Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Mencoba


__ADS_3

Seperti biasa siang ini Vriska mendatangi kantor Alan. Setelah mengetuk pintu lalu di persilakan masuk, Vriska masuk.


"Alan, aku tidak sempat memasak. Tapi aku memesankan makanan untukmu, ini cobalah. Aku harus segera pergi"ucap Vriska setelah meletakkan makanannya ia membalikkan tubuhnya untuk pergi. Karena ia tau apapun yang akan ia katakan Alan pasti akan terdiam.


"Apa kau sudah makan..?"tanya Alan membuat langkah Vriska terhenti.


Vriska membalikkan tubuhnya "Kau bertanya padaku"


"Memangnya di sini ada siapa lagi"seru Alan dengan kesal.


Vriska tersenyum "Aku sudah makan Alan, sekarang waktunya makan siang, kau makanlah aku harus pergi"


Alan menghela nafasnya "kalau begitu kau temani saja aku makan"


"Alan tapi aku..."


"Kau bilang kau akan melakukan apapun untukku bukan, sekarang aku minta kau menemaniku makan, dan kau tidak mau .."sahut Alan beranjak berdiri


"Baiklah ayo aku temani.."ucap Vriska


Alan dan Vriska beranjak menuju sofa untuk duduk. Vriska membuka kotak pembungkus makanan.


"Kau tidak ingin makan lagi.."tanya Alan, Vriska menggeleng.


Vriska hanya diam mengamati Alan makan, setidaknya ia merasa senang kini Alan mau makan dengannya.


Aku tidak peduli sekalipun nanti usahaku sia-sia,berteman dan bisa dekat dengannya mungkin cukup untukku..lirih Vriska dalam hati.


Alan menengok ke arah Vriska yang saat ini tengah menatapnya. Mungkin aku harus mencobanya. Aku harus benar-benar memastikan perasaanku dulu, setidaknya aku tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. Sudah satu bulan setengah ia terus melakukan hal seperti, meski aku selalu membentaknya ia tetap selalu datang, setidaknya hari ini aku ingin mencoba menyikapinya dengan baik.


"Apa kau sudah menemukan pengganti Disty?"tanya Alan membuyarkan lamunan Vriska.


"Sudah.."jawab Vriska.


"Alan apa kau benar-benar mencintai Disty"tanya Vriska


Alan menghentikkan makannya "Kenapa kau bertanya seperti itu, bukankah kau sudah tau jawabannya"

__ADS_1


"Vriska aku akan jujur padamu, sebenarnya Disty merupakan cinta pertamaku dulu,"


Vriska tercengang "berarti sebelum mengenalku kau sudah mengenalnya lebih dulu, pantes kau terlihat dekat dengannya"Vriska tersenyum kecut, meski ia merasa kaget sekaligus kecewa.


Ia juga merasa kecewa dengan dirinya sendiri yang sampai kini masih belum rela melepas Alan. Tunggulah sebentar lagi setidaknya aku ingin bersamamu meski hanya sesaat.


Alan melihat raut wajah Vriska yang terlihat sendu, entah apa yang ia rasa saat ini merasa tidak nyaman atau kasihan, yang jelas ia tidak suka.


"Maaf aku baru jujur padamu, seharusnya aku jujur sejak dulu"seru Alan


"Tidak masalah Alan semua sudah terjadi"tutur Vriska


Dia sudah berubah lebih dewasa, sudah lama aku juga tidak melihat Vriska yang manja dan banyak bicara... Oh ya ampun apa yang ku pikirkan..batin Alan.


"Alan aku harus pergi, kau sudah selesai bukan"ucap Vriska bangkit berdiri namun tiba-tiba ia merasak nyeri pada perutnya, ia meringis.


"Apa kau baik-baik saja.."tanya Alan sedikit khawatir.


"Tenanglah aku baik-baik saja, aku pergi dulu"ucap Vriska.


"Kau tidak ingin ke dokter dulu"ucap Alan


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Pukul lima sore Alan keluar dari kantornya, ia mengendarai mobilnya dengak kecepatan sedang, tibalah mobilnya berhenti di lampu merah. Ia menengok ke arah samping,


"Bukankah itu Vriska.. untuk apa membeli makanan bungkus sebanyak itu"Alan melihat Vriska yang sedang memasukan makanan ke dalam mobilnya. Sampai akhirnya Vriska memasuki mobilnya lalu melajukan mobilnya.


"Aku harus mengikutinya, jangan sampai aku melihat makanan itu untuk ia foya-foya dan berpesta dengan teman-temannya,.."Seru Alan setelah lampu kembali menyala hijau, Alan melajukan mobilnya mengikuti Vriska.


Sampailah ia melihat mobil Vriska terparkir di tempat yang kumuh seperti sebuah penampungan anak jalanan. Ia memberhentikan mobilnya sedikit jauh dari mobil Vriska berada, lalu Alan keluar melihat apa yang di lakukan Vriska.


Di situ terlihat semua anak-anak tersenyum senang dan gembira menyambut kedatangan Vriska yang membawa beberapa bungkus makanan. Pun dengan Vriska yang tersenyum senang mendapat sambutan gembira dari anak-anak itu.


"Apa ini... dia terlihat bahagia. Aku tidak pernah melihatnya tersenyum sebahagia itu"ucap Alan sambil terus melihat ke arah Vriska, di mana ia tengah membagi-bagikan makanan itu pada anak-anak.


Tidak lama Vriska pun pamit pergi, anak-anak jalanan itu mengantarkan Vriska pulang.

__ADS_1


"Terimakasih kakak, sampai jumpa lagi"seru anak-anak sambil melambaikan tangannya.


"okey, ingatlah untuk belajar yang rajin ya anak-anak."sahut Vriska.


Setelah mobil Vriska berlalu pergi Alan keluar dari persembunyiannya dan menghampiri anak-anak. Semua anak telah berlalu pergi hanya tinggal satu anak yang tertinggal.


"Hei siapa namamu.."tanya Alan


"Ba..bayu.."ucap anak itu dengan gugup


"Jangan takut aku bukan orang jahat."seru Alan.


Bayu pun mengangguk.. "namaku Alan, panggil aku Alan juga boleh.."


"Bolehkah aku bertanya.."sambung Alan


"Boleh om.."Alan tercengang ketika ia di panggil om.


Apa aku terlihat tua sehingga ia memanggilju om, bahkan dengan Vriska ia memangginya kakak.


"Wanita yang datang tadi itu ngapain.."tanya Alan


"Oh kak Vriska namanya, dia memang selalu datang kesini sejak dulu, hampir setiap hari untuk membagikan makanan, jika ia tidak bisa datang pasti ia akan menyuruh orang untuk kesini. Kenapa om menanyakannya? kau naksir ya.. Wajar sih dia memang cantik dan baik, jika aku sudah dewasa aku pun pasti akan menyukainya"ucap bocah yang terlihat usianya baru lima tahun.


"Aku hanya bertanya saja.."bantah Alan


"Dia juga yang membiayai sekolah kami Om,"sambung Bayu, membuat Alan tercengang..


"Sejak kapan.??"tanya Alan ia memang kurang mempercayai ini.


"Sejak dulu, itu sudah lama.. aku tidak ingat kapan tepatnya.."seru Bayu


Bagaimana mungkin wanita yang selama ini aku kenal manja dan keras kepala, ternyata ia mempunyai hati yang begitu mulia. Rasanya ini sulit untuk ku percaya..


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like,komen, dan vote nyaπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2