Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Masa Lalu Alan


__ADS_3

Flashback On


4 tahun yang lalu.


Di sebuah kampus ternama di kota Jakarta, seorang gadis berkacamata, rambut di ikat kuda. Pandangannya tak lepas dari buku, ia seperti seorang kutu buku dia pintar juga berprestasi. Gadis itu bernama Adisty Alfiyona , ia hanya mempunyai teman satu di kampus ini yang bernama Dara.


Disty berasal dari keluarga yang sederhana, ibu nya hanya seorang ibu rumah tangga. Ia mempunyai satu saudara. Sedangkan bapaknya hanya seorang guru. Ia bisa masuk di Universitas tersebut juga karena mendapat beasiswa.


Maka berhubung keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan ia pun kuliah sambil kerja di sebuah toko kue, untung pemilik toko kue itu punya mamanya Dara. Jadi ia bisa bekerja saat di luar jam kuliah. Jika ia mendapat jam kuliah pagi maka siang hari ia bekerja, begitupun sebaliknya, kadang-kadang juga ia harus lembur ketika toko rame.


Dari kejauhan segerombolan anak laki-laki terlihat sedang memandang Disty juga Dara .


" Alan,kau lihat gadis yang berkacamata itu,"tanya Andra sambil menunjuk dimana Disty berada.


"ya, kenapa..?" tanya balik Alan.


"Kayaknya hidup dia hanya terpaut dengan buku dan mata kuliah saja, cih masih saja ada gadis seperti itu." ucap Andra


"Kau berbicara seperti itu karena kau patah hati pernah di tolak dia bukan..haha" sahut Caka sambil tertawa meledek Andra .


"Wah rekor, seorang Andra bisa di tolak seorang gadis biasa.. Bagaimana ceritanya bro.." ucap Alan sambil menepuk pundak Andra.


"Berisik... Dia memang aneh. Entahlah banyak gadis tertarik padaku tapi hanya dia sendiri yang terlihat acuh tak tertarik padaku. Bagaimana kalau kita taruhan saja Lan.." sahut Andra tiba-tiba terlintas sebuah ide konyol.

__ADS_1


"No.. aku tidak suka taruh-taruhan.." sahut Alan cepat


"Kau cemen sekali, aku bahkan belom memberitahu taruhan apa.."sinis Andra


"Apa memangnya...?" tanya Alan akhirnya


"Aku ingin memberi tantangan padamu Lan. Jika dalam waktu 3 bulan kau bisa mengambil hati gadis berkacamata itu kau menang, lalu setelahnya kau harus memutuskan gadis itu seperti pacar-pacarmu sebelumnya. Kau bisa minta apapun padaku termasuk mobil sport keluaran terbaru milikku. Bagaimana...?" ucap Andra


"Kau gila, aku tidak mau dia bukan barang yang bisa di buat seenaknya. Aku memang playboy tapi aku tidak mau bermain cara kotor, lagian dia bukan tipeku. Kau tau masih banyak gadis cantik yang lainnya. Kenapa harus dia...?" sahut Alan mencoba menolak taruhan dari Andra.


Sedangkan Cakra hanya dia melihat interaksi dua temannya tersebut.


"Ah payah.. Kau cemen . Bilang saja kau memang takut di tolak. Pesonamu sudah tidak ada artinya.." Ucap Andra mencoba memancing amarah Alan. Merasa mendapat hinaan tentang dirinya, membuat Alan meretakkan giginya.


*****


Sepulang dari kampus seperti biasa Disty melajukan motornya ke toko kue tempat ia bekerja, sepanjang perjalanan ia tersenyum ceria. Tanpa sadar seseorang mengikuti dari belakangnya dengan mobil mewah, mobil itu milik Alan ia akan menjalankan rencananya. Setelah tiba di toko kue, Disty langsung bergegas masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan stelan kerja. Lalu ia keluar mulai melayani pelanggan yang hendak membeli kue.


"Nona aku mau kue yang ini.." ucap Alan pada Disty yang saat ini tengah merapikan kue-kue yang sedikit berantakan .


"Ah ya bentar..." ucap Disty . Setelahnya ia langsung melayani Alan.


"Namamu Disty ya.. " tanya Alan basa basi melihat name tage di baju Disty .

__ADS_1


"iya tuan.." jawab Disty


"Kau kuliah di Universitas X kan. Oh ya kenalkan aku Alan, aku juga kuliah di sana. Aku tau kau gadis yang pintar cerdas yang selalu berprestasi. Kau pasti asing dengan namaku ya..." ucap Alan sambil memperkenalkan diri.


"Terimakasih pujiannya tuan. Tentu saja tidak asing, siapa yang tidak tau naman anda. Apalagi untuk kalangan para gadis tentu banyak yang tergila-gila dengan anda mengingat rumornya anda memang playboy.." ucap Disty to the point.


glek ucapan playboy barusan membuat Alan menelan salivanya kaget.


"Ah itu hanya gosip, aku bahkan tidak punya pacar . Panggil saja Alan agak canggung kalau di panggil tuan kesannya aku udah tua," ucapnya


"tapi..."sahut Disty


"tidak pake tapi.. Ku harap kita bisa mulai berteman. Aku harus pulang senang berkenalan denganmu Disty" ucap Alan berlalu pergi.


Setelah kepergian Alan, Disty kembali bekerja. Sesekali ia mengingat wajah Alan, memang ia tampan siapa yang tidak menyukai pria seperti dirinya. Tapi ia cukup sadar diri siapa dirinya. Untuk berteman rasanya masih canggung.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2