
Waktu terus berlalu tanpa terasa kini kandungan Vriska sudah memasuki detik-detik melahirkan. Berbagai persiapan telah mereka lakukan dari mulai pakaian, dan kamar.
Mengingat kejadian di mall saat itu Alan menjadi sedikit was-was bila mana istrinya itu bepergian, jadi kemanapun Vriska pergi harus bersama Alan. Alan harap saat nanti anaknya lahir tidak bar-bar seperti maminya.
Baik kedua orang tua Alan dan kedua orang tua Vriska kini sudah tinggal di rumah Alan da Vriska, mereka bersiap menyambut sang cucu. Jadi mereka memutuskan untuk tinggal di sana sampai Vriska lahiran. Dokter mengatakan kemungkinan besar Vriska akan melahirkan dalam waktu-waktu ini. Semua orang menunggu dengan harap-harap cemas mereka berharap segala sesuatunya berjalan lancar.
Pagi ini Vriska tengah menikmati sarapan paginya di meja dekat kolam renang, sementara Alan sudah berangkat ke kantor setelah membuatkan susu untuk istri tercinta. Sesekali Vriska akan mengernyit sakit, namun rasa sakit itu tidak berlangsung lama.
Vriska tau jika kemungkinan besar dia akan melahirkan namun karena tidak mau membuat semua panik, Vriska memilih menahan rasa sakit itu, Vriska tau jika saatnya tiba rasa sakit itu pasti akan semakin bertambah ia tidak mau panik sebisa mungkin ia mencoba rileks.
Vriska mengelus perut buncitnya, "Sabar ya sayang, sebentar lagi kita jumpa. Bantu mami ya "ucapnya, seolah menyetujui permintaan maminya bayi yang dalam kandungan Vriska menendang. Vriska tersenyum haru.
"Nak kau tidak apa-apa..?"tanya Lita saat melihat sang putri tengah mengernyitkan dahinya seperti menahan nyeri.
"Tidak ma, aku baik-baik saja. Ma aku jalan-jalan sebentar ya.."seru Vriska
"Kemana..?"
"Hanya di sekitar sini.."
Vriska berlalu meninggalkan Mama Lita.
ππππ
Hingga sore hari tiba Vriska semakin merasakan sakit dan mulas pada perutnya, bahkan ia sudah keluar masuk kamar mandi untuk membuang air kecil dengan durasi waktu yang tidak lama. Tidak ingin terlihat panik Vriska mengambil makanan yang berada di kamarnya, kemudian memakannya hingga habis.
"Ah kenyangnya.."ucap Vriska
"Aduh..."Vriska meringis tatkala merasa rasa sakit itu semakin bertambah.
Mama Merlyn datang melihat Vriska tengah merasa kesakitan, "Kau kenapa nak?"
"Mama sepertinya aku mau melahirkan, perutku rasanya mulas ma.."ucap Vriska sambil menahan rasa sakitnya.
"Sebentar ayo kita keluar mama akan panggio papa dan yang lainnya.."seru Mama Merlyn sambil membantu Vriska.
Setelah menyuruh Vriska duduk di ruang tengah, Mama Merlyn teriak memanggil semuanya, lalu datanglah Mama Lita, Papa Danu, Papa Brawijaya. Mereka memang sengaja tidak ke kantor dan memilih mengerjakan pekerjaanya dari rumah saja.
Mama Lita mengambil berbagai peralatan yang akan di bawa ke rumah sakit, sementara Papa Brawijaya mengambil kunci mobilnya.
"Sakit Pa... sakit sekali.."Vriska meringis kesakitan.
__ADS_1
"Ayo kita rumah sakit sayang, tahan ya."Ucap Papa Danu ia menggendong putrinya ke dalam mobil.
"Ma tolong hubungi Alan untuk menyusul ke rumah sakit.."sambung Papa Danu
Kini semuanya sudah berada dalam mobil. Dengan keringat deras Vriska menahan rasa nyerinya karena tidak ingin membuatnya semuanya panik, Vriska bersandar pada sang mama, kemudian Mama Merlyn tampak mengelus punggung sang menantu. Lalu mengelus perutnya.
"Cucu oma bantu mami ya, cepet keluar dengan lancar.."ucapnya
"Apa kau tidak bisa membawa mobil, kenapa begitu lelet, cepat putriku sudah kesakitan.."teriak Papa Danu penuh ke khawatiran.
"Memangnya kau tidak bisa melihat jalanan begitu macet, aku juga mengkhawatirkannya.."seru Papa Brawijaya
"Pa sudahlah, kenapa sih teriak-teriak marah-marah."
Papa Danu terdiam lalu memandangi Vriska yang tengah kesakitan, "Sabar ya sayang.."ucapnya
Vriska berusaha tersenyum mengangguk. Mobil berhenti karena jalanan begitu macet mengingat ini memang waktu orang pulang kerja.
"Pa berhenti..."ucap Vriska membuat Papa Brawjiya menghentikan mobilnya di depan restoran MCD.
"Ada apa...?"tanyanya
"Ayo keluar aku ingin makan.."ucap Vriska.
"Sakit sih, tapi aku lapar. Aku ingin makan di sana. Aku tidak mau ya pas aku lagi lahiran malah membayangkan makan ayam.."
"Di bungkus saja ya, biar Papa yang keluar.."ucap Papa Brawijiya
"Tidak mau...hiks hiks.."Vriska menangis.
Akhirnya semuanya memilih untuk mengikuti kemauan Vriska, setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, semua turun dan masuk ke dalam.
Papa Brawijaya memilih untuk memesankan kemauan sang menantu.
"Lho Pa kan cuman seporsi, memangnya tidak mau pada makan.."
Semuanya menggelengkan kepalanya, bagaimana mungkin dalam keadaan seperti ini malah enak-enakan makan. Tapi lihatlah Vriska seolah rasa sakit itu langsung hilang, matanya berbinar bahagia melihat makan di depannya. Dengan sigap Vriska langsung memakannya,.
"Ma kau sudah hubungi Alan kan.."tanya Papa Danu
"sudah pa. Dia sedang dalam perjalanan.."sahut Mama Lita.
__ADS_1
Kembali menengok ke arah Vriska makanan tadi sudah habis, "Pa pesenin satu lagi ya aku masih lapar.."pinta Vriska
Semuanya menatap heran ke arah Vriska, "Iya sayang, Papa pesenin lagi.."Papa Brawijaya bangkit.
Mama Lita mengelus dadanya melihat kelakukan aneh sang putri mau melahirkan tapi masih sanggup makan banyak.
"Vriska memangnya sudah tidak sakit ya.."
"Sakit sih, cuma kalau di bawa makan sakitnya gak berasa.."serunya.
Mama Lita menanggukan kepalanya, tidak lama Papa Brawijaya datang kembali membawa pesanan Vriska.
lima belas menit kemudian Vriska sudah memakan habis makanannya lalu ia minum, kemudian membersihkan bibirnya dengan tisu.
"Ayo ma pa, kita lanjutkan ke rumah sakit.."ucap Vriska.
"Aduh sakit.."Vriska kembali meringis, tanganya memegang lengan mamanya, kini mereka sudah kembali dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Sabar ya sebentar lagi kita sampai.."
Tidak lama terdengar dering ponsel mama Lita, lalu ia segera mengangkatnya.
"Ma di mana? kok aku tanya pada resepsionis tidak ada pasien atas nama Vriska"ucap Alan di balik telpon
"iya kami memang belum sampai.."
"Kok bisa.."
"Tadi istrimu minta mampir ke MCD dulu buat makan.."
"hah..."Alan merasa tekejut di sebrang sana.
"Ya sudah tunggu kami, sebentar lagi kami sampai.."ucap Mama Lita sebelum mematikan panggilannya.
"Aduh mama sakit banget,"teriak Vriska
"Sabar ya sebentar lagi kita sampai.."ucap mama Merlyn
ππππ
ππJangan lupa like, komen, hadiahnyaππ
__ADS_1
bersambung..