
Matahari mulai terbit awan mulai tampak terang setelah meninggalkan setetes embun. Dan di sinilah Rava berada, tidur di mobil di depan rumah mertuanya. Semalam saat tiba di rumam mertuanya, Rava ingin sekali masuk namun ia mengurungkan niatnya karena tidak ingin menganggu penghuni rumah mengingat ia datang sudah sangat malam. Sesekali ia menggeliat nampak membenarkan letak tidurnya yang kurang nyaman, apalagi hawa dingin yang menyerap di kulitnya, ia pergi hanya memakasi kaos putih serta celana jins selutut.
Setelah selesai sarapan Mama Dewi mengantarkan Papa Dicky sampai depan rumah, di ikuti oleh Vano kebetulan ia sedang di rumah. Saat sampai di luar mereka di kejutkan dengan keberadaan mobil Rava.
Papa Dicky mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil, ia berjalan ke arah mobil Rava lalu mengetuk kacanya.
Rava yang merasa terusik dengan ketukan kaca mobilnya pun terbangun, lalu membuka jendela kaca mobilnya.
"Papa.."ucap Rava dengan suara khas bangun tidur.
"Ngpain tidur di luar kenapa tidak masuk saja"ucap Papa Dicky
"Aku datang sudah sangat malam tidak ingin menganggu istirahat kalian"sahut Rava
"Masuklah, papa tinggal ke kantor dulu"kata Papa Dicky mengakhiri obrolannya dengan Rava.
ππππ
Kini Rava sedang berada di taman belakang rumah orang tua Dinda sambil menikmati teh hangat buatan Mama Dewi.
"Ada apa, menganggu saja."cetus Dinda sambil mendudukan dirinya di sebelah Rava.
"Maaf, jika aku menganggu.."sahut Rava.
__ADS_1
Dinda hanya diam tanpa membalas ucapan Rava. Rava berdiri menghampiri Dinda lalu ia berjongkok di hadapan Dinda.
"Dinda, aku minta maaf atas segala luka yang ku torehkan padamu. Mungkin kata maafku tidak bisa membuat mengembalikan hatimu seperti semula, aku tau hatimu telah sangat terluka olehku. Tapi aku mohon beri aku kesempatan, aku sangat mencintaimu sungguh,"ucap Rava dengan nada menyesal.
"Memangnya dengan minta maaf semua akan selesai, sekarang kau mengerti bukan rasanya sakit hati, aku iri padamu saat seperti inipun semua orang membelamu tidak papa, tidak pula Alan, aku merasa di salahkan dalam hal ini, "seru Dinda sambil memalingkan mukanya ke arah lain.
"Lalu aku harus melakukan apa agar kau mau memaafkanku dan kembali padaku, katakan.."ucap Rava
"Sebentar akan ku tunjukan kau satu hal.."sahut Dinda beranjak masuk ke dalam rumahnya lagi.
Lima menit kemudian ia telah kembali dengan membawa sebuah amplop, lalu menyerahkannya pada Rava.
"Bukalah, dan tanda tangani itu, mungkin setelahnya aku akan memaafkanmu"ucap Dinda dengan datar.
"Apa ini.."tanya Rava lalu membuka amplop itu dan membacanya dengan seksama.
"Iya aku fikir itu keputusan yang bagus untuk kita,"seru Dinda
"Apa yang bagus.. katakan.."ucap Rava
"Kau akan bebas dengan hidupmu, dan aku tidak akan tersakiti lagi.."sahut Dinda
Dunia seakan runtuh, hatinya mendadak ngilu bagai di tusuk jarum yang sangat tajam, itulah yang Rava rasakan kini.
__ADS_1
"Aku tidak mau menandatangani surat ini, apa kau tidak berfikir anak kita kelak. Kenapa kau tidak mempercayaiku lagi harus dengan apalagi aku membuatmu percaya"ucap Rava dengan lemah.
"Kau harus melakukannya,.."seru Dinda
"aku tidak mau.."tolak Rava
"Harus mau.."tegas Dinda
"Tidak adakah kesempatan untukku Dinda, apa dengan berpisah dariku kau akan bahagia.."tanya Rava.
"tentu aku akan bahagia.."dusta Dinda
Rava tampak berfikir.. "Baiklah akan ku fikirkan nanti, sampai anak kita lahir. "
πππ
Dinda berlari ke kamarnya sejujurnya dari tadi ia menahan tangisnya, ia berpura-pura menjadi yang kuat di depan Rava. Tetap saja perempuan selalu perlu mengeluarkan air matanya. Sejujurnya di tidak mengerti akan perasaannya saat ini.
Rava tampak hancur saat Dinda benar-benar berkeinginan pisah darinya, ia membelokkan mobilnya ke arah apartemen miliknya. Sampainya di sana ia menjatuhkan di ranjangnya, menjambak rambutnya, tanpa sadar air matanya menetes mengingat jika ia akan berpisah dari Dinda. Tapi ia tidak akan menyerah setidaknya ia masih punya kesempatan sampai anaknya lahir.
πππ
ππ Dear readers, maaf ya jika karyaku tidak sesuai dengan imajinasi kalian, hehe tapi peracayalah aku sangat menyayangi kalian, aku sangat menghargai komentar kalian, apapun itu meski panjang apa pendek.. Meski komentar negatif atau positif, Aku sangat berterima kasih sekaliπ.. Mungkin novel ini hanya tinggal beberapa bab saja menunggu ending..ππ
__ADS_1
ππjangan lupa tekan like, komen, dan vote, beri aku hadiah..ππ
bersambung..