Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Pergilah Alan


__ADS_3

*Meninggalkan seseorang membutuhkan seribu penjelasan, namun bersama seseorang hanya membutuhkan satu penjelasan : Cinta


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹*


Alan masih berusaha mencari Vriska, hingga pukul lima sore ia masih tidak bisa menemukan keberadaan Vriska. Ia sudah mencari ke rumah orang tua Vriska, tapi mereka bilang jika Vriska belum pulang.


Alan juga mencari ke tempat teman-teman Vriska pun hasilnya sama Vriska tidak ada di sana. Mendesah frustasi Alan bingung mau mencarinya ke mana lagi.


"*Ya Tuhan, ke mana lagi aku harus mencarinya. Jika saja tadi aku langsung mengejarnya mungkin aku tidak akan kebingungan seperti ini"ucapnya terdengar frustasi.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹*


Sementara di sudut kota Jakarta Vriska tengah berada di sebuah rumah sederhana. Saat ini ia tengah berada di depan rumah asisten rumah tangga mamanya. Vriska duduk mengamati senja di langit.


Aku ingin menghilangkan rasa penat di hatiku ini, besok aku akan pulang dan mulai terapi.


"Nona, ini sudah hampir petang, apa Nona tidak ingin pulang"ucap Bi Ira sang asisten rumah tangga.


Vriska menoleh ke arah bi Ira "Aku ingin menginap di sini dulu bi, bolehkah"serunya


Bi Ira tersenyum kemudian ia dudu di sebelah kursi Vriska "Tentu saja boleh Nona, tapi Nona harus mengabari orang tua Nona agar merek tidak khawatir"ucapnya.


"Oh ya aku lupa bi. Baiklah aku akan mengabari mereka dulu"kata Vriska sambil membuka tas nya dan mencari handphonenya, setelah menemukannya ia segera menghubungi orang tuanya.


"Ya sudah Nona saya masuk dulu, saya akan mempersiapkan kamar untuk Nona.."pamit Bi Ira.


"Makasih ya bi, maaf merepotkan.."sahut Vriksa


"Tidak merepotkan sama sekali Nona.."kata Bi Ira.


Setelah kepergian Bi Ira, Vriska mengamati handphonenya lagi ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari Alan.


*Kenapa ada begitu banyak panggilan tak terjawab dari Alan, ada apa? bukankah semua sudah selesai.. seru Vriska tanpa berniat untuk menelpon Alan balik.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Pukul tujuh pagi Vriska sudah sampai di rumahnya, ia memang sengaja pagi-pagi pulangnya karena setelahnya ia harus pergi ke rumah sakit untuk terapi.


"Vriska..."panggilan sebuah suara yang sangat Vriska kenal, membuat langkah Vriska terhenti, ia berbalik dan menengok.


"Alan.."seru Vriska terkejut, pun dengan rasa heran tidak biasanya pagi-pagi Alan sudah berada di rumahnya.

__ADS_1


"Ada apa Alan? tumben pagi-pagi sekali"tanya Vriska sambil menutupi rasa gugupnya, Alan menatap Vriska dengan tatapan menyelidik.


"kemarin seharian kau ke mana..?"tanya Alan dengan tatapan tajam.


Vriska tampak gugup "Aku.. aku hanya pergi ke rumah Bi Ira saja"serunya


Alan mengerutkan "Kau tau seharian aku mencarimu ke mana-mana,"ucap Alan


Vriska tampak bingung lalu menatap Alan "mencariku.. memangnya ada hal penting apa sampai kau harus mencariku"


"Tentu saja penting.. memang ini sangat penting untukku..."seru Alan keduan tangannya tengah memegang pundak Vriska.


"Vriska... a_aku...aku..."ucap Alan dengan gugup, Kenapa aku bisa segugup ini, seru Alan dalam hati.


"Alan ada apa..?jika kau lupa apa yang akan kau katakan pulanglah, kau bisa kembali saat kau sudah mengingatnya "seru Vriska sambil melepas kedua tangan Alan dari pundaknya, kemudian ia berjalan menjauh dari Alan.


"Vriska aku mencintaimu.."teriak Alan dengan lantang.


Deg... Vriska menghentikan langkahnya sesaat.


Sepertinya aku salah dengar, serunya dalam hati. Kemudian Vriska tetap melanjutkan langkahnya.


"Vriska tidakkah kau mendengarku, jika aku mencintaimu"ucap Alan dengan keras hingga Vriska mampu mendengarnya jelas. Vriska menghentikan langkahnya.


Vriska menengok ke arah Alan "Alan, kau jangan bercanda. Ini tidak lucu.."


Alan berjalan menghampiri Vriska "Kau fikir aku bercanda, aku serius dengan kata-kataku"Alan mengguncang tubuh Vriska.


"Tidak Alan, bagaimana dengan Disty bukankah kau sangat mencintainya. Jangan menyakitinya Alan"seru Vriska.


"Aku menyadari satu hal Vriska jika kini aku sudah tidak mencintainya, aku hanya merasa bersalah padanya di masa lalu." ucap Alan sambil menatapa kedua bola mata Vriska yang tampak berkaca-kaca, entah mengapa ia melihat kesedihan di mata Vriska, bukankah ia seharusnya bahagia "Vriska kau sudah tau perasaanku sebenarnya kini, dan aku tidak mau kehilanganmu, bisakah kita kembali seperti dulu lagi, aku janji aku akan.._"sambungnya Alan namun terpotong dengan cepat oleh ucapan Vriska.


Vriska menggeleng kemudian melepas kedua tangan Alan "Tidak Alan, aku tidak bisa kembali seperti dulu lagi bersamamu"ucap Vriska dengan nafas memburu.


"Kenapa? bukankah kau juga mencintaiku. Apa yang membuatmu berubah"tanya Alan


Tentu saja karena aku ingin kau bahagia bersama wanita yang sempurna.batin Vriska.


Vriska masih terdiam "katakan kau juga mencintaiku Vriska"ucap Alan kembali mengguncang tubuh Vriska. Rasanya sangat sakit mendengar penolakan Vriska.


Vriska kembali menepis tangan Alan ia menatapa tajam Alan "Dengarkan aku baik-baik, aku tidak pernah mencintaimu. Selama ini aku hanya terobsesi padamu, dan kini aku sudah menyadarinya, jadi sekarang kau pulanglah, karena ucapanmu itu sama sekali tidak penting bagiku"ucap Vriska kembali melangkah meninggalkan Alan.

__ADS_1


Alan tercengang kaget atas jawaban Vriska "Kau meminta waktu padaku saat itu selama tiga bulan untuk membuat aku bisa mencintaimu, namun saat ini setelah kau berhasil kau mencampkanku. Apa ini Vriska ? kau membuatku mampu membuatku terbang ke awan, namun setelah kau berhasil kau pun kembali menjatuhkanku. Apa maksudmu? apa kau ingin membalas dendam akan sikapku dulu padamu"seru Alan dengan nada serak yang mampu menghentikan langkah kaki Vriska. Kali ini Vriska sudah sampai di depan pintu.


Vriska sudah bersiap untuk membuka pintu, namun sebelum itu ia kembali menengok ke arah Alan "Anggaplah seperti itu Alan,"serunya,


Vriska bersiap untuk membuka pintu, namun ia kembali meringis sakit..


"Vriska ada apa, kau sakit. Bagian mana yang sakit,"Alan berjalan menghampiri Vriska berniat untuk membantu Vriska.


Vriska menengok ke arah Alan, ia bisa melihat raut wajah khawatir di wajah Alan , kemudian ia menggeleng kuat.


"Pergilah Alan, aku harus istirahat. Dan lupakanlah aku"ucap Vriska menepis tangan Alan lalu membuka pintu dan masuk ke dalam rumah dan menutup kembali pintunya.


Alan terus berusaha mengetuk pintu rumah Vriska, sambil memanggil-manggil Vriska meski tidak ada hasil.


Sementara Vriska yang masih bersandar di balik pintu bisa mendengar suara Alan, Vriska meneteskan air matanya yang sedari tadi ia tahan, ia memegang dadanya yang terasa sesak.


"Harusnya aku bahagia usahaku telah berhasil membuatmu bisa mencintaiku, namun lagi-lagi penyakitku menyadarkanku, aku tidak akan mampu membuatmu bahagia Alan, kau berhak mendapatkan wanita yang sempurna. Bagaimana bisa seorang pria menerima wanita yang tidak akan mampu memberimu keturunan, kau dan aku sama-sama anak tunggal, kita sama-sama tau akan rasa kesepian. Lebih baik aku menyakitimu sekarang Alan"seru Vriska.


Sementara Alan di balik pintu masih berusaha mengetuk pintu rumah Vriska, Alan merasa sangat frustasi.


"Inikah yang selama ini Vriska rasakan, sangat sakit rasanya saat mendengar penolakan dari orang yang kita cintai"ucapnya lirih


"Tapi Vriska aku tidak akan menyerah, aku akan meyakinkan dirimu, memperjuangkan dirimu sebagaimana dulu kau memperjuangkan cintamu padaku"teriak Alan dari luar yang mampu Vriska dengar.


"Dan aku akan membuat kau menyerah Alan"seru Vriska sambil menghapus air matanya.


"Sayang..."panggil Lita pada putrinya.


"Kenapa tidak di buka pintunya, bukankah di luar ada Alan.."sambungnya


"Tidak ma, biarkan saja.. biarkan dia pergi"seru Vriska


"Tapi..."


"Ma, kali ini dengarkan aku ma. Biarkan dia pergi. Aku akan kembali ke kamar istirahat, setelah itu aku akan ke rumah sakit untuk terapi"ucap Vriska.


"Baiklah, yakinlah kau pasti sembuh sayang"ucap Lita.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹Kaya lagi nonton drama india main kejar-kejaran, tapi asli sedih guys, jika kalian jadi Vriska apa yang akan kalian lakukan readers?πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹Happy reading, jangan lupa like, komen, voteπŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..


__ADS_2