
"Sayang kau bagaimana keadaanmu, mama sangat mengkhawtirkanmu"tanya mama Dewi pada Dinda setelah Dinda tersadar.
"Ya nak, bagaimana apa ada yang sakit?"timpal Papa Dicky
Saat Aldo menelpon mengenai kejadian kemarin, orang tua beserta orang tua Rava langsung terbang ke Surabaya.
"Aku takut ma,pa. Sungguh aku merasa takut, dia mau membunuhku juga anak dalam kandunganku"sahut Dinda lirih dengan bada gemetar.
Mama Dewi dan Papa Dicky menghela nafasnya, mereka menduga jika putrinya kini masih merasa shock.
πππ
Sementara di ruangan lain, mama Imel dan Papa Adi serta Aldo tampak cemas menunggu Rava yang tak kunjung sadar, dokter tadi sudah mengobati lukanya, untungnya luka peluru yang masuk tidak sampai mengenai tulang, meski luka yang Rava derita cukup dalam.
"Dinda..."teriak Rava langsung terduduk dari ranjangnya.
Mama Dewi, Papa Adi serta Aldo tampak kaget mendengar teriakan Rava mereka segera menghampiri Rava.
"Kau sudah sadar nak..?"tanya Mama Imel yang tampal cemas sambil mengelus punggung Rava, tampaknya anaknya ini habis bermimpi buruk.
"Apa yang di rasa Va..?"timpal Papa Adi
Rava hanya diam tidak menanggapi keduanya, ekor matanya bergerak kesana-kesini, namun tiba-tiba Rava bergerak turun dari ranjangnya, dan mencabut paksa selang infus di lengannya.
__ADS_1
"Kau mau kemana nak. Jangan dulu banyak bergerak kau harus benar-benar pulih dulu"cegah mama Imel
"Aku harus melihat keadaan Dinda ma, aku sangat khawatir padanya, dia pasti shock berat aku tidak mau di kenapa-napa.."ucap Rava
"Keadaan nona Dinda baik-baik saja tuan, nona juga sudah sadar. Sekarang lebih baik tuan istirhatlah dulu"tutur Aldo
"Aku tidak peduli aku ingin melihatnya sekarang.."ucap Rava dengan tegas dan berlalu pergi sambil menahan nyeri pada lengannya akibat luka tembakan serta bekas jarum infua yang menancap.
Aldo beserta orang tua Rava berusaha mengejar Rava, namun sepertinya semuanya percuma Rava melangkahkan kakinya dengan cepat.
πππ
Pintu ruangan terbuka membuat semua penghuni yang berada dalam ruangan tersebut menoleh, mereka kaget mendapati Rava uang masuk dalam keadaan wajah pucat, serta tangan yang di perban, darah yang menetes akibat Rava mencabut selang infus dengan paksa tadi.
Dinda hanya diam tak bereaksi apapun," Dia baik-baik saja nak, dia hanya sedikit shock nanti akan pulih dengan sendirinya. Jangan menyalahkan diri sendiri, lihatlah lukamu itu kau sudah melindunginya dengan baik, terimakasih nak"sahut Papa Dicky dengan lembut.
Sungguh Rava sangat tersentuh serta merasa beruntung memiliki mertua sebaik Papa Dicky yang bijak tidak pernah sekalipun ia berkata kasar pada siapapun, ia memang di kenal ramah dan sopan pada siapapun.
"Pergilah aku sangat membencimu, dan tak ingin melihatmu, karena dirimu aku hampir celaka dan hampir kehilangan anakku"teriak Dinda sambil menatap tajam Rava. Teriakan Dinda membuat semua terlonjak kaget.
"Dinda aku minta maaf, aku memang salah ."seru Rava
"Diam, aku muak mendengar kata-katamu, pergilah .. pergi aku bilang pergi"teriak Dinda sambil mendorong Rava dengan kuat hingga Rava hampir terjatuh.
__ADS_1
Mama Dewi mendekat lalu mengelus putrinya "sayang jangan begini, semua yang terjadi adalah takdir nak, Rava tidak bersalah dalam hal ini, lihatlah dia juga melindungimu bukan, apa kau tidak lihat luka yang ada pada lengannya itu"tutur mama Dewi.
"Tidak ma, semua karena dia. Dia membuatku dalam bahaya,"Ucap Dinda dengan lemah dalam pelukan mamanya.
"Nak Rava sepertinya Dinda masih sangat shock, dan lihatlah darah dalam lukamu juga mrembes keluar, kembalilah ke ruanganmu nak, istirahatlah kau juga harus cepat pulih"pinta papa Dicky
"Tapi pa aku..."ucap Rava tertahan
"Benar kata mertuamu Va, ayo kita kembali kau harus cepat pulih"sahut papa Adi.
Rava pun menurutinya, sebelum keluar is sempat menengok ke arah Dinda namun tampaknya istrinya itu hanya diam menatapnya tajam.
Rava berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri, ia selalu membenarkan apa kata-kata Dinda tadi. Meski terasa sakit mendengat semua kata-kata tadi, namun ia tidak menyalahkan Dinda, mungkin luka yang ia torehkan pada istrinya itu begitu dalam.
πππ
.
.
jangan like, vote, dan koment.. hadiahnya juga..hihihiπ terimakasih
bersambung..
__ADS_1