Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Sebuah panggilan


__ADS_3

"Alan kau mau menambah lauknya, biar ku ambilkan.."seru Vriska


Alan malah cemberut "tuh ma, masa sama suami manggilnya nama, nggak sopan"Adu Alan pada sang mertua.


"Di rubah atuh Vriska manggilnya, aa, sayang, atau apa gitu"lanjut Mama Lita


Vriska mendengus kesal "ih alay banget sih kamu. Ya sudah nanti aku pikiran mau manggil kamu apa"


Sedang Mama Lita dan Papa Danu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan mantunya, keduanya merasa sangat bahagia. Semalam Vriska dan Alan memang menginap di sini sekalian ingin mengambil barang-barang Vriska. Rumah yang akan mereka tempati ternyata sudah selesai di renovasi.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Alan masih menikmati masa cuti pernikahannya, kini keduanya sudah tiba di rumah yang akan mereka tempati. Letak rumah ini tidak jauh dari kantor Alan, hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai rumah ini jika di tempuh dari kantor Alan. Rumah ini terdiri dari dua lantai.


Vriska sudah memutuskan akan menjadi seorang istri sepenuhnya, jadi ia tidak akan kembali lagi ke dunia model.


Vriska berharap dengan begitu mereka segera di karuniai seorang momongan, agar Vriska semakin betah di rumah.


"Jadi ini kamar kita.."ucap Vriska, Alan mengangguk lalu ia merebahkan dirinya di kasur.


"Apa kau menyukainya.."tanya Alan sambil meilirik Vriska yang masih betah melihat-lihat.


Saat membuka pintu balkon kamarnya , angin langsung berhembus masuk, ia merasa segar. Jika berdiri di situ saat malam hari, pasti akan sangat menyenangkan sambil memandangi bintang-bintang di langit.


"ya, aku menyukainya.."sahut Vriska.


Alan pun bangkit lalu menghampiri Vriska dan memeluknya "Jika besok aku harus kembali ke kantor, bagaimana.."tanya Alan sambil membenamkan kepalanya di pundak sang istri.


Vriska mengelus lengan sang suami "Tidak masalah Alan.."


"Di rumah ini hanya ada kita berdua, kalau kau merasa perlu membutuhkan asisten rumah tangga, aku akan mencarikannya"ucap Alan sambil melepas pelukannya lalu ia kembali mendudukan dirinya di tempat tidur.


"Nanti aku bisa minta bantuan mama mencarikannya atau Lana.."seru Vriska sambil mendekat duduk di sebelah Alan.


"Oh iya jika kau sudah tidak bekerja menjadi model, lalu di mana asistenmu itu"tanya Alan


"Dia bekerja di perusahaan papa, Alan.."jawab Vriska


"Kenapa dari tadi kau terus memanggil namaku, tidak adakah panggilan yang lebih enak di dengar, kau bilang kau akan menggantikannya.."kata Alan mendengkus kesal.


"Aku bingung harus memanggilmu apa? Bukankah panggilan nama lebih bagus.."sahut Vriska sambil terkekeh.


Alan mendengkus "Panggil aku sayang, hubby, darling, begitulah"


"Tidak mau Alan.."Vriska tetap membantah, ia lebih suka melihat wajah Alan yang terlihat kesal.

__ADS_1


Alan mendelik menyadari jika Vriska kini tengah menggodanya "Kau memang sengaja membuatku kesal ya, baiklah aku akan memberi pelajaran padamu"seru Alan sambil merangkul sang istri kemudian membawanya tidur dan menindihnya sehingga terjadi pergulatan panjang mereka.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Satu jam yang lalu Vriska sudah bangun membereskan pakaian yang mereka bawa di lemari, setelah di rasa sudah beres Vriska kembali melirik ke arah suaminya, pria itu masih terlihat betah menikmati mimpinya.


Vriska merasa lapar ingin sekali ia membangunkan sauminya untuk mengajaknya mencari makan, atau sekedar belanja persediaan bahan makanan, tapi melihat wajah tenang suaminya ia tidak tega.


Akhirnya ia mengambil kunci mobil dan dompetnya ia keluar sendiri, tadinya ia ingin delvery saja. Tapi ia mengurungkan niatnya ia mau sekalian belanja keperluan rumah saja.


Satu jam kemudian Alan membuka matanya ia meraba kasur di sebelahnya, namun ia tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Apa aku terlalu lama tidur, di mana Vriska.."ucapnya sambil mencoba bangkit turun dari ranjang, dan memakai pakainnya.


Kemudian Alan turun ke bawah, tidak juga menemukan Vriska. Ia pun mencari ke dapur pun sama tidak ada.


"Kemana dia..?"ucapnya terus mencari ke sudut rumah.


"sayang, kau di mana..."teriak Alan.


Kemudian Alan mendengar suara mobil, ia sangat hafal suara mobil itu karena itu merupakan mobilnya. Alan segera keluar dan membuka pintu, ia melihat Vriska tengah mengeluarkan belanjaannya.


Alan langsung memeluk istrinya, Vriska terlonjak kaget hampir saja belanjaannya jatuh.


"Lepaskan Alan, aku harus membawa belanjaanku masuk dulu dan membereskannya, setelah itu kita makan. Aku suda membeli makanan"seru Vriska


"Kau habis belanja sendiri? kenapa tidak membangunkanku, kita bisa pergi bersama"seru Alan


"Aku tidak tega membangunkanmu, ayo cepat lepaskan Alan.."ucap Vriska


"Tidak mau..."Alan justru semakin mempererat pelukannya.


"Lepaskan Alan..."


"Tidak mau.."


"lepas tidak.."


"tidak akan.."


Keduanya saling berdebat,


"Hubby lepaskan aku ya, aku sungguh sangat lapar."pintanya dengan nada manja, ia yakin Alan pasti akan luluh.


Terbukti Alan langsung melepas pelukannya "Kau memanggilku apa? " seru Alan dengan girangnya, membuat Vriska malu.

__ADS_1


"Aku suka panggilan itu, kau harus selalu memanggilku dengan panggilan itu"sambung Alan.


Vriska kembali membawa belanjaannya dan berlalu masuk, ia membereskannya belanjaannya. Alan menatapnya dari jauh.


"Dia sungguh mandiri, benar apa yang papa bilang. Jika kita sudah mengenalnya lebih dekat pasti akan tau sifat aslinya. Terimakasih Tuhan telah memberiku kesempatan. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kau berikan, akan ku buat ia bahagia sebisaku"ucap Alan sambil memandangi Vriska.


"Hubby ayo makan.."ucap Vriska menepuk pundak Alan.


Alan terlonjak kaget "Tapi, aku belum mandi sayang.."


"ha, kau belom mandi. Kenapa..?"tanya Vriska


"Karena aku tidak menemukan dirimu saat aku bangun, jadi aku cemas dan mencarimu"seru Alan


"Lebay.."Vriska menjawab sambil mendengkus kesal, entah mengapa sekarang Alan selalu pandai merayu.


"His tidak percaya.."seru Alan


"Ya sudah kau mandi dulu sebentar sana, aku akan menunggumu di sini"perintah Vriska


"Ayo..."ajak Alan


"apa.."sahut Vriska


"Mandikan aku.."Alan menggoda Vriska.


"Tidak mau,"jawab Vriska dengan cepat.


"Kenapa kau malu ya? hihi...."Alan malah terkekeh geli


"Alan... cepatlah aku sudah lapar.."


Bukannya menjauh malah Alan mendekati Vriska, "kau mau apa?"seru Vriska


Dan Cupp...


Alan mengecup bibir Vriska, lalu ia berbisik "Sudah ku katakan jangan memanggilku dengan namaku, kalau kau mengulanginya kau akan melakukannya yang lebih dari ini. Mengerti"


Vriska mengangguk "Bagus"seru Alan, kemudian ia berlalu pergi.


.


.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2