
Suasana ruang persalinan tegang, Alan dengan setia mendampingi sang istri melahirkan putranya. Tidak cukup menarik baju sang suami Vriska juga menggigit tangan Alan serta menarik rambut Alan. Alan meringis sakit, namun ia menahannya di bandingkan dengan rasa sakit yang ia terima. Apa yang Vriska rasakan kali ini pasti jauh lebih sakit.
Dokter dengan telaten memberikan aba-aba pada Vriska, hingga tidak lama terdengar suara tangisan bayi
oek oek..
Membuat Vriska menarik nafas lega, pun dengan Alan ia menangis harus bahagia. Alan mengecup dahi pipi Vriska.
"Terimakasih.."
Vriska mengangguk
"sudah cukup, aku tidak ingin melihat kau kesakitan lagi.."sambungnya.
πππ
Setelah di pastikan kondisi Vriska baik-baik saja, Vriska pun di pindahkan ke ruang perawatan.
"Kalian memberi nama siapa..?"tanya Merlyn sambil menggendong cucunya yang baru kahir.
"Calvin permana wijaya.."seru Alan sambil memandangi Vriska yang tengah tersenyum padanya.
"Wah adik Calvin panggilnya.."seru Nanda yang begitu riang mendapatkan adik laik-laki.
"Mami Papi tidakkah kalian ingin memberikanmu adik perempuan.."seru Nada
"Perempuan dan laki-laki sama saja, kalian saudara jadi kalian harus akur dan bermain bersama okey.."tutur Alan
Nada mengangguk, semua tersenyum senang. Di situ juga ada Papa Danu, Mama lita, Papa Brawijaya.
"Senangnya akhirnya kita semua masih sehat dapat melihat ketiga cucu kita ya pa.."ucap Mama Lita
"Iya ma.."sahut Papa Danu
__ADS_1
"Aku ingin melihat adik bayi, apakah Opa mau menggendongku.."tanya Nada pada Brawijaya
"Dengan senang hati princes,"Papa Brawijaya pun mulai menggendong Nada
"Berat sekali cucu Opa, makan apa sih.."goda Papa Brawijaya
Nada cemberut sementara yang lainnya terkekeh, "tentu saja makan yang bisa di makan.."celetuknya membuat Vriska dan Alan tergelak.
πππ
Keesokan harinya Sera, Chandra dan Tristan menjenguk Vriska yang sudah melahirkan.
"Siapa namanya.."tanya Sera sambil menggendong Calvin.
"Calvin.."sahut Vriska
"Bagus sekali,"seru Sera.
Chandra dapat melihat binar bahagia dia wajah sang istri, ia tau Sera juga menginginkan hadirnya anak lagi. Namun ia tidak bisa kembali mengandung, mengingat rahimnya sudah di angkat setelah melahirkan Tristan kala itu.
Chandra merupakan anak yatim piatu, ia teman dekat Alan saat SMA. Keduanya tidak menyangka kembali di pertemukan dalam insiden pertengkarang sang istri.
"Mama bisakah aku melihat adik bayi.."ucap Tristan
"Tidak boleh"seru Nada
"Pelit sekali.."
"suka-suka akulah.."Nada melototkan kedua matanya
" dasar Mak lampir.."celetuk Tristan membuat semua tergelak akan julukan Tristan untuk Nada
"Kau..."Tunjuk Nada
__ADS_1
"Nada, jangan halangi Tristan untuk melihat adikmu.. Kenapa kau selalu ribut dengannya, belajarlah untuk berteman baik dengannya..."tutur Vriska
"tidak akan.."Ucap keduanya
Alan menggelengkan kepalanya, Vriska memijat pelipisnya.
"sudah biarkan saja, Tristan ini lihatlah kalau kau lihat Calvin.."ucap Sera
"ish.."Nada mendengkus kesal
Tristan menyentuh wajah Calvin yang begitu imut,
"Kau bisa menganggapnya adikmu juga Tristan.."
"Benarkah.."seru Tristan
Alan tersenyum mengangguk, membuat wahah Tristan berbinar bahagia.
"Terimakasih Alan.."ucao Chandra
"Aku mengerti apa yang kau fikirkan. Mulai sekarang anggaplah aku saudaramu.."ucap Alan
Chandra tersenyum mengangguk, ia terharu akan kata-kata Alan. Terkadang ia juga membayangkan bagaiman jika kelak ia dan Sera tiada, bagaiaman kehidupan Tristan tang tanpa suadara sama sekali. Tristan berharap ia dapat merawat Tristan hingga dewasa nanti.
πππ
sampai sini Extra part nya yaππ
Bagi kalian yang rindu mereka boleh mampir ke Novelku yang judulnya
Do yo love me?
by-by
__ADS_1
terimkasih para readersπ