Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Kabar Bahagia


__ADS_3

Malam hari


Di kediaman Nugroho ketika makan malam tiba, Rava dan Luna bermaksud untuk memberitahukan kehamilan Luna setelah makan malam selesai. Akhirnya makan malam pun selesai, Rava memulai pembicaraannya.


"Ma, Pa, aku dan Luna ada kabar bahagia untuk Papa dan Mama."ucap Rava serius sambil melirik Luna meminta persetujuannya dan Luna mengangguk .


"Ada apa sayang, kalian bikin kami penasaran" jawab Imel


"Luna positif hamil ma, pa . Aku akan menjadi ayah"ucapnya dengan mata berbinar penuh kebahagiaan


"Benarkah? wah berarti papa sebentar lagi akan mendapatkan cucu" ucap Adi


"iya pa, Mama juga bahagia sekali mendengarnya. Selamat ya sayang"ucap Imel


Setelah perbincangan mereka selesai, akhirnya mereka memutuskan istirhat.


****


Kediaman Diansyah


tampak mereka lagi pada santai duduk di sofa, ada Dewi,Dicky, Dinda, juga Vano namun penglihatan Dinda teralihkan pada muka papanya yang tampak tak biasanya.


"Papa kenapa? apa ada masalah?" tanya Dinda memecah kesunyian di ruangan tersebut, membuat Vano dan Dewi mengalihkan pandangannya.


"Papa lagi bingung sayang, perusahaan papa yang berada di Paris lagi dalam masalah. Tadi pak Bayu menelpon papa, untuk beberapa bulan kedepan bahkan mungkin sampai kondisi perusahaan papa membaik, papa harus mengurus kantor yang berada di sana." ucap Dicky


"Apa begitu parah pa?" tanya Vano

__ADS_1


"Ya sayang, itu berarti papa harus pindah kesana sementara waktu, tidak mungkin papa menyuruh Vano untuk di sana bukan. Vano sedang menangani proyek besar yang berada di sini. Papa bisa saja pindah kesana sama mama sementara waktu tapi bagaimana dengan kamu Dinda" ucap Dicky


"Aku pa.. kenapa denganku" tanya Dinda dengan bingung


"Kau mau tetap meneruskan kuliahmu di sini apa mau ikut Papa dan Mama, kau bisa meneruskan kuliahmu di sana. Mengingat Vano akhir-akhir ini sibuk ia juga sering keluar kota, ia jarang pulang membuat Papa khawatir kalau kamu tetap di sini" ucap Dicky kembali


"Benar kata Papamu sayang, tapi Mama dan Papa kembali lagi pada keputusanmu sayang"ucap Dewi menimpali pembicaraan mereka.


"Kalau aku sih terserah Dinda saja. Karena memang benar aku lagi sibuk akhir-akhir ini. Kalau Dinda berada di sini sih memang rumah ini juga banyak penjaganya Dinda tidak akan sendirian di sini. Tapi kakak tidak janji setiap hari pulang" ucap Vano membuat Dinda termenung berfikir


Bagaimana ini, aku harus gimana. Kalau aku ikut papa dan mama pindah ke Paris, aku akan semakin jauh dari Kak Rava. Tapi kalau aku di sini aku juga akan semakin terluka melihat Kak Rava dan Luna. Memang yang harus ku harapkan lagi dari Kak Rava, dia sudah menjadi suami orang lain. Mungkin lebih baik aku ikut Mama dan Papa. Aku harus bisa melupakan Kak Rava, lagian aku juga tidak bisa jauh dari mama dan papa. batin Dinda


" em Dinda ikut mama dan papa saja" sahut Dinda tiba-tiba


"kau yakin nak" tanya Dewi


"huh dasar anak manja"sinis Vano


"Aku tidak manja, dasar jomblo" ucap Dinda


"siapa bilang aku jomblo, aku punya pacar koq" Jawab Vano membuat semua orang kaget, karena yang selama ini mereka tahu Vano tipe pria yang tak mau repot-repot pacaran.


"Huh aku lupa kakaka sudah jadian dengan Alisa," ucap Dinda


"Benarkah Vano punya pacar. Siapa Alisa nak? kau mengenalnya." tanya Dewi


"Temen Dinda ma, cantik pinter makanya kak Vano bisa kepincut sama dia" ucap Dinda

__ADS_1


"Oh.. ya sudah . Ini sudah malam sebaiknya kita istirahat" ucap Dicky


"Ya ma.. ma, pa kapan kita berangkat ke Paris" tanya Dinda sebelum beranjak


"Lusa sayang" ucap Dicky


"Baiklah.. Papa tolong urus kepindahan kuliah Dinda ya" sahut Dinda dan di angguki oleh Dicky .


"Jangan repotin Mama dan Papa ya dek, kau sudah dewasa harus mandiri ya. Belajar yang benar ya dek ingat cita-citamu menjadi dokter" nasehat Vano


"Siap komandan" ucap Dinda, mengundang tawa semua orang.


sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk istirhat.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2