Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Masa lalu Alan(end)


__ADS_3

Masih flashback ya


Hari terus berlalu hubungan Disty dan Alan juga semakin dekat, meski awalnya Disty sempat dilema berada dekat dengan Alan apalagi rumor dia yang di bilang playboy dan juga termasuk cowok yang banyak di kagumi para gadis. Namun ia mencoba menepis pikiran semua itu, toh selama ia dekat dengan Alan pria itu selalu memperlalukan dengan baik.


Kedekatan mereka mengundang rasa iri pada teman-teman di kampusnya, namun Alan mencoba cuek meski kadang Disty merasa risih dengan tatapan-tatapan mereka .


Merasa hubungannya dengan Disty sudah dekat, suatu waktu Alan mengajak Disty makan malam di sebuah cafe. Ia berniat untuk mengungkapkan perasaannya.


Awalnya ia ragu kalau nanti Disty bakal nerima menjadi pacarnya ia takut jika suatu waktu Disty akan tau mengenai taruhannya dengan Andra. Tapi ia sudah tidak bisa mundur lagi ia sudah terlanjur menyanggupi.


Dengan keberaniannya akhirnya Alan mengungkapkan perasaanya ingin menjadikan Disty sebagai kekasihnya, Disty pun menerima perasaan Alan. Mereka akhirnya jadian.


********


Hubungan mereka semakin dekat sebagai pasang kekasih, Disty merasa sangat beruntung bisa menjadi kekasih Alan. Kemana pun Disty pergi pasti Alan akan dengan senang hati mengantar Disty. Tidak terasa waktu cepat berlalu hubungan mereka telah berjalan hampir tiga bulan lamanya.


Kini Andra, Caka, Alan sedang makan siang di kantin.


"Bagaimana hubunganmu dengan Disty" tanya Andra memecah kesunyian.


"Baik, kenapa?" tanya Alan balik


"Kau tidak lupa bukan dengan taruhan kita." ucap Andra.


"Sudahlah Andra kau ini kenapa sih, biarkan saja lupakan soal taruhan itu, kalian harusnya sadar Disty bukan barang yang bisa kalian pertaruhkan lalu seenaknya nanti Alan bisa buabg gitu saja. Kalian tidak seharusnya mempermainkan perasaan Disty, ku lihat dia gadis baik-baik. Kalau memang Alan tidak mencintai Disty sebaiknya putuskanlah secara baik-baik jangan buat dia kecewa, atau kalian nanti akan menuai karma dari apa yang kalian perbuat saat ini." Nasehat Caka, dari ketiganya memang hanya Caka yang mempunya hati yang lembut dan juga ramah. Dia juga paling pintar dari teman-temannya, sekalipun belum pernah ia bolos dari mata kuliahnya. Putra dari seorang pemilik rumah sakit itu memang termasuk jenius juga anak yang disiplin, makanya orang tuanya begitu bangga padanya.

__ADS_1


Mereka terus ngobrol membahas soal pertaruhan yang telah Andra dan Alan buat, mereka seolah tidak peduli saat ini mereka berada di mana. Tanpa mereka sadari obrolan mereka mengundang penasaran semua orang.


Kebetulan Disty dan Dara saat ini tidak ada di kantin, tanpa mereka sadari seseorang telah merekam pembicaraan mereka dari awal hingga akhir lalu mengirimkannya ke Disty. Dia menggunakan no tanpa identitas asli.


Setelahnya ia menyunggingkan senyumnya, merasa menang, dialah Clara gadis yang selama ini mengejar-ngejar Alan, namun sama sekali tidak di respon Alan.


*****


Disty dan Dara sedang duduk di taman membahas mata kuliah yang begitu rumit, sampai bunyi sebuah pesan di hp Disty menghentikan kegiatan mereka. Tidak menunggu lama Disty membukanya, betapa terkejutnya ia matanya membulat sempurna lalu perlahan air matanya jatuh. Di video tersebut merekam secara jelas pembicaraan Alan, Andra, dan Caka yang membahasa soal taruhan. Juga menyebut jaminan-jaminan setelah Alan bisa menjadikan Disty kekasihnya tiga bulan setelahnya ia harus memutuskannya.


Merasa sangat marah dan geram Disty memutuskan untuk menghampiri Alan di kantin . Dara berusaha bertanya pada Disty ada apa, tetapi Disty tidak menjawab jutru malah meningalkannya, merasa akan terjadi sesuatu Dara mengikuti Disty.


Sesampainya di kantin mendapat ketiga malah sedang asyik tertawa bersenda gurau seperti telah memenangkan sesuatu. Menyadari kedatangan kekasih Alan lantas menghentikan kegiatannya ia mendekati kekasihnya ketika ia hendak merangkulnya. Disy justru mendorong dengan sekuat tenaga lalu menamparnya, membuat semua yang berada di situ terkejut terutaman Caka, Andra, dan Dara. Sedangkan Clara merasa senang ia bisa membalas Alan yang selama ini selalu mengacuhkannya.


"Kenapa? kenapa kau menamparku. Apa salahku sayang." tanya Alan sambil mengelus pipinya bekas tamparannya.


"Apa maksudmu?" ucap Alan dengan keras merasa tidak terima dengan tuduhan Disty, meski tuduhan itu ada benarnya.


Sedang Disty merasa geram lalu membuka hp nya kembali menyerahkan ke Alan.


"Lihatlah...." ucap Disty menyerahkan rekaman Video lalu Alan melihatnya. Betapa kagetnya ia kenapa Disty mempunyai video ini siapa yang mengirimnya.


"sayang, aku... aku bisa jelaskan semuanya please percaya sama aku." ucap Alan


"Cukup tidak perlu di jelaskan. Aku mau kita putus saat ini juga tidak perlu menunggu tiga bulan. Kau benar-benar brengsek tidak punya hati kau mempermainkan perasaanku. Kau bahkan mempermalukanku. Dengan sengaja ataupun tidak kau berbicara soal taruhan ini, aku yakin bahkan sekampus ini tau pembicaraanmu dengan teman-temanmu. Kenapa aku begitu mudah percaya padamu. Sungguh aku menyesal"ucap Disty dengan emosi juga air mata yang tak henti keluar.

__ADS_1


"Maafkan aku Disty..."ucap Alan


"Tidak, aku tidak akan pernah memafkanmu. Perlu kau tau hukum karma,. Suatu saat kau akan merasakan bagaimana sakitnya mencintai seseorang tanpa balasan. Saat ini mungkin kau bisa memacari gadis manapun tanpa cinta, aku yakin sekalinya kau menemukan gadis yang kau cintai, dia tidak akan membalas cintamu. Kau kan merasakan bagaimana rasanya di permainkan seperti aku saat ini" ucap Disty dengan tegas lalu berlaly pergi.


Sedang Alan masih berdiam diri, merasa kaget dan tidak terima.


Apa-apaan dia berbicara seperti itu,tidak aku terima lah masa bodohlah. Toh tujuanku telah tercapai, tapi kenapa hatiku merasa tidak terima ia minta putus. Tidak ini salah.. aku tidak papa. Ah masa bodoh dia mau berbicara apa. Ucap Alan dalam hati


******


Hari terus berlalu semenjak putusnya hubungan Alan dan Disty membuat Alan kembali menjadi playboy seperti biasa, ia merasa tidak peduli dengan Disty. Baginya kalau sudah putus ya putus. Sesuai janji Andra, Alan pu mendapatkan apa yang Alan mau dan Andra janjikan.


Tidak pernah sekalipun Disty dan Alan saling bertegur sapa. Mereka seperti orang asing. Sampai suatu ketika Alan tidak pernah melihat Disty, hari pertama dia biasa, hari kedua juga.. Sampai hari terus berlalu Disty sama sekali tidak pernah terlihat di kampus.


Entah kenapa Alan merasa sangat bersalah pada Disty, ia pun mencoba memutuskan untuk menanyakan pada pihak kampus.


Pihak kampus mengatakan bahwa Disty telah pindah dari kampus tersebut, rasanya Alan begitu kaget. Alan mencoba bertanya kemana Disty pindah namun pihak kampus tidak bisa memberitahukannya, akhirnya dengan berat hati Alan mencoba mencari Disty dengan cara sendiri ia ingin meminta maaf dengan tulus, namun pencariannya tidak membuahkan hasil sama sekali. Kenapa ia merasa teramat kehilangan. Mengingat rumah Disty juga toko roti tempat biasa Disty bekerja juga sudah ia datangi namun ternyata tidak ada, tetangganya bilang Disty sudah pindah. Akhirnya Alan menyerah..


**Flashback off..


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung**....


__ADS_2