
Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi Vriska dan Alan. Sebuah pesta pernikahan yang mewah yang di gelar di ballroom hotel bintang lima. Terlihat di sana banyaknya tamu undangan berdatangan masuk.
Rasa haru dan bahagia menjalar pada kedua mempelai, setelah keduanya di nyatakan sah sebagai pasangan suami istri.
Dalam satu hari keduanya mampu memikat para tamu undangan yang memandang takjub pada keduanya, mereka terlihat serasi dengan Vriska yang memakai gaun pengantin berwarna putih, rambutnya di sanggul ke atas dengan tatanan yang rapi, sedang Alan dengan jas pengantin dan dasi kupu-kupu menambah kesan sempurna keduanya. Tidak hentinya wajah keduanya bersinar bahagia saat para tamu undangan tiada hentinya memberi ucapan selamat.
"Selamat ya Vriska dan Alan, semoga kalian selalu bahagia"ucap Dinda
"Selamat Vriska Alan"ucap Rava
"Terimakasih Rava dan Dinda, sudah mau datang.."ucap keduanya.
Pandangan Vriska tertuju pada Davis yang terlihat begitu menggemaskan berada dalam gendongan Rava, karena tidak tahan ia pun memegang pipi Davis "ih kau lucu sekali.."seru Vriska
"Sabar, sebentar lagi kau pasti akan mendapatkannya,"seru Dinda, membuat wajah Vriska merona.
"Ayo mommy, kita turun gantian yang lain juga mau memberi ucapan pada mereka"ajak Rava.
Setelah Rava dan Dinda turun, kini Disty pun sudah berada di hadapan keduanya.
"Hallo adikku, selamat ya. Akhirnya perjuanganmu tidak sia-sia, kau harus bahagia"seru Disty dengan rasa haru pada Vriska, kemudian ia menatap ke Alan "Dan kau.. jangan sampai kau menyakiti adikku"sambungnya.
"Tentu saja kakak ipar.."sahut Alan sambil terkekeh.
Vriska segera menghambur memeluk Disty "terimakasih, semua juga berkat dirimu. Aku bahagia sekali telah mendapatkan kakak perempuan, sekaligus sahabat seperti dirimu"seru Vriska dengan cairan bening menetes dari kedua matanya.
Disty melepas pelukannya, lalu memandang Vriska dan menghapus air mata Vriska "Hei jangan biarkan air matamu menetes, ini hari bahagiamu jadi jangan biarkan air matamu itu jatuh"ucap Disty
Vriska menggeleng "Aku hanya merasa bahagia"seru Vriska kini kembali tersenyum.
"ya kau memang harus bahagia,"sahut Disty.
Vriska dan Disty tersenyum bahagia, sedang Alan yang memandang keduanya pun merasa bahagia.
Tidak lama seorang pria terlihat datang dengan nafas tersengal-tersengal.
"Sorry aku telat pacar.."serunya, membuat Vriska dan Disty menoleh.
Vriska dan Alan terlonjak kaget, siapa yang di maksud pacar.
"Dokter Dika. Siapa yang kau maksud pacar.."seru Disty
"Dirimu lah, masa Vriska dia kan sudah ada yang punya.."sahutnya dengan enteng penuh dengan percaya diri.
"Dokter ku rasa anda salah minum obat"cetus Disty dengan kesal, lalu berlalu pergi.
Dokter Dika ingin mengejarnya namun sebelumnya ia memberi ucapan selamat dulu pada Alan dan Vriska.
"ada apa dengan mereka..?"tanya Vriska pada Alan dengan bingung,
Alan mengedikan bahunya "entahlah, mungkin saja lagi pdkt"seru Alan.
Tiba-tiba Alan jadi teringat tingkah konyolnya dulu saat mengejar Dinda dalam pesta pernikahan Rava dan Luna, tapi semua perjuangannya sia-sia hingga titik ia merasa lelah ia tidak mendapatkan Dinda, tapi ia tidak menyesal. Sekarang ia sangat bersyukur bisa bersama Vriska, ia di ikatkan dengan ikatan cinta suci yang saling mencintai.
__ADS_1
"Alan..."panggil Vriska membuat Alan terlonjak kaget.
"eh iya.. apa kau lelah. Ayo duduk.."sahut Alan mengajak Vriska duduk.
Setelah keduanya mendudukan dirinya di kursi, "Apa yang kau lamunkan.."tanya Vriska
"Tidak, aku hanya merasa bahagia bisa menikah denganmu. Itu saja.."serunya
"Benarkah..?"tanya Vriska
"Iya. Vriska berjanjilah sesuatu padaku.."ucap Alan
"Berjanji apa..?"sahut Vriska dengan kening mengkerut.
Alan segera memegang kedua tangan Vriska "Berjanjilah kau akan selalu bersamaku apapun yang terjadi. Dan jangan pernah memintaku untuk menduakanmu.."ucap Alan
Vriska terkekeh "Tentu saja aku akan selalu bersamamu, ini yang ku inginkan. Menduakanku, jangan harap. Aku tidak akan pernah mau..."seru Vriska
"Bagus, itu yang ku inginkan.."seru Alan dengan senyum senang keduanya masih bertatap muka saling mendekat seolah dunia hanya milik berdua, anggaplah yang lain ngontrak "Vriska I love u, Aku sangat mencintaimu"ucap Alan
Vriska tampak bahagia "I love you too, aku juga sangat mencintaimu"sahut Vriska dengan tulus.
Wajah keduanya sudah sangat dekat, Vriska pun sudah memejamkan matanya, Alan sudah bersiap mencium Vriska, saat bibir keduanya hampir menyatu.
"Wah wah pengantin baru sudah tidak sabar rupanya.."ucap Aldo dengan tiba-tiba, membuat Vriska dan Alan terlonjak kaget dan segera tersadar jika mereka masih di tempat rame.
Sedang Aldo merasa senang telah mengganggu keduanya "Sabar bro, ini masih siang.."sambungnya, membuat wajah Vriska merona malu. Ia merutuki kebodohannya yang tidak tau tempat.
"Aldo apa yang kau lakukan, kau membuat mereka malu. Cukup jangan meledeknya. Atau nanti malam kau tidur di luar"ucap Livia sambil menggendong putrinya.
"Vriska Alan maafkan suamiku ya, maklum dia emang begitu suka konyol, btw selamat ya buat kalian berdua.."seru Livia menyalami keduanya setelahnya meninggalkan Aldo begitu saja.
"Sayang.. aku di sini. Kenapa aku malah di tinggal.."ucap Aldo langsung berlari mengejar istrinya.
Sedang Vriska dan Alan hanya terkekeh, ia merasa lucu melihat mimik muka Aldo tadi.
ππππ
Sementara itu di sudut pesta itu terlihat Disty dan Dokter Dika sedang saling berdebat.
"Dokter kenapa kau bilang aku pacarmu tadi, itu membuatku malu. Dokter Dika sudah ku katakan jauhi aku, aku tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang"seru Disty dengan kesal.
"Memangnya siapa yang mau menjadikanmu perusak rumah tangga orang,"sahut Dokter Dika
"Kau lah.."cetus Disty dengan kesal, karena berkali-kali Dokter Dika itu selalu mengejar-ngejarnya.
Dokter Dika malah terkekeh "Jadi kau fikir aku itu sudah menikah begitu"tanyanya, Disty hanya mengangguk.
"Kau salah, aku masih sendiri. Aku belum menikah Disty. Bagaimana kau bisa berfikir begitu"ucapnya
"Wanita yang kau bawa saat di toko roti itu, istrimu bukan"tanya Disty
"Bukan, dia itu adikku. Dia emang begitu, makanya orang yang melihat pasti akan berfikir sama seperti dirimu"serunya
__ADS_1
Saat Dokter Dika ingin kembali menyampaikan maksudnya, terdengar suara MC yang mengumumkan bahwa saatnya pelemparan bunga pengantin.
Para tamu undangan pada sibuk bergeromobolan ingin menangkap bunga yang akan Vriska lempar.
"Aku akan kesana.."seru Disty meninggalkan Dokter Dika.
Saat tersadar jika Disty sudah tidak ada, ia pun segera menyusulnya.
1
2
3
Vriska dan Alan melempar bunga itu.... Dan..
bruk..
Bunga itu jatuh tempat pada Disty dan Dokter Dika.
"Wah.. wah.. Tuan dan Nona anda beruntung, sebentar lagi kalian pasti akan menyusul kwdua mempelai"seru sang MC.
Vriska dan Alan saling pandang melihat pemandangan itu, apalagi hingga kin Disty dan Dokter Dika masih saling pandang tanpa melepas tangannya yang masih sama-sama memegang buket bunga itu.
"Aku harap Disty pun akan segera menyusul kita"ucao Vriska
"iya, aku juga berharap hal yang sama"seru Alan, merangkul pundak Vriska lalu mengelusnya setelahnya Alan mengecup kening Vriska dengan lembut.
.
.
.
πππudah sah kan mereka berdua..ππ
πππBonus Visualππ
VRISKA
Disty
Dokter Dika
ππKalau readers kurang sreg, readers bisa bayangin menurut imajinasi kalian sendiri-sendiriππππ
πππSelamat membaca, jangan lupa like, komen dan votenya readersππ
__ADS_1
bersambung..