
"Jangan dew!" seru kak Radja
Terpaksa Dewi harus mengambil dan menuang segelas wine dengan sendiri
Tanpa di sadari Dewi sudah minum wine sebotol sampai-sampai Dewi hilang kesadarannya dan meraung-raung memangil dewa
"Dewa aku cemburu melihat semua kejadian ini. aku sudah tidak tahu apa yang terjadi pada malam ini. dewa aku suka padamu" Dewi tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang buat kak Radja , ara dan dewa sendiri terkejut
Dewa langsung menghampiri Dewi
memeluk Dewi memindahkan kepala Dewi di pangkuannya
"Dew .. Dew sadar kamu kebanyakan minum wine kan kamu gak cocok" seru dewa sambil menglapkan wajah Dewi dengan tissue
"Wa , kamu si !" seru ara seraya ikut menyadarkan Dewi
"kak Radja bisa beli susu putih atau air lemon" tanya ara
"untuk apa ara?" bertanya penasaran
"untuk Dewi minum dan menyadarkan sedikit mabuknya dan menghilangkan bau alkoholnya" perjelas oleh ara
"Bawa pulang aja dulu wa". seru kan Radja
__ADS_1
setelah berfikir lama juga dewa ikut saran kak Radja dan mengiakan saran kak Radja
"baik lah kak. lalu ara bagaimana pulang nya?" tanya dewa
"kamu setuju ga wa ? ara pulang aku antarkan saja ". tanya kak Radja dan ajakan kak Radja untuk mengantar ara pulang
"oke baik lah aku setuju" seru ara yang mengiakan ajakan Kaka Radja
semua lekas pulang ara dan kak Radja serta dewa dan Dewi pulang ke menuju rumah dewa dan dewa memesankan taksi karena Dewi mabuk agak susah bawa Dewi dengan motor
Setelah pesan taksi dan ada di dalam taksi
kepala Dewi jatuh di pundak dewa dan dewa tersadar berkata dalam hati
Setelah sampai depan rumah dewa
dewa menggendong Dewi di pelukan depan dadanya dan menuju pintu rumah dan masuk ruang tamu hingga naik ke tangga dan menaruh Dewi di kamar dewa
dewa khawatir dengan keadaan Dewi karena mabuk dan dewa menelepon ara dan Kaka Radja
Ring..Ring..Ring telepon tersambung ke mereka
"Ara dan kak Radja bagaimana aku harus bantu Dewi aku agak kesulitan" seru dewa dalam teleponnya
__ADS_1
"Aku ke sana bantu ganti baju Dewi" ucap ara
"kak Radja antarkan aku ya" seru ara
"baik tunggu ya Ara rapi-rapi dan pergi ke situ menunggu kabar dari kak Radja" jawab ara dan menutup teleponnya
Tapi Radja dan dewa masih terhubung teleponnya
"Wa , kamu sayang Dewi kan jaga rawat dia ya!" tegas kak Radja
"tapi , kak aku takut Dewi menolaknya walau Dewi suka aku tapi tidak tau nyatanya dia kan lagi mabuk asal bicara" jawab dewa
"bisa kan kamu cari cara agar tau jawab dari Dewi benar suka kamu dan seperti kamu tidak sayangnya . apa kamu rela Dewi di jalan di jodohkan?" tanya tegas kak Radja
"gak mungkin aku rela . apa aku salah jika punya rasa lebih ini dan tak mau sedikit pun aku kehilangan Dewi kak" jawab dewa dengan serius
"oke aku lanjutkan jemput ara ya" seru kak Radja
"baik kak hati-hati di jalan oke". menjawab dengan bahagia
lanjutannya ini sahabat jadi cinta
cinta segitiga nya hanya sebuah rekayasa belakang
__ADS_1