
*Cinta sejati tak datang begitu saja.
Banyak proses yang di lalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama.
ππππ
"Din..da.."sebuah kata pertama yang meluncur dari bibirnya.
Matanya bergerak menyapu langit-langit di rumah sakit, ia merasa asing dengan tempat ini. Ia terus berusaha menggerakan jarinya, semua terasa kaku. Apa yang terjadi pikirnya.
Saat ia berusaha mengingatnya, Aldo terbangun dari tidurnya dengan mata sayu ia melihat ke arah Rava.
"Tuan kau sudah sadar..?"tanyanya, tidak di pungkiri ia merasa bahagia.
Rava masih terdiam hanya ekor matanya yang bergerak melihat Aldo "Apa yang anda butuhkan Tuan, katakan"ucap Aldo
"Ha..us.."sahut Rava dengan lirih.
Aldo segera mengambil air putih di atas meja, lalu membantu Rava meminumkannya, berhubung Rava belom bisa bangun ia membantu meminumnya dengan sedotan.
Setelahnya Aldo memencet tombol yang berada di sebelah tempat tidur Rava, untuk memanggil dokter. Ia juga menghubungi orang tua Rava.
Tidak lama dokter datang memeriksa kondidi Rava, bersama kedua orang tua Rava pun tiba.
"Apa yang anda rasa tuan? apa anda mengingat sesuatu?"tanya dokternya
"Badan saya semua terasa kaku dokter.."ucap Rava dengan lirih.
"itu hal biasa bagi orang yang habis mengalami koma, hanya dengan terapi sedikit nanti semua normal kembali"tutur sang Dokter
"Na kau ingat kami"tanya Mama Imel
Rava mengerutkan keningnya "tentu saja kalian orang tuaku bukan"
"syukurlah, mama kira kau lupa ingatan. Mama senang kau sudah sadar sayang"ucap Mama Imel
__ADS_1
"iya ma, maaf ya membuat semua bersedih"sahut Rava.
"kalau gitu saya permisi dulu ya jika ada apa-apa kalian bisa panggil saya "pamit Dokter
"iya dok, makasih ya.."sahut Aldo
"Sebentar ya, mama menghubungi seseorang dulu"ucap Mama Imel
"Siapa ma..?"tanya Rava
"Rahasia sayang, sudah kamu istirahatlah."ucap Mama sambil keluar.
"Saya senang tuan sudah sadar, semoga anda juga segera pulih"ucap Aldo
"Terimakasih Al"ucap Rava kali ini ia berusaha menyenderkan punggunngnya agar setengah duduk.
"Aku pasti banyak merepotkanmu"sambungnya
"Tidak tuan, semua sudah memang sudah tugas saya"ucap Aldo
ππππ
Pukul sembilan pagi Dinda sudah selesai dengan aktivitasnya mengurus Davis dan dirinya. Saat ini bayi itu tengah bersama Mamanya, Dinda berada di kamar mencari handphonenya, ternyata hp nya berada di bawah bantal dan lowbet. Setelahnya ia menchargernya.
Setelah ia menghidupkan handphonenya meski belum terisi penuh entah mengapa ia ingin cepat-cepat membuka handphonenya.
Mata membulat sempurna mendapat banyaknya panggilan dari Mama Imel dan Aldo. Hingga pada akhirnya ia melihat adanya pesan dari Mam Imel dan Aldo.
*Dinda, Rava sudah sadar..~Mama Imel
Nona, Tuan Rava sudah sadar~Aldo*
Dinda meyakinkan dirinya jika ini nyata kan tidak mimpi, ia pun bangkit mengambil tasnya lalu keluar kamarnya mencari mamanya.
"Ma, aku titip Davis sebentar"ucap Dinda setelah bertemu dengan Mama Dewi
__ADS_1
"Kau mau kemana nak, kenapa buru-buru hati-hatilah"kata Mama Dewi
"Ma aku mau bertemu Kak Rava sebentar, Mama Imel bilang dia sudah sadar"ucap Dinda
"Benarkah? mama senang dengarnya. Kalau gitu pakailah sopir mama tidak mau kau menyetir dengan terburu-buru"ucap Mama Dewi dengan tegas.
"Tapi ma untuk..."
Ucapan Dinda terpotong "Mama tidak mau di bantah, pergi dengan sopir atau tidak sama sekali" perintah Mama Dewi dengan tegas.
"Baiklah.."Akhrinya Dinda pasrah dengan perintah mamanya.
πππ
"Pak apa kau tidak bisa menambah kecepatan mobilnya.."ucap Dinda pada sopir mamanya yang membawanya ke rumah sakit.
"Ini sudah cepat nona, sesuai dengan perintah nyonya Dewi"seru sang sopir, Dinda menghela nafasnya.
Empat puluh menit kemudian Dinda telah sampai di depan loby rumah sakit, ia membuka pintu mobilnya dengan cepat, lalu ia berlari kecil menujur ruangan Rava.
"Sus, pasien yang berada disini di mana..?"tanya Dinda setelah sampai di ruangan Rava tadinya di rawat.
"Oh maaf Nona pasien yang berada di sini telah di pindahkan ke ruang perawatan VVIP karena beliau sudah sadar, nona tinggal jalan lurus aja nanti belok lalu itulah ruangannya"jelas sang suster
Dinda melangkah mengikuti arahan suster tadi. Hingga sampailah ia di depan pintu, ia terdiam menetralkan degub jantungnya. Saat merasa sudah yakin ia membuka pintunya. Dan semua orang yang berada di dalam merasa terkejut dengan kedatangan Dinda..
πππ
ππ Maaf up nya sedikit, lagi sedikit sibukππ
.
.
berrsambung..
__ADS_1