Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan _Beri aku waktu tiga bulan


__ADS_3

Aku menyayangimu begitupun kamu... Namun cinta hadir pada waktu yang salah.. Kamu masih terpenjara dalam belenggu cintanya.. Ingin ku renggut saja belenggu itu agar kau terbebas... Namun logika menahan langkahku.. Menyadarkan aku bahwa akan ada hati yang tersakiti jika aku memperjuangkan cintaku... Tuhan sudahilah dilema rasa cinta ini.. Hapuslah rasa cinta ini...


~Adisty Alfiyona~


Sudah beberapa hari setelah ucapannya dengan Alan kala itu ia sudah tidak pernah melihatnya lagi. Terkadang terselip rasa rindu di hati Disty, namun sekali lagi ia mengenyahkan segala rasa itu, ia harus tetap menjadi Disty yang kuat. Bukankah ini yang ia mau, jadi ia harus siap menerimanya.


Mungkin saja saat ini Alan tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya, tidak masalah baginya kebahagian Vriska juga kebahagiaannya, ia menganggap Vriska layaknya seorang adiknya sendiri, namun tiba-tiba kini hubungannya merenggang layaknya orang asing yang tidak saling mengenal, ia merasa sangat kehilangan.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Setelah semalam berkutat dengan fikiranya Vriska hari ini mendatangi kantor Alan.


"Masuk.."ucap Alan kala mendengar ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Vriska pun membuka pintu Alan merasa kaget Tumben sekali dia datang kesini mengetuk pintu, biasanya ia juga selalu masuk saja tanpa permisi. batin Alan


Alan terlihat sedang kacau mungkin saja masalah perusahaannya belum kelar.


"Ada apa Vriska, aku sedang sibuk.."ucap Alan


Vriska tersenyum kecut, sama sekali tidak berubah sikap Alan padanya tetap cuek, tapi entah bagaimana bagi Vriska ia amat menyanyangi pria ini, biarpun mamanya berkata itu hanya obsesi baginya itu cinta.


"Kau tidak menyuruhku duduk..? Ada yang ingin ku bicarakan padamu.."ucap Vriska


Alan mengerutkan keningnya "duduklah.."ucap Alan akhirnya menyuruh Vriska duduk di sofa yang berada dalam ruangannya.


"Ada apa..? apa lagi yang ingin kau katakan. Apa kau ingin mempercepat pernikahan kita.."cecar Alan tanpa basa basi..


"Bukan.."Vriska menjawab dengan cepat.


"Aku justru ingin menunda pernikahan kita tiga bulan kedepan.."sambung Vriska dengan tenang.


Alan tercekat kaget, "Kenapa..? Kau ini aneh.."


"Aku memang aneh karena aku mencintaimu.."kata Vriska


"Lalu apa hubungannya dengan menunda pernikahan kita.."seru Alan

__ADS_1


"Beri aku waktu selama tiga bulan itu akan aku gunakan untuk membuatmu mencintaiku Alan,"ucap Vriska


"Bagaimana jika aku tetap tidak bisa mencintaimu"tanya Alan


"Aku akan melepasmu dengan sepenuh hati untuk Disty. Dan mengenai investasi dari perusahaan papa aku sudah menyuruh papa untuk mengembalikannya seperti semula, kau tenang saja jika dalam waktu tiga bulan itu kau tetap tidak bisa mencintaiku, aku tidak akan menyuruh papa untuk mencabut investasi di perusahaanmu ini. Aku juga akan menjalin hubungan yang baik denganmu.."tutur Vriska.


"Kau yakin dengan keputusanmu.."ucap Alan


"Tentu Alan, aku menyadari mungkin saja selama ini kau tidak suka dengan beberapa sikapku, tapi aku akan berusaha membuatmu mencintaiku Alan..."ucap Vriska.


Alan menghela nafasnya "Baiklah aku setuju dengan permintaanmu.."


Vriska tersenyum senang lalu beranjak memeluk Alan tanpa sadar"Terimakasih Alan.."


"Maaf aku kelepasan.."ia segera melepas pelukannya.


Alan hanya mengangguk,


"Aku pulang dulu, kau hati-hatilah jika pulang.."pamit Vriska


"Tumben sekali biasanya ia tidak pernah seperti itu"ucap Alan.


Dua minggu setelahnya Vriska pun membuktikan ucapannya ia berusaha untuk berubah bersikap lebih dewasa meskipun terkadang sikap manjanya akan tetap keluar, mungkin saja karena ia memang anak tunggal.


Kali ini ia tengah berkutat di dapur sibuk mengaduk masaknnya, sampai tidak menyadari Mamanya datang.


"Sedang masak sayang..?"tanya Lita


"Masak rendang, mama coba cicipi apakah sudah enak. Aku akan membawanya untuk makan siang Alan."ucap Vriska


Mamanya pun mencicipinya "Sudah pas.. Vriska apa kau tidak lelah.."tanya Lita


Vriska melihat ke arah mamanya dengan senyum ia menjawab "Maksud mama..?"tanyanya


"Sayang, kau pasti mengerti maksud mama.. Apa kau tidak lelah terus-terusan membawakan makan siang untuk Alan, kau bahkan sampai bela-belakan belajar memasak. Kau bisa menyuruh koki untuk memasak sesuai kemauanmu sayang.."jelas Lita


"Tidak ma aku tidak lelah aku baik-baik saja. Kata orang cinta itu bisa datang dari rasa masakan siapa tau saja dengan memakan masakanku setiap hari Alan akan berubah mencintaiku"seru Vriska

__ADS_1


"Bagaimana jika ia tetap tak bisa mencintaimu"tanya Lita


"Aku akan melepasnya setelah tiga bulan ma, tapi saat ini biarkan putrimu ini berjuang dulu ma.."seru Vriska


Lita pun hanya mampu menyetujuinya, setelah kesepakatan itu Lita benar-benar melihat putrinya itu berubah. Hampir setiap hari ia membawa hasil masakannya ke kantor Alan, pernah sekali Alan tidak mau memakan masakannya, meski Vriska merasa kecewa ia tetap kembali lagi membawakan bekal Alan.


Pernah juga saat Alan mau mencicipi masakannya Alan malah menyemburkan makanannya, ternyata karena rasanya terlalu asin.


Tapi ia tidak marah setidaknya ia tetap akan berusaha. Banyak hal yang sudah Vriska lakukan kini ia pun tidak pernah memaksa Alan untuk selalu mengikuti kemauannya,.


Setelah mengetuk pintu Vriska masuk terlihat Alan masih berkutat dengan pekerjaannya,.


Alan melirik ke arah Vriska dan menghela nafasnya "Kau lagi..?"


"Aku mengantar makan siangmu.."ucap Disty


"Kau tidak bosan apa mengantarkan makanan untukku terus menerus"seru Alan


"Tentu saja tidak, aku bahkan dengan sepenuh hati menyukainya." Vriska meletakkan makannannya, "Makanlah Alan, kali ini aku jamin masakanku sudah ada kemajuan"


"kau masak sendiri.."tanya Alan setengah tidak percaya


"tentu saja, selama ini aku yang masak sendiri"sahutnya


"Pantes saja rasanya selalu aneh.."ceplos Alan dengan jujur.


Vriska tersenyum kecut, pria ini memang terlalu jujur tidak bisakah ia berbohong sedikit saja untuk menyenangkan hatinya.


"Kenapa bengong.. Aku masih banyak pekerjaan, kau pergilah "usir Alan


"Alan kau tidak mau mencicipi masakanku dulu? lagian ini juga sudah jam makan siang."tutur Vriska


Alan menatap tajam Vriska "aku akan memakannya nanti jika aku mau, tapi jika tidak aku bisa membuang atau memberinya ke roang lain bukan."ucap Alan


"Oh iya.. ya sudah aku pergi dulu.."seru Vriska


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹Menurut kalian Vriska bakalan berhasil apa gakπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa tekan like, komen, dan votrπŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


__ADS_2