
Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan betapa aku sangat bersyukur menjadi penerima cinta dan dukunganmu.
_Vriska Danu Permana_
Suatu kebanggaan bisa memelukmu lalu dengan senang hati menyebutmu MILIKKU
_Alan Wijaya_
ππππ
Malam pun tiba Alan sedang menunggu Vriska yang tengah membersihkan dirinya di kamar mandi, hampir setengah jam pintu kamar mandi belum terbuka juga.
Tidak lama itu pintu kamar mandi terbuka juga, Vriska keluar hanya dengan lilitan handuk yang membungkus tubuh mulusnya, pandangan Alan langsung tertuju pada istrinya ia menelan salivanya kasar, namun sejurus kemudian ia segera mengenyahkan segala pemikirannya, atau segala rencana yang sudah ia susun dengan rapi akan batal begitu saja.
Vriska mengerutkan keningnya melihat kegelisahan suami, "Hubby ada apa..?"Vriska bertanya tanpa rasa salah.
"em itu apa ya.."Alan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mendadak ia menjadi gugup dan salah tingkah, apalagi Vriska malah semakin mendekat ke arahnya.
"Sayang please jangan mendekat oke, cepatlah ganti pakaian yang ada di paperbag itu dan berdandanlah cantik oke, aku akan membersihkan diriku sebentar"ucap Alan yang langsung terburu-buru masuk ke kamar mandi.
Vriska masih bingung, namun ia pun mengikuti perintah Alan, ia segera mengambil baju yang di maksud Alan, ternyata sebuah gaun mewah berwarna peach dengan sedikit bunga-bunga menghias gaun itu.
Sementara Alan di kamar mandi terus mengumpat kesal, "Sial jika saja, aku tidak akan membawanya pergi sudah di pastikan akan ku makan juga dia malam ini"seru Alan sambil mengguyur seluruh tubuhnya dengan shower, "Ah tidak hilangkan pikiran kotor itu, itu bisa di lakukan nanti bukan"ucap Alan mendapatkan ide yang cemerlang.
Lima belas menit kemudian Alan sudah selesai mandi, ia keluar melihat istrinya tengah berdandan di depan meja rias.
Vriska yang menyadari kehadiaran suaminya menengok ke arah Alan yang masih menggunakan handuk setengah badan saja, "Hubby memangnya kau mau membawaku ke mana?"tanya Vriska
"suatu tempat.."jawab Alan
Vriska menghela nafasnya saat sang suami hanya memberikan jawaban yang singkat, "Di mana..?"sambungnya kembali bertanya lagi.
Alan berjalan ke arah lemari mencari pakainnya, "nanti kau juga akan tau"seru Alan.
"Main rahasia nie, awas saja..."Vriska cemberut.
Alan langsung berjalan mendekat ke arah sang istri dan cupp.. Alan mengecup mesra pipi sang istri.
"Jangan cemberut gitu aku jadi makin gemes, ku cium juga lho nanti kau tau bukan kalau aku sudah menciummu akan berakhir bagaimana..."Ucap Alan menggoda Vriska sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Alan..."teriak Vriska denga kesal.
Sedangkan Alan hanya terkekeh senang, "sudah jangan marah.."Ucap Alan ia ingin membuka handuknya. Namun Vriska teriak "Hei mau apa..?"
"Ganti bajulah.."seru Alan dengan polosnya.
"di sini.."
Alan mengangguk, "Ya lah memangnya di mana lagi"
Vriska menggeleng, "Jangan..."
"Kenapa..?"tanya Alan
"Gantilah di kamar mandi"perintah Vriska
Namun Alan tidak menggubrisnya ia langsung membuka handuknya dan berganti pakaian di hadapan Vriska.
"Alan ya ampun..."teriak Vriska dengan kesal ia langsung membalikan badannya, dan sialnya ia tetap melihat pantulan tubuh Alan dari balik kaca meja riasnya, Vriska segera menutup kedua matanya menggunakan tangannya.
Alan justru terkekeh senang, ia berjalan menghampiri Vriska dan cup, ia mendaratak kecupan singkat di pipi sang istri.
"Kenapa sih di tutup, padahal kau sudah melihat semuanya, bahkan juga menikmatinya bukan cuman sekali tapi sudah bertahun-tahun lho."Kata Alan dengan senyum menggoda.
Pipi Vriska merona ia merasa malu akan ucapan sang suami, "Duh gusti ya ampun, kenapa suamiku begitu mesum"ucap Vriska
Kini Alan sudah rapi dengan pakainnya ia menggunakan stelan jas di padukan dengan kemeja putih, "Pakaianmu begitu formal hubby, kau seperti mau bekerja atau menghadiri pesta seseorang sih hubby"
"Nanti juga kau tau.."jawab Alan
Vriska mendengkus kesal selalu itu yang Alan katakan saat Vriska bertanya mengenai acara malam ini. Alan mendekati Vriska lagi ia terpesona akan penampilan sang istri yang terlihat memukau, rambut Vriska di sanggul lalu di beri hiasan yang senada dengan warna bajunya menambah kesan cantik Vriska.
"Kenapa kau begitu cantik, aku jadi tidak rela membawamu keluar, rasanya pengen mengurungmu saja di kamar"seru Alan.
"Ya sudah tidak usah pergi"sahut Vriska
"Tidak, ini penting kita harus tetap pergi."kata Alan ia melangkahkan kakinya hendak membuka pintu.
__ADS_1
"ayo.."Alan mengulurkan tangannya menyambut tangan Vriska.
ππππ
Mobil Alan tiba di sebuah pelataran sebuah restoran bintang lima, namun anehnya temlat itu begitu sepi.
"Ayo sayang,"aja Alan setelah membukakan pintu sang istri ia mengulurkan tangannya membantu Vriska turun dari mobil.
Vriska menatao bingung, "Hubby kenapa begiu sepi"tanya Vriska
Alan hanya mengedikkan kedua bahunya, menambah rasa kesal Vriska saja.
Sampai di depan pintu, "Sayang, maaf aku harus menutup matamu oke.."ucap Alan, ia mengeluarkan kain penutup mata.
Saat Vriska ingin membantah, "Tidak boleh membantah"Alan langsung menimpali ucapannya membuat Vriska kembali terdiam.
Alan menggandeng Vriska masuk dengan hati-hati, sunyi dan sepi yang Vriska rasa ia tidak mendengar suara apapun.
"Hubby aku merinding, ayo kita pulang saja. Kayaknya tempat ini serem pasti banyak hantunya"ucap Vriska
Alan terkekeh merasa lucu mendengar ucaoan Vriska, "Makanya jangan kebanyakan nonton film jadi parno sendiri kan"seru Alan
"Aku akan membuka penutup matamu sayang, tapi kau jangan membuka mata dulu oke. Tunggu aku aku hitung sampai tiga"sambung Alan
Vriska mengangguk, "Buruan, aku ingin segera kembali ke Villa saja di sini serem. Kau pasti mau mengerjaiku ya"ucap Vriska yang tetap memejamkan matanya saat Alan sudah melepas penutup matanya.
"Aku hitung sampai tiga ya...
satu...
dua...
Tiga...
Ayo bukalah matamu..."seru Alan
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Vriska terharu sekaligus kaget melihat Alan memegang kue tart berisi tulisan ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya beserta lilin yang bertuliskan angka 27 tahun, bahkan ia sendiri pun lupa jika kini ia sedang ulang tahun.
"Aku akan berdoa dulu"sahut Vriska
Alan menganggukan kepalanya, Vriska segera memejamkan matanya dan mulai berdoa. Setelah selesai ia pun membuka matanya.
"Sudah.."tanya Alan
Vriska menganggukan kepalanya, Vriska segera meniup lilinnya, setelah selesai Alan menaro kuenya di atas meja. Vriska segere menghambur memeluk erat sang suami, tidak lupa ia pun mengecup bibir dan pipi Alan.
Alan terkekeh senang, "Terimakasih.."ucap Vriska yang masih berada dalam dekapan sang suami.
"Kau mengingatnya dengan baik, aku bahkan lupa jika hari ini hari ulang tahunku"sambung Vriska ia menitikan air matanya merasa terharu akan kejutan dari sang suami.
"Aku akan selalu mengingatnya dengan baik sayang,"Alan mengelus punggung sang istri dengan lembut, kemudian ia melepas dan menatap sang istri, "hei kenapa menangis.."Alan menghapus air mata Vriska
"Aku merasa bahagia"seru Vriska
"Ya kau memang harus bahagia"ucap Alan ia mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, saat ingin menempelkan bibirnya ke bibir sang istri.
"Surprisee....."teriak Mama Merlyn, Papa Brawijaya, Papa Danu, Mama Lita, Disty, Dika.
Membuat Vriska reflek mendorong Alan, hingga Alan hampir jatuh untung ia bisa menahannya.
"Sial.."ucap Alan dengan kesal.
"Lho kalian, semua ada di sini juga.."ucap Vriska.
"Iyalah Vriska, kami kesini juga di undang sama suamimu. Kami dari tadi juga sudah menunggu sengaja sembunyi, tapi pas kau datang bukannya memberi kode suamimu bucinmu itu malah mau nyosor dirimu saja Vris"ucap Dika dengan kesal.
Alan merasa bodo amat, sedangkan Vriska merasa malu.
"Mama Papa kapan pulang.."tanya Vriska pada Mama Lita.
"Kemarin sayang, selamat ulang tahun ya. Maaf ya mama tidak ada di sampingmu saat kau mengalami musibah itu"seru Mama lita memeluk sang putri.
"Makasih ma, tidak masalah aku sudah ikhlas sekarang"seru Vriska
__ADS_1
"Selamat ulang tahun putri papa yang cantik, semoga setelah ini kau akan terus bahagia ya sayang, doa papa selalu yang terbaik untukmu"ucap Papa Danu sambil memeluk putrinya, kemudian melepasnya.
"Terimakasih pa, makasih sudah menjadi Papa yang hebat untukku putrimu ini"sahut Vriska
"Selamat ulang tahun sayang, semoga ini akan menjadi awal yang baik untukmu. Tetaplah menjadi putri mama yang ceria dan kuat"ucap Mama Merlyn memeluk Vriska
"makasih ma. Terimakasih sudah menerima aku dengan baik."sahut Vriska
"Selamat ulang tahun Vriska, Papa doakan yang terbaik untukmu"ucap Papa Brawijaya
"makasih pa.."sahut Vriska.
"Selamat ulang tahun Vriska adikku yang cantik"ucap Disty,
"Makasih Disty"seru Vriska
Saat giliran Dika yang ingin mengucapkan selamat, Alan segera menghalanginya.
"Sudah sudah kenapa kalian jadi menyabotase istriku, sudah sebaiknya kalian nikmati saja hidangannya sana"seru Alan kembali merangkuk sang istri.
Para orang tua hanya menggelengkan kepalanya, "Dasar manusia bucin, bilang saja cemburu aku tidak menyentuh tangan istrimu"seru Dika, Disty mengelus lengan sang suami.
"Bodo amat, terserah aku. Istri istriku, kau juga punya istri sendiri bukan"sahut Alan
"Sudahlah hubby jangan membuat moodku buruk"seru Vriska
"Maaf sayang ada pengganggu, ayo kita makan"Alan segera menarik kursi untuk sang istri.
"Kau yang menyiapkan semua ini"tanya Vriska
Alan mengangguk, "Iyalah, kau suka"
Vriska melihat dekorasi di restoran ini terlihat elegan, apalagi ternyata Alan membooking restoran ini khusus untuknya "Sangat, terimakasih.."
Alan bangkit memberikan kado, "Ini kado dariku, ayo bukalah sayang.."
Vriska tersenyum senang lalu membuka kadonya, setelah terbuka "ini.."
Sebuah kalung berlian mewah dengan inisial nama VA membuat Vriska takjub"Bagaimana kau suka.."
"suka.."sahut Vriska
Alan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah sang istri, "Biar aku pakaikan"
Vriska mengangguk dan tersenyum senang, "Jadi makin cantik istriku"puji Alan membuat pipi Vriska merona
"Ehem ehem.."dehem Dika
"Diam, menganggu saja. Sudah kau tatap istrimu saja, jangan menganggu kami"ucap Alan pada Dika.
Alan segera kembali ke tempat duduknya, dan memulai makannya begitupun Vriska.
"Arti inisial di kalung ini apa..?"tanya Vriska dengan polosnya.
"Kau tidak mengerti? itu namamu dan namaku VriskaAlan, baguskan.."ucap Alan
"Iya, bagus.."
"Tadi sebelum tiup lilin, kau berdoa apa..?"tanya Alan pada sang istri.
Vriska menatap ke arah sang suami, "Rahasia.. Akan aku beri tahu nanti saat Tuhan sudah mengabulkan doaku"
"Baiklah, apapun itu semoga Tuhan menjawab doamu sayang."ucap Alan
"Amin.."sahut Vriska.
"Hubby, besok kita pulang kan.."tanya Vriska
"kau sudah ingin pulang"tanya Alan
Vriska mengangguk, "Baiklah besok kita pulang"seru Alan.
πππ
ππPart nya manis-manis, semanis authornya yaπππππ
__ADS_1
ππJangan lupa tinggalkan jejak like, komen, dan beri aku hadiah bunga apa kopi lah biar makin semangatππ
bersambung..