Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Kembali seperti dulu


__ADS_3

Bonus Visual Alan



πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Makanlah yang banyak..."seru Alan, saat keduanya sedang makan malam di Villa.


Vriska tersenyum, "Aku sudah kenyang Hubby.."


"Baiklah aku tidak akan memaksa.."


"Hubby ayo besok kembali ke rumah saja,"ucap Vriska


Alan mengerutkan keningnya setelah kedua tangannya menaro sendok beserta garpu tanda ia pun telah selesai makan, "kenapa ingin pulang.. bukankah hari kita baru sampai.."tanya Alan


"Aku fikir ya karena untuk apa kita liburan ini, aku sudah baik-baik saja, aku tau kau mengajakku kesini karena lihat kondisiku saat itu bukan. Lagi juga pekerjaanmu di kantor pasti sangat menumpuk.."tutur Vriska


Alan menganggukan kepalanya, "Hanya tiga hari. Kita tetap akan di sini tiga hari sayang, aku sudah bicarakan ini sebelumnya dengan Papa dan Iva, sementara mereka bisa mengurusi urusan kantor. Lagian bukan hanya dirimu yang butuh refreshing aku juga perlu"seru Alan


"Baiklah.."kata Vriska


"Hubby bukankah dekat sini ada pantai, ayo kita kesana pemandangan malam pasti akan sangat indah.."ajak Vriska penuh permohonan.


Alan menggelengkan kepalanya, "Tidak untuk malam ini sayang, angin pantai malam terlalu kencang. Sebaiknya malam ini kita di Villa saja, besok baru aku akan mengajakmu pergi kesana"ucap Alan.


Vriska mengerucutkan bibirnya sebal, "Ya sudah aku mau ke kamar saja", Vriska bangkit meninggalkan Alan yang masih duduk di meja makan.


Alan memijat keningnya, ia mengerti istrinya itu pasti marah karena ia tidak menuruti keinginannya, tapi apa yang Alan lakukan juga benar mengingat kondisi Vriska memang baru masa pemulihan.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Alan membuka pintu kamarnya terlihat Vriska tengah tertidur dengan memunggungi dirinya, Alan pun merangkak ke tempat tidur merebahkan dirinya di sebelah Vriska. Vriska yang menyadari kehadiran suaminya pura-pura memejamkan matanya.


Sedetik kemudian Vriska terperanjat kaget saat Alan melingkarkan tangannya di perutnya, "Aku tau kau pura-pura tidur. Kenapa? kau marah padaku hem.."bisik Alan di telinga Vriska.


"Menjauhlah aku kesal denganmu.."kata Vriska sambil mencoba melepas tangan Alan.


"Berbaliklah hadap sini.."seru Alan.


"Tidak mau aku ngantuk mau tidur.."bantah Vriska


Alan memikirkan cara lain, "Baiklah kalau kau tidak aku akan memaksa.. satu.. dua.. ti..."


"Ada apa, menyebalkan sekali.."ucap Vriska yang sudah membalikan badannya.


Alan tersenyum manis dan cup, Alan mengecup lembut bibir Vriska penuh kasih sayang, "Jangan marah, aku tidak menuruti keinginanmu ke pantai malam ini demi kebaikanmu. Lihatlah cuacanya pun tidak mendukung sepertinya mau turun hujan yang deras."


Pipi Vriska merona, "Aku mengerti, lupakanlah. Aku ngantuk.."


"Tadi siang kau bermimpi apa..?"tanya Alan sambil membelai rambut sang istri.


Vriska mendongak melihat ke arah suami, "Mimpi bertemu putri kita.."kata Vriska


"Putri kita..?"kening Alan mengekerut, sementara Vriska mengangguk.


"Ya, putri yang tidak sempat aku lahirkan ke duani. Dia sangat cantik aku sangat bahagia telah bertemu dengannya."


Alan mengangguk, "Lalu apa yang ia katakan sehingga sikapmu tiba-tiba langsung berubah.."tanya Alan


Vriska menarik nafasnya lalu sedikit menjauh dari dekapan Alan, "Dia bilang aku tidak boleh sedih jika aku sedih dia juga akan sedih, dia meminta aku untuk mengikhlaskan kepergiannya"

__ADS_1


Alan tersenyum, "Apapun itu aku sangat bersyukur dan berterima kasih padanya, aku hampir putus asa melihatmu selalu murung"


Vriska mengangguk, "ayo tidurlah.."


"iya,"sahut Alan.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Pukul sembilan pagi Alan baru terbangun dari tidurnya ia meraba sisi tempat tidur di sebelahnya, merasa kosong ia pun bangkit dan membuka matanya.


Ekor matanya mulai bergerak mencari istirnya di setiap sudut kamar, ia pun mendengar tidak ada suara gemericik air di kamar mandi, namun untuk memastikannya ia pun bangun dan mengeceknya, sesuai dugaannya tidak ada.


Alan lalu mulai membasuh mukanya dan menyikat giginya, kemudian tanpa mengganti pakainnya Alan langsung keluar mencari sang istri.


Saat menuruni tangga ia hanya melihat penjaga Villa ini saja, "Pak lihat istri saya tidak."tanya Alan menghentikan langkah Pak Budi.


"Oh iya, tadi Nona Vriska bilang ingin jalan-jalan menuju pantai..."serunya.


"Makasih pak.."Alan segera menyusul sang istri.


"Bisa-bisanya ia pergi sendiri tidak membangunkanku"dumel Alan, ia terus melangkahkan kakinya, untungnya letak pantai itu tidak jauh dari Villa.


Saat sudah sampai di pantai Alan mulai mencari istrinya, namun karena keadaan mulai pantai yang rame, ia pun sulit menemukannya, ia merogoh sakunya berniat mencari ponselnya namun sialnya ia pun tidak membawanya karena tadi terburu-buru.


Alan kembali melangkahkan kakinya menyusuri pantai mencari Vriska, namun pandangan Alan terhenti akan sosok yang sangat femiliar di bawah pohon sedang duduk sambil memegang ponselnya.


"Kenapa pergi sendiri begitu saja, tidak mmebangunkanku"seru Alan sambil mendudukan.


Vriska terlonjak kaget, kemudian ia salah tingkah, "Aku tidak tega membangunkamu hubby, aku tau beberapa hari belakangan ini tidurmu pasti tidak pernah nyenyak. Jadi aku memutuskan ke pantai sendiri,"


Alan mendesah kasar, "jangan di ulangi biarpun tidak pergi denganku paling tidak kau harus pamit padaku. Kau tau aku fikir kau hilang aku bahkan sampai tidak mandi"


"Jorok ih, pulanglah sana mandi dulu"seru Vriska


"Aku tidak mandi juga tidak mandi juga tetap tampan, iya kan.."Alan menggoda Vriska dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Dasar PD..."


"iya buktinya kau sangat mencintaiku bahkan sampai tergila-gila padaku"seru Alan


Vriska menggelengkan kepalanya, "Ya dan kau pun pernah menyia-nyiakan cintaku"ucap Vriska.


"Maaf.."lirih Alan


"Hei kenapa jadi serius begitu. Aku hanya bercanda. Lagian aku sudah sangat percaya jika kini kau sangat mencintaiku, setelah sekian lama kita berumah tangga melalui suka dan duka kau masih tetap setia padaku, bagaiman mungkin aku tidak mempercayaimu"tutur Vriska.


"Makasih.."Ucap Alan ia segera memeluk Vriska dengan erat.


"Alan lepas aku malu.."ucap Vriska


"Abaikan saja orang yang melihat..."bantah Alan


"Lepas, aku merasa sesak nafas..."ucap Vriska sambil mencoba pelukan Alan.


Begitu merasa Alan sedikit melonggarkan pelukannya Vriska langsung mendorong Alan hingga Alan jatuh,


"Opss sorry hubby aku tidak sengaja.."ucap Vriska


Alan mendengus kesal saat pantatnya sudah menyentuh pasir, "kau sengaja, awas saja aku akan menghukummu.."Alan bangkit dari tempatnya.


Vriska yang menyadari tatapan Alan langsung berlari menghindar dari Alan.

__ADS_1


"Kemarilah kenapa malah lari"ucap Alan


"Tidak mau..."Vriska tetap berlari


Alan pun tidak mau kalah ia berlari mengejar Vriska, "Awas saja tidak akan aku lepaskan jika kau sudah kena sayang"


Dan..


happ... Vriska kini sudah berada dalam dekapan Alan kembali.


"Hubby ampun.. aku mengaku salah oke.."


"Aku tidak akan mengampunimu,"bantah Alan sambil menggelitik perut Vriska.


"Jangan menggelitik ini sungguh geli,"seru Vriska


Alan pun menghentikan aktivitasnya ia hanya memeluk Vriska dari belakang kemudian tatapan keduanya menuju pantai yang terliha di sana banyak orang yang bermain di sekitar pinggiran pantai.


Hingga suara perut Alan berbunyi membuyarkan keduanya.


"Memalukan.."sungut Alan


Sedangkan Vriska hanya terkekeh, "kau laper hubby"


"Dan itu karena dirimu aku bahkan belom ssmpat makan apa-apa"sahut Alan


"ayo.."ajak Vriska melepas tangan Alan dari pinggangnya.


"Kemana..."


"Mengisi perutmu.."


"Aku tidak membawa uang ataupun ponsel.."ucap Alan.


"Biar aku yang mentraktirmu kali ini, tapi kau harus membayarku berkali-kali lipat"seru Vriska


Alan tersenyum smirknya, "Iya aku nanti akan membayarmu tapi bukan dengan uang ya.."


"Maksudnya..?"


"Rahasia..."ucap Alan dengan tatapan mengejek, "ayo aku sudah lapar, kau akan mentraktirku makan apa.."tanya Alan


"Terserah kau saja mau makan apa.."ucap Vriska


"kalau aku mau makan kau saja bagaimana"ucap Alan dengan senyum menggoda


"Alan...."teriak Vriska dengan kesal .


Inilah yang Alan sukai saat, kini Vriska sudah kembali seperti dulu saat sedang kesal ia pasti akan teriak memanggil namanya dengan cemberut dan kesal.


.


.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Part ini mungkin sedikit gaje ya, maaf kemarin gak bisa up, putriku kemarin sedang diare akunya juga jadi lelah gak bisa mikir rangkai kata-kata, pengaruh banget kalau anak sedang tidak sehat membuat aku down,,tapi allhamdulilah sekarang dah sehatπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote nya ya..πŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2