Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Visual


__ADS_3

Visual


Rava



Dinda



Alan*



Keesokan harinya Rava sudah di perbolehkan pulang. Ketika tiba di parkiran ia bertemu Dinda dan Alan.


"Hallo tuan Rava, Om, Tante selamat pagi.." Sapa Alan pada mereka bertiga, tampak Adi dan imel tersenyum juga Rava meski sedikit di paksakan.


Sedangkan pandangan Dinda tidak lepas dari Rava, menurutnya Rava benar-benar berubah ia bukan sosok pria yang hangat seperti dulu. Bahkan dengan Dinda ia seperti orang asing.


"Pagi juga nak Alan, kau mengantar Dinda ya,.." sahut Imel


"Iya tante, kebetulan mobil Dinda sedang berada di bengkel, ya sekalian berangkat kantor Alan antar Dinda.." ucap Alan


"Kau perhatian sekali nak, ngmong-ngomong kapan kalian akan menikah, om dan tante tunggu lho Din undangannya.." ucap Adi


Pertanyaan dari Adi tentu saja membuat keduanya sontak kaget, belom pernah terfikirkan keduanya menuju ke hal yang serius. Mengingat jalinan hubungan mereka yang dari awal hanya coba-coba.


Pun Alan sampai saat ini masih belom bisa memastikan perasaan Dinda terhadapnya.


"Doain aja om."sahut keduanya


"Setelah kakakmu bertunangan nanti semoga kau segera menyusul ya Din"ucap Imel


Dan Dinda hanya tersenyum mengangguk.

__ADS_1


"Mah pa ayo pulang.."ucap Rava yang akhirnya merasa amat bosan mendengar pembicaraan mereka.


*******


Malam harinya di kediaman Brawijaya saat ini tengah makan malam . Hening hanya suara dentuman sendok dan garpu.


"Bagaimana hubunganmu dengan Dinda, Lan.." tanya Brawijaya


"Baik.." sahut Alan cuek


"Alan apa kau masih menjalin hubungan dengan wanita lain selain Dinda." tanya Brawijaya kembali, sedangkan Merlin hanya diam mendengarkan mereka.


"Tidak pa.."


"Aku sudah meninggalkan dunia playboy ku, masa papa masih tak percaya sih." sahut Alan


sedangkan Brawijaya hanya mengangguk tanda paham.


"Bagaimana kalau setelah pertunangan kakaknya Dinda, kau melamar Dinda saja." saran Brawijaya


"Aku belom yakin dengan perasaannya pa.." ucap Alan


"Kenapa?" tanya Merlin akhirnya membuka suara.


"Kerena dari awal aku dan dia hanya coba-coba. Aku hanya menyarankan dia untuk mencoba menerima menjadi pacarku pa ma." ucap Alan


"Kau itu bodoh apa bagaimana. Memangnya kau tak yakin dengan perasaanmu ke dia, sampai kau hanya mau coba-coba memangnya kau fikir apa pake coba-coba" sewot Merlin dengan kesal


"Aku sangat yakin dengan perasaanku ke dia ma, bahkan meski kami hanya coba-coba aku tetap setia.hehe Tapi sepertinya Dinda tidak mencintaiku pa ma, meski hubungan kami terjalin cukup lama. " ucap Alan


"Kau pastikan sekali lagi perasaannya, jika memang tidak ada ujung kepastian dalam hubungan kalian buat apa di lanjutin. Kau dan dia sama-sama berhak mendapatkan pasangan yang buat kalian bahagia bukan."ucap Brawijaya .


*****


"sayang bangunlah makan malam papa dan Vano sudah nunggu " ucap Dewi pada Dinda.

__ADS_1


Ya hari ini seminggu ini Dinda memang pulang ke rumah orang tuanya,


"ma aku capek, banyak pasien hari ini. Udah gitu tadi Dinda juga habis melakukan operasi." ucap Dinda beranjak duduk


"Tetap saja kau harus makan sayang. Ingat kau punya penyakit maag" sahut Dewi


"iya ma. Oh ya gimana persiapan pertunangan kak Vano" tanya Dinda


"Sudah beres sayang, mama harap setelah Vano menikah kau juga segera menyusul ya. Mama lihat Alan serius sama kamu " ucap Dewi


"doain aja deh ma" sahut Dinda


"Oh ya kau sudah pernah bertemu dengan Rava Din" tanya Dewi


"Sudah, dia sudah banyak berubah tidak seperti dulu lagi ma, dia terlihat dingin bahkan sangat irit berbicara. Dan denganku saja dia seperti orang asing. Sepertinya kepergian Luna membawa kepedihan yang dalam bagi kak Rava ya ma." lirih Dinda


"mungkin sayang, mama juga prihatin . Imel sering juga mengeluh mengenai sikap Rava. Sudah lebih baik sekarang kita ke bawah yuk makan sayang." ajak Dewi akhirnya. Dinda mengikuti dari belakang.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


#Aku tuh seneng banget sama artis korea yang jadi visual Rava..😁😁


maaf banyak typo

__ADS_1


__ADS_2