
Alan memacu mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit, rasa cemas kini meliputi dirinya.
Tiga puluh menit kemudian Alan telah sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya Alan membuka pintu mobilnya lalu berlari kecil masuk ke dalam rumah sakit.
"Permisi bisa tunjukan di mana ruangan atas Vriska Danu Permana berada, dia pasien yang akan melahirkan.?"tanya Alan pada recepsionis.
"Sebentar ya Tuan saya cek dulu.."sahutnya
Alan menunggu dengan gelisah, "Maaf Tuan, tidak ada nama pasien atas nama Nona Vriska di sini.."
Alan mengernyit heran, "Bagaimana bisa..?"
"Baiklah terimakasih.."
Alan segera berlalu pergi lalu mengambil ponsel di sakunya menelpon sang mama mertua.
Alan tercengang kaget saat Mama Lita mengatakan mereka memang belum sampai di rumah sakit, karena Vriska memintanya untuk mampir makan di MCD.
"Ya ampun, ada-ada saja. Bagaimana bisa dalam keadaan seperti ini saja, dia masih memikirkan makan. Tingkah konyol istriku memang berbeda dari wanita hamil pada umumnya.."ucapnya
πππ
Sampai di rumah sakit Vriska langsung di bawa masuk menuju ruang persalinan. Dokter memeriksa tekanan darah Vriska beserta pembukaan jalan lahir bayi.Tekanan darah Vriska normal, pembukaannya pun sudah sempurna.
Kedua orang tua Alan dan Vriska menunggu di luar dengan rasa harap-harap cemas. Sementara Alan di dalam dengan setia memberi dukungan penuh pada sang istri.
Dokter Lina memberi aba-aba pada Vriska.
"Ayo nyonya ikuti aba-aba saya ya, tarik nafas dan hembuskan.."
Vriska mengikuti arahan dokter itu ia menarik nafasnya lalu menghembuskannya. Vriska menitikan air matanya saat rasa sakit itu begitu luar biasa ia rasakan.
"Hubby ini sangat sakit,"rintih Vriska.
Alan mengecup kening sang istri, melihat perjuangan istrinya rasanya ia ingin menangis saat itu juga, namun demi memberi kekuatan pada Vriska ia menahan air matanya.
"Ku mohon berjuanglah demi anak-anak kita, jangan menyerah. Ingatlah sebentar lagi kita akan jumpa buah hati kita.."seru Alan
"Aku mencintaimu, sangat.. sangat mencintaimu.."sambung Alan
Seperti mendapat semangat baru Vriska meyakinkan dirinya jika ia bisa melahirkan anak-anaknya dengan selamat, Dokter Lina kembali memberikan aba-aba pada Vriska.
Vriska meraih lengan sang suami sambil menarik nafasnya.
"aaaa...."teriak Alan saat Vriska menggores lengannya menggunakan kuku tajamnya.
"Kenapa kau yang teriak, aku yang kesakitan harusnya aku yang teriak.."ucap Vriska dengan kesal.
"Maaf sayang, itu aku tidak sengaja.."seru Alan.
Dokter Lina dan suster yang membantunya menggelengkan kepalanya melihat kelukuan pasangan itu.
Dokter Lina kembali memberi aba-aba..
"Ayo Nona tolong tarik nafasnya... lalu keluarkan..."
Vriska mengikuti aba-aba sang dokter, kali ini Vriska meraih kepala sang suami dan menarik rambutnya dengan kencang.
"Aaa..."teriak Alan lagi merasakan sakit pada kepalanya.
Dan oek.. oek.. suara tangisan bayi membuat rasa sakit di kepala Alan hilang begitu saja, saat menyadari anaknya telah lahir.
__ADS_1
"Bayi pertama laki-laki Tuan, Nona.."
Alan dan Vriska mengangguk haru, sebelum kemudian Vriska kembali merasak sakit pada perutnya. Dokter menyerahkan bayi pertama Vriska pada suster lalu kembali memberi aba-aba pada Vriska.
"Ayo sayang sedikit lagi,"ucap Alan pada Vriska.
Vriska meraih baju Alan dan menariknya, hingga terdengar suara tangisan bayi kedua.
Oek.. oek..
Dokter Lina tersenyum, "Wah selamat Nona Tuan, kalian mendapatkan bayi sepasang yang tampan dan cantik.."
Alan menatap haru pada kedua bayinya yang tampak sedang di bersihkan oleh suster, Alan lalu memeluk Vriska dan mencium kening dan pipi sang istri, ia menitikan air matanya.
"Terimakasih sayang, kau benar-benar hebat. Aku sangat terharu sayang,"ucap Alan
Vriska hanya membalasnya dengan senyuman kala mendengar ucapan sang suami karena kini ia merasa lemas.
πππ
Di luar kedua orang tua Alan dan Vriska menunggu dengan cemas.
"Lho Pa kok malah Alan yang teriak.."seru Mama Merlyn.
"Entahlah.."jawab Papa Brawijaya.
Tidak lama terdengar suara tangisan bayi, mereka merasa terharu karena cucunya sudah lahir. Kemudian terdengar kembali suara tangisan bayi kedua.
Tidak lama pintu ruang persalinan terbuka menampakkan Alan yang keluar dengan keadaan acak-acakan rambut berantakan, baju kusut serta bekas cakaran pada lengannya, ia seperti habis mengalami penganiayaan.
"Ma Pa, aku sudah jadi orang tua sekarang.."ucap Alan pada kedua orang tuanya.
Belum sempat keduanya menjawab.
Alan terjatuh pingsan.
"Alan.."teriak semuanya
πππ
Kini Vriska telah di pindahkan ke ruang perawatan. Sementara kedua bayi mungil sekarang menjadi bahan rebutan para orang tua untuk menggendongnya.
"Hish tidak malu, aku yang melahirkan dia yang pingsan.."ucap Vriska pada Alan membuat semua terkekeh mengejek Alan. Alan terlihat kesal.
"Dokter bilang Alan pingsan karena ia belum makan Vriska di tambah di aniaya kamu kan Vris di dalam.."ucap Mama Lita
Semua tergelak tawa mendengar penuturan Mama Lita. "Aku lupa tadi pagi ia memang tidak sarapan." seru Vriska
"Maaf hubby. Tapi kau tetap tampan kok.."sambungnya.
"Alan Vriska, kalian akan memberi nama putra dan putri kalian apa..?"tanya Mama Lita.
"Aku akan memberinya nama Nanda dan Nada.."ucap Alan
Vriska hanya mengangguk setuju, "Wah bagus berarti Nanda Wijaya dan Nada Wijaya ya namanya.."ucap Papa Brawijaya.
"Enak saja, dia juga keturunan dari Permana lebih baik namanya Nanda Permana dan Nada Permana"sahut Papa Danu.
Keduanya terus berdebat membuat Alan memijat kepalanya merasa pusing, "Diam pa.. Nanda Permana Wijaya dan Nada Permana Wijaya.. Sudah begitu saja namanya adil kan.."
"Nah begitu lebih bagus.."ucap Papa Brawijaya dan Papa Danu.
__ADS_1
Alan menggelengkan kepalanya, lalu ia melangkah mendekat ke arah sang istri.
"Terimakasih, sudah melahirkan putra dan putri yang begitu lucu untukku.."ucap Alan mecium kening Vriska lalu mengecup bibirnya dengan singkat.
"Itu adalah kewajibanku hubby, terimakasih juga sudah menjadi suami yang hebat untukku"seru Vriska kembali mencium sang suami.
"ehem.. ehemm."
Suara deheman dari Papa Brawijaya membuat Alan dan Vriska menghentikan aktivitasnya.
"Apa.."sahut Alan tanpa dosa.
"kau tidak ingat istrimu baru melahirkan sudah main sosor aja.."seru Papa Brawijaya.
Alan mendesis, "ih menganggu saja.."Alan bangkit lalu meraih Nanda dari gendongan Mama Lita.
"Jagoan Papi nie,"ucap Alan pada putranya
Lalu ia menatap ke arah Nada yang terlelap dalam gendongan Mama Merlyn, "Putri Papi cantik sekali.."pujinya.
Semua menatap haru, Alan dan Vriska sangat bersyukur telah di karunia dua malaikat kecil dalam hidupnya.
Kini keduanya masih harus berusaha untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang baik.
Begitu pula kedua orang tua Vriska dan kedua orang tua Alan, merasa terharus. Perjalaan cinta keduanya tidaklah mudah banyak lika-liku yang mereka lalui. Namun mereka bersyukuru Alan dan Vriska mampu melewati semua tahap itu, hingga kini mereka bisa dalam titik kebahagiaan.
πππ
Dua hari setelah kondisi Vriska di nyatakan baik, Vriska dan Alan kembali ke rumahnya. Sampai di rumah Vriska dan Alan merasa terharu akan kejutan yang di berikan orang tuanya. Alan mendorong stroler yang di dalamnya tampak baby Nanda dan Nada sedang terlelap.
Di depan pintu masuk terlihat papan tulisan.
Welcome to Baby Nanda dan Nada.
Lalu saat masuk Vriska di suguhkan dengan dekorasi yang indah menyambut buah hati mereka, jangan lupakan kedua orang tua mereka juga mengundang Disty dan Dika, Rava dan Dinda, Aldo dan Livia, juga Lana merupakan mantan asisten Vriska.
Di meja banyak tumpukan kado untuk Nanda dan Nada. Semuanya serentak berdiri memberi ucapan selamat pada Vriska dan Alan akan kelahiran baby twins.
"Selamat sayang, akhirnya adikku kini sudah menjadi orang tua, tidak sia-sia segala kesabaranmu"ucap Disty lalu memeluk Vriska.
"Selamat Vriska, aku merasa bahagia. Putra dan putrimu begitu lucu menggemaskan.."ucap Dinda
"Terimakasih semuanya, aku merasa terharu"seru Vriska
Tidak lama Mama Merlyn menyuruh semuanya untuk menikmati makananan yanga ada. Karena kondisi Vriska yang memang belum begitu sehat, Alan dengan setia mengambilkan makanan untuk sang istri, tidak lupa ia pun menyuapi Vriska. Meski Vriska menolak karena merasa malu, tapi Alan tetep kekeh pada pendiriannya.
Setelah selesai makan mereka kembali mengobrol di ruang tengah, tampak anak-anak mereka sedang asyik bermain. Jika di tambah babyi twins pasti nanti bakalan lebih rame.
Kehadiran sang buah hati membuat hidup Alan dan Vriska berwarna, dan bahagia.
πππ
πππππππ**TAMATππππππ
ππ**Dear readers : saya ucapkan terimakasih atas dukungan kalian. Karena berkat kalian saya mampu menyelesaikan cerita ini. Saya atas nama pribadi mohon maaf bila mana ada kata yang salah saat membalas komentar kalian dan menyinggung perasaan kalian. Tetap semangat puasanya ya.ππ
ππJangan di unfavorit dulu ya, nanti saya akan tambahkan beberapa extra partππ
ππJangan lupa tetap berikan like, komen, hadiahnyaππ
ππTerimakasihππ
__ADS_1
Happy end..