
Siang ini Vriska dan Mama Merlyn tengah berada di Mall.
"Sayang ayo pilih yang kamu suka..?"tanya Mama Merlyn
"Aku sedang tidak mood ma, aku menemani mama saja ya"sahut Vriska
Mama Merlyn yang lagi memilih-milih baju pun sejenak menghentikan aktivitasnya
"Ya sudah kau duduklah di sana, biar mama memilih sendiri"seru Mama Merlyn
Vriska pun mengikuti perintah Mama mertuanya itu.
Selesai berbelanja Mama Merlyn dan Vriska akan melakukan makan siang, saat memasuki salah satu restoran yang berada dalam mall tersebut, keduanya bertemu salah satu teman Mama Merlyn yang sedang bersama seornag anak kecil.
"Eh Ibu Merlyn sedang di sini juga belanja ya.."tanya Bertha
"Iya bu.."sahut Mama Merlyn
"Lho ini siapa..?"tunjuknya pada Vriska
"Menantu saya bu. Ini siapa bu? cucunya ya.."ucap Mama Merlyn
__ADS_1
"Iya ini cucu saya Bu, lucu sekali kan. Ibu Merlyn mana cucunya,?"tanya Ibu Bertha
Vriska merasa canggung dan salting saat keduanya sudah membicarakan soal anak.
"Saya belum cucu Bu, tapi tidak mengapa nanti pasti akan ada saatnya ."sahut Mama Merlyn dengan lembut.
"Wah tapi yang saya dengar pernikahan anaknya Ibu Merlyn ini sudah lama bukan, jangan-jangan menantu Ibu ini mandul "sahatnya.
"Jaga mulutmu kalau berbicara ya, jangan sampai saya menampar anda di tempat umum karena ucapan anda.."sahut Mama Merlyn dengan emosi.
Vriska berusaha menenangkan mamanya dengan mengelus lengan mama mertuanya itu "Ma sudahlah jangan di tanggapi, Vriska sudah lapar"sahutnya
"Ayo sayang.."
Vriska tengah duduk di kursi yang berada di tepi kolam renang yang berada di rumahnya, seharian ini ia terus kepikiran soal ucapan teman mama mertuanya itu.
"Ya Tuhan, tidakkah engkau kasihan padaku. Aku sangat menginginkan sosok mungil itu akan hadir dalam rahimku ini. Jika benar apa yang di bilang teman mama kalau aku mandul, bagaimana nasib suamiku, aku tau dia sangat mencintaiku dia akan menerima segala kekuranganku, tapi bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa memberinya anak. Sebagai wanita aku merasa sangat bersalah dan tidak berguna"gumamnya pada diri sendiri ia mengelus perut datarnya sesekali ia akan menitikkan air matanya.
"Mungkin aku besok aku harus memeriksakan diri ke dokter"sambungnya sambil menyeka air matanya.
Tiba-tiba telpon berdering ternyata Alan yang telpon.Vriska segera mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Hallo sayang,.."
"Ha... hallo.. hubby." sahut Vriska
"Kau sedang apa?"tanya Alan.
"Aku sedang duduk menikmati udara malam"sahut Vriska.
"Ada apa? suaramu terdengar serak seperti habis menangis, apa ada yang membuatmu sedih."
"Tidak, aku hanya merasa sedikit flu saja, jangan khawatir"Vriska berusaha menyangkal pertanyaan Alan.
"Kau sakit? aku akan pulang besok. Sekarang aku telpon mama ya untuk menemanimu di situ"ucap Alan.
"Jangan... jangan ganggu mama, aku baik-baik saja. Hanya butuh istirahat saja, jika pekerjaanmu belum selesai, maka selesaikanlah jangan buru-buru pulang. Aku baik-baik saja"seru Vriska
"Aku usahakan cepat selesai agar aku besok malam sudah sampai rumah, ya sudah sekarang kau istirahatlah, selamat malam sayang i love u.."
"Love u too Hubby"sahut Vriska sambil menutup telponnya.
Sudah dua hari ini Alan berada di luar kota
__ADS_1
Vriska tersenyum "Ya Tuhan bagaimana aku tidak mencintai suamiku, aku sangat mencintainya. Ia terus membuatku jatuh cinta dalam setiap harinya. Sehingga aku akan melakukan apapun untuk membuatnya terus bahagia.
πππ