
πSebelum membaca jangan lupa tekan Vote,like, dan komen ya guys, meski hanya next saya juga sudah senangπ, π
πJangan lupa upgrade aplikasi NT/MT kalian ke versi terbaru ya,π
ππjangan lupa pula mampir di karyaku ini, aku sudah up bab baru lhoπ
Promosi terus saya, hihihi gpp ya..π
ππππππ
Hampir seminggu perjuangan Rava membuat Dinda kembali nyatanya tidak membuahkan hasil. Saat Rava datang ke apartemen yang ia tinggal, Dinda selalu mengurung dirinya di kamar, pernah suatu kali Rava nekat menunggunya hingga hampir pagi tetap saja Dinda tidak bergeming tidak membukakan pintu.
Bisa saja ia membawa Dinda kembali dengan memaksa, namun ia tidak ingin kebencian Dinda padanya makin bertambah, ia hanya ingin Dinda pulang bersama atas dasar kemauannya.
Di sinilah Rava berada, ia duduk di sofa kamar yang saat ini ia tempat, tangannya menggenggam berbagai alat bukti kejahatan seseorang, sungguh ia tidak menyangka jika mantan sahabatnya itu tega berbuat jahat padanya. Kemarin sore Alan pulang terlebih dahulu ke Jakarta di karenakan perusahaan di sana sedang sangat membutuhkannya, papanya jatuh sakit mungkin karena terlalu lelah. Saat ini Aldo sedang meninjau lokasi proyeknya.
Lalu tangan tangannya beralih ke sebuah handphone yang bergetar tanda ada sebuah masuk ia membukanya , ia tercekat kaget saat melihat foto itu menampilkan Dinda sedang keluar dari apartemennya lalu di belakangnya di ikuti oleh seseorang. Rava lalu beranjak pergi dari kamarnya.
ππππ
Sementara itu Dinda yang merasa suntuk sekaligus bosan di apartemen Indah ia berniat keluar untuk mencari udara segar tanpa curiga jika saat ini ia tengah dalam bahaya.
Merasa haus Dinda masuk ke sebuah minmarket untuk membeli minuman. Setelah selesai ia kembali melanjutkan langkahnya, ia merasa lelah ia pun duduk di bangku sebuah taman, sangat segar pikirnya, lalu ia mengusah perutnya. Ingatannya kembali pada rangkain kejadian-kejadian kemarin. Di mana ternyata Rava sudah mengetahui kehamilannya, membuat Dinda semakin takut.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kehamilanmu Dinda, apa dia menyusahkanmu"
"Apa kau menginginkan sesuatu, katakan padaku Dinda"
"Jawab aku Dinda, ayo kita pulang sudah cukup bukan waktumu untuk pergi dariku."
Sebagian ucapan Rava terngiang di kepala Dinda, tanpa sadar bulir air matanya jatuh. Ia tidak munafik jika sejujurnya ia amat merindukan suaminya, namun ia tidak semudah itu untuk memaafkan suaminya, hatinya masih terasa sangat sakit. Apalagi hormon kehamilannya membuat ia lebih sensitif.
Saat hendak berdiri mulut Dinda di bekap oleh seseorang dan jatuh tak sadarkan diri, orang itu lalu membawanya pergi.
πππ
Sementara itu Rava memacu mobilnya dengan kencang setelah mendapatkan telpon jika ia kehilangan jejak Dinda, tadi orang Rava sedang pergi ke toilet sebentar.
Rava sampai di sebuah taman tadi Dinda berada, matanya menyusuri kemana-mana berharap masih bisa menemukan Dinda.
"Maafkan saya tuan, ini semua salah saya, jika saja saya tidak meninggalkan nona Dinda tentu kejadian ini tidak akan terjadi".. ucap pengawalnya itu.
"Diamlah.. "ucapnya dengan keras
Lalu ia merogoh ponselnya untuk menelpon Aldo, setelah menelpon Aldo ia duduk di bangku tadi, ia tengah berfikir langkah apa yang harus ia ambil.
Tiba-tiba ia teringat sahabatnya itu, saat ia akan beranjak handphonenya berbunyi tanda masuk sebuah panggilan dari nomor tidak di kenal.
"Hallo..."..ucap Rava
__ADS_1
"Hahahaa.. aku tau saat ini kau pasti sedang kelimpungan mencari istrimu bukan. Aku menunggu saat-saat seperti ini, kau tau bukan sudah lama aku mengincar istrimu, aku ingin kau tau rasanya kehilangan orang yang kau sayangi.".. ucap orang itu dengan tawa meledak
"Brengsek, katakan kau di mana.. tidak akan ku beri ampun dirimu jika sampai kau melukai istriku seujung rambut pun, kau apa "geram Rava dengan tangan mengepal.
"Well, jika aku menginginkan kematian istrimu bagaimana. Oh ya aku tau dia pun sepertinya sedang mengandung, rasanya akan sangat membahagiakan untukku jika kau harus kehilangan istri sekaligus anakmu"ucapnya lalu mematikan sambungan telephonnya.
Lalu Rava menerima sebuah pesan dari nomor yang tadi Datanglah ke alamat ini jika kau ingin melihat istrimu yang terakhir kali, rasanya akan sangat menyenangkan jika membunuh istrimu di hadapanmu .
Tidak lama Aldo pun datang,
"Bagaimana tuan apa sudah ada petunjuk"tanya Aldo dengan ngos-ngosn.
"kita ke alamat ini, jangan lupa hubungi polisi. Suruh mereka datang, namun jangnan sampai kehadirannya di ketahui oleh manusia brengsek itu"ucap Rava
Aldo pun segera melaksanakan perintah Rava. Kemudian mereka memacu mobilnya dengan kecepatan penuh.
π
π
π
maaf guys saya gantung, si kecil lagi rewel, mendadak otak blankπ
bersambung..
__ADS_1