Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Sulit bukan berarti tidak bisa


__ADS_3

Hari-hari berikutnya Alan terus merasa gelisah karena Vriska tidak pernah lagi datang ke kantornya ataupun menghubunginya, ada semacam rasa yang kosong di hatinya.


Berkali-kali ia memegang hpnya mencari kontak Vriska namun setiap kali sudah menemukannya ia selalu mengurungkan niatnya.


"Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku, yang jelas aku merasa ada yang hilang tanpa kehadirannya, padahal biasanya aku selalu merasa terganggu. Sebenarnya dia kemana, apa sesibuk itu atau kini dia sudah meyerah".ucapnya


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Sementara itu di sebuah hunian mewah sudah berhari-hari ini Vriska mengurung diri di kamar, ia merasa lemah, tidak ada semangat.


Kini ia tengah berdiri di balkon kamarnya menatap senja yang datang, namun pikiranhya terus terngiang-ngiang akan kata-kata dokter kala itu.


Flashback


"Nona dengan berat hati saya harus mengatakan ini, anda mengidap penyakit Autonium Lupus,"ucap Dokter Dila kala itu setelah membaca hasil pemeriksaan lab Vriska.


Vriska tetap diam dan tenang "penyakit apa itu dok"tanyanya


Dokter Dila menghela nafasnya "Penyakit ini bisa menyebabkan anda sulit mempunyai anak, dan..." Dokter Dila tampak melihat ke arah Vriska yang sudah menampakkan matanya yang berkaca-kaca "Jika di biarkan bisa menyebabkan anda mengalami kelumpuhan Nona.."


Bak tersambar petir ketika Vriska mendengar penuturan Dokter, rasanya sakit dan hancur "apa ada jalan keluarnya dokter"tanya Vriksa dengan nafas tersengal-sengal.


"Anda harus mengikuti beberapa terapi Nona, percayalah Nona keajaiban Tuhan selalu ada,"ucapnya


Flashback off

__ADS_1


Vriska menitikan air matanya, Ya Tuhan inikah jawabannya, jika memang aku tidak berjodoh dengan Alan. Aku sangat mencintainya, tapi akan sangat egois jika aku memaksanya mencintai wanita berpenyakitan seperti diriku. Apalagi aku akan susah memberikannya keturunan.


Vriska menangis tersedu-sedu, ia merasa dilema di satu sisi ia belum ikhlas melepas Alan, namun di sisi lain ia juga tidak ingin egois mempertahankan Alan berada di sisinya dengan keadaan dirinya sekarang. Apalagi ia tau hingga kini Alan masih menutup hatinya.


"Sayang.. kau di sini.."kata Lita


"Mama aku... kenapa harus terjadi sama aku ma.. aku.. "jawab Vriska dengan menangis tersedu-sedu.


"Sayang dengarkan mama, percayalah kau pasti sembuh Mama dan Papa akan melakukan apapun untuk menyembuhkan penyakitmu, "jelas Lita sambip membawa Vriska ke dalam pelukannya.


"Jangan mengurung diri di kamar sayang, hadapilah semua ini, percayalah di balik semua ini Tuhan telah mempersiapkan sesuatu yang indah untukmu, kembali lah menjadi anak mama yang kuat dan tegar, jangan putus asa sayang, kau pasti akan sembuh percayalah"sambung Lita.


"Tapi ma dokter bilang aku akan sulit mempunyai anak, pria mana yang mau sama wanita mandul.."seru Vriska dengan tergugu.


"Sulit bukan berarti tidak bisa sayang... masih ada kesempatan, selama wanita masih mempunyai rahim kesempatan itu pasti ada,"ucap Lita sambil menghela nafasnya, sejujurnya ia pun merasa sedih, apalagi Vriska hanyalah putri satu-satunya, tapi demi putrinya ia harus tetap memberinya semangat.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Alan terduduk lesu di depan televisi, ia memangku laptopnya mencoba menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda, namun ia kembali mengeram kesal, lagi-lagi fikirannya tidak fokus.


"Oh shitt... sial, sama saja di kantor ataupun di rumah aku tetap tidak bisa konsentrasi."Alan menutup laptopnya kemudian ia menyalakan televisi namun lagi-lagi ia tidak menemukan acara yang pas dan cocok baginya.


"Kau kenapa? ku lihat dari tadi kau sepertinya ingin marah-marah"tanya Papa Brawijaya sambil mendudukan dirinya di samping Alan. Kini kondisinya papa Alan sudah membaik, meskipun ia belum bisa menginjakkan kqkinya di perusahaan, jadi perusahaan tetap di pegang penuh oleh Alan.


"Tidak.. siapa yang marah-marah"Alan menyangkal ucapan papanya, ia memalingkan mukanya dari papanya.

__ADS_1


Papa Brawijaya terkekeh "kau seperti orang yang tengah gundah karena jatuh cinta, ayo ceritalah dengan papa"


"Siapa yang jatuh cinta.. aku tidak.."kata Alan


"Dengan siapa Alan dengan Disty ya.."tanya Papa sambil melihat raut wajah Alan.


Deg.. Disty, kenapa aku merasa biasa saat menyebutnya..


Papa Brawijaya mengerutkan keningnya "Atau dengan Vriska.."sambungnya


Vriska.. ada rasa yang tidak mampu aku jelaskan saat menyebutnya.


Alan melihat ke arah papanya. Papa Brawijaya tampak tersenyum lalu mengelus pundak Alan "Kau sudah dewasa.. ku dengar dari Om Danu jika Vriska meminta waktu tiga bulan untuk membuatmu jatuh cinta padanya, ini sudah hampir tiga bulan apakah Vriska sudah berhasil atau tida..?"tanyanya, namun Alan tetap terdiam.


"Jika memang Vriska tidak berhasil, Papa akan merestui siapapun pilihanmu nak, sekalipun papa harus kehilangan perusahan papa, papa sudah ikhlas yang penting kau bahagia, papa tidak akan memaksamu lagi untuk menerima Vriska, kau dan dia sama-sama berhak menentukan pilihannya masing-masing. Mafkan papa yang selama ini egois.."ucap papa


Alan tampak bingung "Menurut papa Vriska itu gimana..?"


Papa Brawijaya tersenyum "Jika orang hanya mengenal luarnya tentu saja dia wanita yang ambisius penuh obsesi dan manja, namun jika orang sudah mengenalnya lebih dekat, ia merupakana wanita yang berhati mulia, mandiri, cerdas, pintar,"papa Brawijaya menghela nafasnya "Kau tau meskipun dia bekerja sebagai seorang model ia tetap wanita yang selalu menjaga dirinya, papa juga yamin jika kau merupakan pria pertama yang berada di dekatnya, ia tidak pernah pacaran, apa kau tau dia juga selalu menyumbangkan gajinya ek sebuah panti"


"Alan papa bukan membela Vriska agar ia terlihat baik di matamu, tapi papa sudah kenal lama dengannya, papa juga pernah melihatnya sendiri, ini bukan dari cerita papanya ataupun orang lain. Papa mau menjodohkanmu dengnnya bukan karena dia berada dari ornag kaya ataupun terpandang, karena papa melihat hatinya yang begitu mulia pada setiap orang. Papa hanya berfikir ingin yang terbaik untukmu, tapi jika memang pilihan papa itu tidak baik untukmu maka lepaskanlah, kau bebsa menemukan yang lebih baik darinya, papa tidak akan memaksanya lagi"tutur Papa Brawijaya


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹aku sedih nulis part ini😭😭 ayo dong hibur aku..πŸ˜πŸ˜πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹Happy reading.. berikan komen, like dan vote kalianπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2