Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Pergi


__ADS_3

Rava yang melihat Dinda sontak kaget, tanpa menunggu penjelasan apapun darinya Dinda terus berlari keluar dari perusahaan Rava.


Rava berusaha untuk mengejar Dinda namun sampai depan loby Rava sudah tidak melihat keberadaan Dinda, sebelum kemudian Livia memberitahukan bahwa meeting akan segera di mulai dan Rava sudah di tunggu. Akhirnya ia melangkah masuk dan menunggu nanti untuk menjelaskan pada Dinda.


u matanya terus mengalir, matanya tampak bengkak. Ia langsung berlari ke kamarnya, sepanjang jalan ia sudah memutuskan untuk menyerah sampai di tahap ini. Ia pun mengambil kopernya lalu memasukan baju-bajunya.


Lalu ia mengambil sebuah kertas dan menuliskan pesan untuk Rava, setelahnya ia pergi. Kebetulan sekali hari ini Bibi pun sedang libur kerja jadi memang ia hanya sendiri di rumah, untuk itu ia bisa pergi dengan leluasa. Sebelum beranjak keluar ia mengamati setiap sudut kamarnya.


"Selamat tinggal kak Rava, aku menyerah , aku tidak akan pernah bisa bersaing dengan orang yang sudah tiada" ucapnya


Saat ini ia telah berada dalam mobilnya, lalu ia mejalankan mobilnya dengan pelan, tibalah di sebuah taman ia memberhentikan laju mobilnya. Ia tengah berfikir jika ia harus pergi ke mana.


"Aku harus kemana, jika aku pulang aku akan membuat semua keluargaku kecewa, saat ini aku sedang tidak ingin bertemu siapa-siapa, jika aku ke tempat Alisa akan dengan mudah Kak Rava mencariku, aku tidak butuh penjelasan apapun darinya. Ah aku tau, aku akan pergi ke suatu tempat yang Kak Rava tidak akan tau, aku akan menitipkan mobilku di rumah saudara papa"ucap Dinda

__ADS_1


****


Setelah menitipkan mobilnya pada Bibinya Dinda pun pergi, sebelumnya bibinya telah bertanya ia akan kemana, namun Dinda menjawab akan liburan, ia juga berpesan jika ada yang bertanya tentangnya untuk tetap tidak memberitahukannya.


Setelah sampai di terminal Dinda pun menaiki bus untuk menuju ke tempat yang ia tuju. Bisa saja ia pergi ke luar negeri , tapi untuk saat ini belum ingin pergi ke sana.


Mengingat perkataan Rava tadi siang membuat hati Dinda sakit dan miris, tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya.


*******


Hari telah berganti malam Rava pun telah sampai di rumahnya. Saat sampai di garasi ia tidak melihat mobil Dinda. Ia tidak ingin berfikiran yang tidak-tidak lebih dulu, untuk itu ia tetap masuk ke dalam dengan tenang. Saat sampai di kamarnya ia mengedarkan pandangannya mencari Dinda namun tidak menemukannya. Lalu ia beralih ke kamar mandi, balkon pun tidak ada.


Ia pun menuju dapur sama saja juga tidak menemukan Dinda. Mendadak ia merasa cemas khawatir takut kehilangan menjadi satu, lalu ia kembali ke kamar membuka lemari pakaian Dinda pun tidak ada sehelai benangpun baju Dinda di sana.

__ADS_1


"Apakah Dinda pergi, aku harus mencarinya sekarang, dia tidak boleh pergi. Aku tidak mau kehilangannya."Ucap Rava dengan mata yang memerah. Mengusap wajahnya dengan kasar lalu ia berlari ke mobilnya untuk mencari Dinda.


.


.


.


.


.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2