
Vriska dan Alan serta Nada sudah sampai di depan rumah Candra dan Sera kali ini.
"Ingat tidak boleh bertengkar dengan Sera.."ucap Alan
"Aku tau.. tenang saja.."seru Vriska
Alan mengetuk pintu sebuah rumah yang sederhana namun terlibat asri.
ceklek pintu terbuka, ternyata Sera yang membukakan pintunya.
"Kalian..."ucap Sera terkejut apalagi begitu melihat Vriska wajah langsung berubah garang. Namun Vriska tetap bersikap acuh, Sera dapat melihat perut buncit Vriska sepertinya wanita itu tengah hamil tua.
"Sebelumnya aku sudah memberitahukan akan kedatangan kami pada suamimu.."ucap Alan
"Siapa.."ucap Chandra dari dalam, ia pun berjalan mendekat.
"Oh Alan, Vriska. Sayang kenapa kau tidak menyuruh mereka masuk.."sambung Chandra
Sera gelagapan sedari tadi ia sibuk memperhatikan Vriska, memastikan jika wanita itu tidak akan keluar tanduknya mencari masalah dengannya.
"Ayo silakan masuk.."ucap Sera akhirnya.
Kini mereka telah duduk, tidak jauh dari tempat mereka terlihat Tristan sedang bermain dengan mainannya.
"Tristan di sini ada Nada ajaklah ia main bersama.."ucap Chandra pada sang putra.
"No way.."ucap keduanya
Chandra melotot bagaimana mereka bisa kompak dalam hal menjawab, "Tristan berpelakulah yang sopan pada tamu.."
"ish menganggu saja.. kesinilah.."
"Tidak mau.."
__ADS_1
"Nada ikutlah dengan Tristan, mami dan papi ada perlu sebentar.."
Dengan menghentakkan kakinya kesal Nada beranjak dari tempatnya.
"Sera, sebelumnya aku ingin minta maaf. Karena selama ini pertemuan kita selalu terjadi hal yang tidak mengenakan."ucap Vriska dengan mata berkaca-kaca.
Sera terkejut mendapati ucapan Vriska, apalagi wanita terlihat hampir menangis, 'apakah itu air mata buaya' pikirnya
"Kau mau memaafkan bukan, kita bisa menjalin teman yang baik mulai dari sekarang.."sambung Vriska
Sera masih terdiam ia masih tidak percaya, sampai akhirnya Chandra mencolek lengan Sera menyadarkan Sera dari lamunannya.
"Oh begitu, lupakanlah soal itu Vriska. Aku sudah memaafkanmu. Lagian dalam hal itu bukan hanya kau yang salah, aku juga salah. Jadi aku juga harus minta maaf padamu.."ujar Sera
Vriska tersenyum mengangguk, Alan dan Chandra tersenyum lega.
"Jadi aku sudah boleh mengelus hidung suamimu.."ucap Vriska, mata Sera langsung melotot.
"Jadi kau mau minta maaf karena ada maunya, tidak boleh. Aku tidak mengijinkan wanita lain menyentuh suamiku.."decak Sera dengan kesal.
"Apa, kau mau bilang kau senang jika ada wanita lain menyentuhmu. Tidak akan ku biarkan.."ucap Sera
Mata Vriska sudah berkaca-kaca, "Tapi aku beneran ingin. Kau tega membiarkan putraku ileran nanti saat lahir.."
"Wait, jadi kau nyidam. Oh ya ampun ada-ada saja. Kenapa menyidam harus menyentuh hidung suamiku."ucap Sera
"Sera, aku mohon. Tolong penuhi keinginan istriku, sudah berhari-hari dia tidak bisa tidur hanya karena keinginannya belum terpenuhi. Kau juga seorang wanita bukan, kau pernah merasakan nyidam juga.."ucap Alan
"Sera.."panggil Chandra dengan lembut.
"Baiklah aku mengijinkannya.."ucap Sera pasrah.
Vriska langsung girang, memeluk Sera , "Kau memang terbaik.." setelahnya melepasnya.
__ADS_1
Ia pun kemudian duduk di sebelah Chandra mulai mengelus hidung Chandra awalanya lembut namun lambat laun Vriska menarik hidung Chandra dengan keras.
"Aw sakit.."teriak Chandra
"kau menyakiti suamiku.."ucap Sera
"Aku hanya gemas.."ucap Vriska tanpa dosa.
Sera menghela nafasnya mencoba mengontrol emosinya bagaimanapun ia juga sudah lelah mendapatkan cramah dari sang suami ketika ia habis berantem dengan Vriska.
ππ
"Sebenarnya ada apa kau kemari, jangan bilang karena kau memang ingin melihatku ya.."ucap Tristan.
"Terlalu percaya diri."decak Nada
Pandangan Nada tertuju pada kedua orang tuanya dan orang tua Tristan.
"Kenapa mereka justru baikan, padahal aku begitu ngotot kemari karena ingin melihat pertempuran.."sambungnya
"Dasar bodoh, melihat orang berantem justru senang. Kalau kau ingin melihat pertempuran tonton saja di youtobe serial misteri gunung merapi, kau akan lihat pemeran utamanya yang seperti dirimu. Mak lampir..hahhaa"ucap Tristan tanpa dosa.
"Kau.. "Nada melotot ke Tristan dengan tajam.
"Apa.."tantang Tristan
"Aku membencimu.. sangat membencimu.."ucap Nada dengan kesal.
"Bodo amat.."seru Tristan,
ππππ
like, komen, hadiahnya jangan lupa.
__ADS_1
Masih ada part satu lagi ya. π