
Kebahagiaan terpancar dari dua insan yang sudah di persatukan dalam ikatan pernikahan. Setelah pesta pernikahan usai, kedua keluarga itu menggelar makan malam bersama. Setelah selesai mereka baru memutuskan untuk pulang.
Untuk sementara Vriska dan Alan akan tinggal di rumah orang tua Alan, sampai rumah yang Alan beli selesai di renovasi.
Dalam perjalanan pulang sesekali Vriska akan menyuapi Alan snack.
"Vriska cukup, aku sudah kenyang. Aku takut nanti jadi mengantuk.."ucap Alan
"Memangnya kenapa kalau ngantuk, kau hanya perlu tidur bukan"sahut Vriska
Alan menggeleng "tidak bisa, aku akan menghabiskan malamku bersamamu bagaiamana mungkin aku tertidur, aku harus terjaga"
Vriska yang mengerti maksud Alan meneguk salivanya dengan kasar.
ππππ
Ceklek..
Pintu kamar terbuka Alan masuk ke dalam. Mata Alan mengerjap mendengar suara di balik lemari, Vriska sedang mengganti pakaiannya di kejutkan dengan kedatangan Alan di belakangnya yang tiba-tiba memeluknya.
"Curang kenapa gak mandi bareng.."ucap Alan sambil mengecup pipi mesra sang istri.
"Kamu terlalu asyik ngobrol dengan mama dan papa, aku udah merasa gerah kalau harus nungguin kamu"sahutnya, sambil menahan rasa gugup dan geli akibat kelakuan sang suami.
"Kali ini aku maafin, tapi next tunggu aku ya.." ucap Alan yang masih betah menempel di pundak sang istri.
Vriska berusaha untuk melepaskan Alan, tapi Alan memeluknya dengan erat. "Alan, sebaiknya kau mandi dulu ya.."serunya.
Alan melepas pelukannya, lalu membalikan tubuh sang istri untuk menghadapnya "Baiklah, tapi tunggu aku ya, jangan tidur dulu"serunya sambil mencium mesra Vriska.
"I love you.."ucap Alan sambil melepas bibir manis sang istri.
"I love too, Alan.." Vriska menjawab ungkapan cinta sang suami.
Kemudian Alan tersenyum dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Vriska terus memegang dadanya yang berdetak kencang, untuk mengalihkan rasa gugupnya ia mengambil remote tv lalu menyalakannya, Vriska mendudukan dirinya di sofa sambil terus melihat melihat ke arah tv, meski hatinya merasa gugup tapi ia berusah menutupinya.
πππ
Lima belas menit kemudian Alan sudah selesai dengan ritual mandinya, ia sudah berganti pakain dengan lengkap. Ia melihat Vriska masih menunggunya dengan menonton tv.
Kemudian ia tersenyum dan merangkak naik ke tempat tidur. Makin guguplah Vriska, wajahnya memerah dan tegang. Vriska melihat ke arah Alan sebentar kemudian kembali melihat ke arah tv.
"Sayang kemarilah.."Alan menepuk sisi tempat tidurnya, memberi kode pada Vriska untuk tidur di sampingnya.
"Alan aku..."ucap Vriska dengan gugup.
__ADS_1
"Ayo sini, jangan gugup dan malu. Aku ini sudah menjadi suamimu. Ayo cepat kemarilah"seru Alan dengan senyum manisnya yang mampu membuat Vriska menurut lalu mematikan tvnya.
Vriska pun bangkit berjalan dan merangkak naik ke tempat tidur lalu merebahkan dirinya dengan membelakangi Alan.
"Kenapa malah membelakangiku. Ayo menghadaplah kesini"seru Alan.
Vriska berusaha menahan rasa gugupnya, ia pun menghela nafasnya sebelum kemudian ia membalikan dirinya menghadap Alan.
Kini keduanya saling bertatapan, "Nah begini kan enak.."ucapnya.
Alan merapatkan dirinya pada tubuh Vriska lalu memeluknya, kemudian ia menyibakkan rambut Vriska yang menutupi wajah sang istri lalu Alan mengecupnya.
Vriska merasa semakin gugup, namun tidak di pungkiri ia pun menikmati dan menyukai apa yang Alan lakukan.
Sebelum melakukan hal yang lebih jauh Alan menatap wajah sang istri dan tersenyum manis padanya "Kau gugup?"tanyanya, Vriska mengangguk.
"Tenanglah kau harus rileks, apa di tunda saja aku tidak akan melakukannya jika kau belum siap"sambung Alan
"Lakukan saja Alan.."seru Vriska dengan pipi merona.
Ucapan Vriska mampu membangkitkan semangat Alan kembali, ia pun dengan sigap langsung menyambar bibir sang istri lalu mengecup dan **********. Tangan Alan pun tidak tinggal diam, ia sibuk bergelya pada tubuh sang istri.
Tubuh Vriska menegang ia merasa melayang berada di atas awan, saat Alan kembali mengecup leher jenjangnya.
Entah bagaimana awalnya kini keduanya sudah tidak memakai sehelai benangpun, Alan menatap ke arah istrinya.
"Kenapa harus malu, ini sangat indah.."seru Alan dengan suara serak menatap sang istri.
Alan kembali mencium bibir Vriska, "Kau sudah siap, rilekslah mungkin awalnya akan sakit, aku akan melakukannya secara perlahan"
Vriska hanya mengangguk, Alan berusaha mengalihkan perhatian Vriska agar ia merasa tidak sakit, saat Alan hampir berhasil "Alan hentikan, ini sungguh sakit.."teriak Vriska dengan cairan bening yang kaluar dari matanya.
"Rileks lah sayang tenang ini hanya sebentar"seru Alan berusaha menenangkan sang istri, ia memberi kecupan lembut di kening dan pipi sang istri.
Saat di rasa Vriska sudah tenang Alan kembali memulainya. Vriska sudah tidak merasakan sakit lagi, keduanya bersama mencapai puncak kenikmatan nirwana.
Alan mengecup kening sang istri saat kegiatannya sudah selesai "terimakasih sayang, aku bahagia. I love u.."seru Alan lalu membaringkan dirinya di sebelah Vriska sambil mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
"Alan aku lelah, aku ngantuk.."seru Vriska
Alan tersenyum lalu memeluk istrinya "istirahatlah, selamat malam.."seru Alan.
ππππ
Vriska PoV
__ADS_1
Pertama kali aku membuka mata pagi ini, aku melihat duniaku, ya duniaku wajah suamiku.
Suamiku Alan Wijaya, kalau ingat semalam rasanya seperti sebuah mimpi yang menjadi nyata. Dan aku merasa malu saat melihat tanda kissmark yang aku sematkan di dada suamiku Ya Tuhan ternyata aku begitu menyeramkan.
Aku harus bangun dan membuatkan sarapan sekaligus makan siang untukku dan juga suamiku, sekarang sudah hampir jam sebelas siang. Terakhir aku bercinta seingatku jam tiga dina hari, saat itu aku baru keluar dari kamar mandi, dan Alan kembali menyerangku.
Mengingat hal itu membuatku malu, Alan benar-benar membuktikan ucapannya, ia tidak melepaskanku begitu saja justru membuatku sangat kelelahan. Hingga akhirnya aku bangun kesiangan, ini memalukan padahal hari ini merupakan hari pertamaku di rumah mertua.
Saat aku akan beranjak bangun, lengan kekar itu justru kembali memelukku dengan erat.
"Alan aku harus bangun, kita bahkan melewatkan sarapan kita. Aku sungguh malu pada mama dan papamu"seruku dengan kesal, Alan malah merapatkan tubuh polosnya itu kepadaku.
"Sebentar kok, cuma ingin memelukmu.."Alan mencium pipiku.
"Maaf ya membuatmu kelelahan"sambung Alan , aku mengelus tangan kekar yang membelit tubuhku.
"Gak papa, jangan membahas hal itu. Itu membuatku malu," benar-benar memalukan aku bahkan tidak mengira jika aku bisa sebuas itu.
Alan malah terkekeh "Aku malah bahagia lho, kau bisa seagresif itu"
"Alan..."ucapku
"hemm.."ia hanya menjawab dengan deheman.
"Lepasin ya, aku lapar. Biarkan aku bangun dan membersihkan diri,"pintaku
Alan pun melepas tangannya, lalu aku berbalik mengecup bibirnya.
cuppp
"Bagaimana kalau untuk menghemat waktu kita mandi bareng saja"seru Alan dengan semangatnya.
"Tidak, itu tidak akan menghemat waktu. Itu jusu akan membuang waktu yang lama. Aku tau apa yang di otakmu itu."seru Vriska langsung berlari ke kamar mandi.
Sementara Alan hanya terkekeh senang bisa menggoda Vriska "Aku mencintaimu Vriska.."teriak Alan.
aku mendengar ungkapan cinta dari Alan "aku juga sangat mencintaimu Alan"teriakku dari dalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual mandiku, aku mengambil jubah mandiku, lalu keluar setelahnya di susul Alan yang bergantian mandi. Aku melihat kekacauan yang kami buat semalam, bajuku dan bajunya berserakan di lantai. Aku segera membereskannya lalu memasukan baju kotor itu ke ranjang tempat baju-baju kotor. Kemudian aku menyemprotkan pengharum ruangan. Setelahnya aku mengambil bajuku di lemari. Untungnya Alan sudah menyediakanku beberap pakaian di sini, karena aku memang tidak membawa baju satupun dari rumah. Ah dia memang suami idaman, aku sungguh beruntung bisa menikah dengannya.
πππ Aku malu nulis part ini,ππ. Tapi jujur aku gak pandai nulis adengan uwu-uwu emangππ. Ini bagiku udah hot banget.ππ
Mau sekalian ah promosi novelku ini, yang belum ramai pembacanya. Ayo dong pada mampir, aku tunggu lho.πππ
__ADS_1
ππJangan lupa like, komen, vote, ayo beri aku hadiah bunga apa kopi yaπππππ
bersambung..