ini hanyalah sebatas teman, aku tidak mencintaimu Alan. Pergilah dan menikahlah dengan Vriska"ucap Disty setelahnya ia berjalan keluar.


Alan terdiam mematung "Baiklah aku akan menikah dengan Vriska, jika itu maumu. Aku menikah dengannya demi dirimu, bukan atas nama cinta"ucap Alan


deg.. ucapan Alan membuat hati Disty berdenyut sakit namun ia tetap melangkahkan kakinya.


*Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja. Apa yang ku lakukan sudah benar bukan. lirih Disty matanya tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹*


Setelah pertemuannya dengan Disty, Alan segera menghubungi Vriska untuk melanjutkan pernikahannya dengan syarat ia harus menjalin hubungan yang baik lagi dengan Disty . Meski terkesan berat namun Vriska menyetujuinya.


Awalnya Alan berfikir jika Disty memang mencintainya ia akan memperjuangkan cintanya, sementara ia akan meminta bantuan tentang perusahaannya pada Rava. Karena kondisi perusahaannya semakin memburuk, papanya juga belum sepenuhnya pulih.


Brawijaya juga terus mendesak Alan untuk menikah dengan Vriska agar Om Danu kembali mau berinvestasi di perusahannya.


Aku rasa ini akan menjadi sebuah pernikahan bisnis, batin Alan


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Vriska tersenyum senang setelah mendapat telpon dari Alan, tidak lama pintu kamarnya terbuka ternyata Mama Lita yang datang.


"Putri mama sedang, kau tampak senang..?"tanya Lita


"Kau yakin..?"tanya Lita sambil mengerutkan dahinya.


"Tentu saja, mana mungkin aku bohong, "sahut Vriska.


"Tapi bukannya kemarin dia sudah membatalkannya"tanya Lita


"Tentu saja aku tidak terima dia membatalkan pernikahannya demi Disty, aku sudah melakukan segala cara aku bahkan sudah menyuruh papa untuk mencabut investasi di perusahaannya, bukankah aku hebat ma.."


Lita menggelengkan kepalanya pun ia terkejut "jadi kau melakukan semua itu hanya demi Alan kembali padamu"


Vriska menganggukan kepalanya" tentu saja ma, apapun akan aku lakukan demi mendapatkannya kembali"


"Kau yakin kau mencintainya..?"tanya Lita

__ADS_1


"Tentu saja, jika aku tidak mencintainya untuk apa repot-repot berbuat seperti itu, untuk membuatnya kembali"seru Vriska.


Lita menghela nafasnya, dari sini ia mengerti perasaan Vriska sesungguhnya pada Alan "Itu bukan cinta, tapi itu obsesi"jelas Lita


deg..


Vriska terdiam membisu "Aku mencintainya makanya.."


"Dengar dulu kata mama sayang. Jika kau mencintainya kau tidak akan tega melakukan semua itu, apalagi saat ini kau sudah tau perasaan Alan padamu sesungguhnya. Mungkin saja kau bisa mendapatkannya kembali, tapi hanya raganya sementara hatinya tidak bersamamu. Nak pernahkah kau berfikir pernikahan seperti apa yang akan kau jalani nantinya, karena Alan tidak mencintaimu. Akan banyak air mata yang kau dapatkan nantinya, itu akan membuatmu semakin terluka. Bukankah memang lebih baik jika Alan berterus terang sekarang, sebelum semua terlambat."seu Lita,


"Tapi ma aku tidak terima jika Alan mencintai Disty"seru Vriska.


"Itu berarti Alan bukan jodohmu sayang. Percayalah kau akan mendapatkan pria yang lebih baik darinya. Memangnya kau tidak ingin membuat Disty bahagia, dia bahkan sangat sayang padamu. Dia rela melakukan apapun padamu, karena ia telah menganggapmu seorang adik. Dulu ia bahkan rela melindungimu saat kau hampir tertabrak mobil demi melindungimu yang hampir tersrempet mobil."jelas Lita.


"Sayang mama tau kau juga menyayangi Disty jangan putuskan hubungan kalian hanya karena seorang pria. "sambungnya


Vriska terdiam, ingatannya kembali pada percakapan Alan dan Disty saat tadi Disty pulang kerja. Tadi Vriska juga tidak sengaja melihat dan mendengar apa yang mereka katakan.


"Mama keluar dulu, pikirkan perkataan mama ya sayang, Mama hanya ingin kau bahagia."ucap Lita sebelum keluar.


Vriska mengambil sebuah foto di laci, foto ia bersama Disty lalu ia mengamatinya.


"Sebenarnya aku merasa sangat kesepian Disty tidak ada bersamaku, tapi aku tidak tau kenapa tiba-tiba aku begitu membencinya. Tapi setelah mendengar pembicaraannya dengan mama, aku jadi merindukannya.."lirih Vriska.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹jangan lupa like, komen, vote nyaπŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2