Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Untuk Apa


__ADS_3

RAVA POV


Aku menggeliat melihat cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamarku, rasanya masih ngantuk sekali . Semalaman aku tidak bisa tidur, aku berfikir harus segera menyelesaikan masalah ini.


Aku paksakan diriku untuk bangun bersiap-siap. Hari ini ku putuskan untuk menemui Dinda secepatnya aku harus menyelsaikan semuanya.


Setelah beberes aku melajukan mobilku membelah jalanan yang macet, aku memang tidak sarapan. Mama dan Papaku masih marah sama aku.


Entah mengapa fikiranku membawa diriku ke rumah sakit tempat Dinda bekerja, ya aku melihatnya ia baru keluar dari ruang kerjanya. Wajahnya tampak pucat tersirat kelelahan, mungkin dia habis lembur atau memang ada jadwal praktik malam.


Ku langkahkan kakiku mendekatinya, setelah berada di dekatnya aku segera menarik tangannya.


"Ikutlah denganku."ucapku penuh dengan paksaan.


"Lepas.. kau.. apa-apaan.. Ini sakit lepaskan."ucapnya berusaha melepas cengkramanku


Aku tidak peduli ia terus mengumpat juga menyumpahiku, aku terus membawanya masuk ke dalam mobilku. Setelah sampai aku segera melajukan mobilku.


"kau mau membawaku kemana..?"tanyanya penuh dengan amarah juga rasa penasaran. Aku tau ia marah padaku bisa di lihat dari cara dia memanggil. Bahkan ia tidak memanggilku dengan sebutan kak. Tapi aku tak peduli.


"Aku akan menyelesaikan masalah kita kau diamlah."ucapku datar.


********


Author pov


Selama perjalanan hening namun Dinda tak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.


"Sebenarnya apa yang kau rencanakan..?"tanya Dinda penuh selidik.

__ADS_1


"Kau lihatlah nanti apa yang akan aku lakukan, sekarang kau cukup berdiam diri saja."jawab Rava


cittttt...


tiba-tiba Rava mengerem mobilnya mendadak,


ini benar-benar gila. dia stress gila. guman Dinda


Betapa kagetnya Dinda setelah menyadari di mana Rava membawanya sekarang.


"Kenapa kau membawaku ke rumah, apa yang kau rencanakan."tanya Dinda penuh selidik


"Diamlah, aku ada perlu dengan orang tuamu."ucap Rava sambil menarik tanganku membawaku masuk.


Sebenarnya siapa tuan rumah yang di sini. ucap Dinda.


ya semenjak kejadian itu memang Dinda tidak di perbolehkan menginap di apartemen kakaknya. Dia di haruskan pulang.


"Pagi... duduklah" jawab keduanya merasa kaget dengan kedatangan Rava apalagi dengan putrinya.


"langsung saja ya tante, maksud kedatangan saya kesini. Em saya mau bilang kalau saya dan Dinda em akan menikah tante om."ucapku ada rasa lega juga bercampur gugup setelah aku mengatakan niatku.


Sementara Dinda terlonjak kaget dengan apa yang baru saja Rava ucapkan.


"Nak Rava serius. Kau tau Dinda itu anak yang manja. "ucap Dewi


sedangkan Dicky hanya memandang keduanya.


"Om tersersah bagaimana Dinda saja, apalagi Dinda juga sudah punya kekasih. Meski om tau gosip kalian memang berdampak buruk bagi nama keluarga, tapi om tidak bisa memaksa kehendak kalian."ucap Dicky dengan bijaksana.

__ADS_1


"Dinda sudah setuju kok om dan tante, kami sudah bicarakan dari kemarin-kemarin. Dinda bilang juga dia sudah putus dengan kekasihnya."ucap Rava dengan percaya diri.


*****


Setelah selesai pembicaraan pada orang tua Dinda Rava keluar di ikuti dengan Dinda.


"Apa yang kau bicarakan barusan. Kak Rava apa kau sadar apa yang kau lakukan barusan. Untuk apa semua itu.."tanya Dinda dengan emosi yang menggebu-gebu.


"untuk apa.. kau tanya untuk apa... Tentu saja untuk membersihkan nama baik keluarga kita. Kau.. semua ini juga gara-gara kau jadi terimalah pernikahan kita. Suka atau tidak kita akak menikah."ucap Rava dengan tegas.


"Tidak aku tidak mau.. aku tidak mau menikah denganmu. Batalkan pernikahan itu aku tidak mau. Kau licik.. kau tau aku juga punya kekasih aku tidak mau menikah denganmu" sahut Dinda masih dengan emosi


"Dengar baik-baik. Kau fikir hanya kau yang tidak menginginkan pernikahan ini, tentu aku juga tidak mau menikah denganmu. Jika saat itu kau tidak mabuk tentu pernikahan ini tidak akan pernah terjadi. Aku tidak mau di diamkan dengan keluargaku terus-menerus dengan kesalahan yang sama sekali tak ku perbuat. Masalah dengan kekasihmu aku tidak peduli ."ucap Rava setelah itu berlalu pergi meninggalkan Dinda yang masih berdiam mematung di depan rumahnya..


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2