Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Akan ku lakukan apapun


__ADS_3

Alan terduduk lesu di depan ruang tunggu pasien setelah dokter memberitahukan kondisi papanya yang terkena serangan jantung, dokter meminta untuk menjaga kestabilan pasien, mengingat pasien yang menderita penyakit jantung bisa saja anfal jika ada sesautu yang membuatnya shock.


"Bagaimana rasanya sakit bukan. Ini merupakan karma apa yang kau lakukan padaku, papamu jatuh sakit karena dirimu sendiri Alan.."ucap Vriska dengan sinis.


Alan hanya melirik ke arah Vriska tanpa berniat untuk menjawab, ia lelah jika harus menganggapi Vriska kemudian harus timbul perdebatan lagi.


Sementara Merlin langsung masuk ke ruangan suaminya, hanya tersisa Vriska, Alan dan Disty. Kedua orang tua Vriska langsung pulang setelah makan malam tadi, karena Vriska memang sengaja mengikuti Alan. Sedang Disty memilih untuk mengikutinya menggunakan taksi, setidaknya ia ingin tau kondisi papa Alan.


Mendengar kondisi Papa Alan yang buruk Disty merasa bersalah, ia juga masih menjaga jarak dengan Vriska dan Alan . Harusnya aku tidak perlu datang jadi semua ini tidak akan terjadi. Semua pasti akan baik-baik saja, Papa Alan juga pasti akan tetap sehat, hubungan Vriska dan Alan juga pasti baik-baik tidak sekacau ini.


Disty keluar berjalan menjauh dari Vriska dan Alan.


"Kau diam saja, kenapa kau merasa bersalah pada Papamu saat ini?. Aku heran denganmu apa yang kau sukai dari wanita macam Disty, sedangkan aku jauh lebih apapun dari dia bukan, dia hanya seorang mantan asistenku yang tidak tau diri."cetus Vriska.


"Setidaknya sifatnya jauh lebih baik darimu, Vriska. Sekarang terserah dirimu mau bicara apa, aku lelah menanggapi ocehanmu yang tidak berguna itu"sahut Alan dengan tenang.


"Apa maksudmu, apa yang baik dari dia.."tanya Vriska


Alan hanya diam ia berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Vriska, tanpa mendengar segala umpatan yang keluar dari mulut Vriska.


"Alan brengsek, lihat saja aku tidak akan kalah dari Disty, dia fikir dia siapa berani merebut dirimu dariku Alan, akan ku lakukan apapun demi mendapatkan dirimu"ucap Vriska penuh dengan emosi.

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Alan keluar untuk mengejar Disty setidaknya ia harus menjelaskan sesuatu pada gadis itu.


"Disty tunggu.."ucap Alan, Disty memutar tubuhnya.


"Alan..."sahut Disty, meski ia marah pada laki-laki ini, tapi ia juga butuh penjelasan darinya.


"Apa yang ingin kau jelaskan padaku Alan, kenapa kau melibatkan diriku"tanya Disty dengan tenang dan tersenyum kecut, sekarang ia benar-benar kehilangan pekerjaannya,. Kini mereka duduk di bangku luar rumah sakit yang berada di taman kecil.


"Disty yang ku katakan itu benar, jika aku mencintaimu aku tidak bercanda, dan aku berniat membatalkan pernikahanku dengan Vriska"tutur Alan.


Disty tercekat kaget "aku tidak percaya Alan, harusnya kau tidak melakukan hal gila seperti itu, kau lihat papamu bahkan sampai anfal. Alan hubungan kita sudah berakhir saat itu juga."


"Katakan jika kau tidak mencintaiku.."gertak Alan agar Disty mau melihat ke arahnya.


Disty menggeleng kuat" tidak Alan, aku tidak mencintaimu"ucap Disty, Alan tercekat kaget mendengar penuturan Disty.


"Kau pasti bohong"Alan masih tidak terima.


"Ku mohon Alan perbaiki hubunganmu dengan Vriska, aku tidak mau menjadi perusak hubungan kalian. Vriska wanita yang pantas untukmu, aku tidak mau menyakitinya, selain karena aku sudah menganggapnya seorang adik, aku juga banyak berhutang budi padanya Alan. Kau akan bahagia menikah dengannya Alan"tutur Disty sambil menahan perih, entah apa yang ia rasa yang jelas ia juga merasa sangat sakit melihat Alan yang kacau dan tak berdaya.

__ADS_1


"Aku tidak akan bahagia bersamanya.."sahut Alan menggelengkan kepalanya.


"Belajarlah untuk mencintainya Alan, d-dia.."


"Aku sudah banyak belajar mencintainya Distyn tapi aku tidak pernah berhasil. Apa aku salah jika aku mencintaimu.."ucap Alan


"Salah.. kau salah mencintaiku. Karena aku tidak mencintaimu.."ucap Disty lalu ia minggalkan Alan.


Disty tidak kuat menahan tangisnya. Jika saja aku bisa egois, sejujurnya aku bahagia Alan rasa cintaku terbalas, tapi aku juga tidak mungkin membuat keluargamu hancur, Vriska akan melakukan apapun nantinya Alan. Kau tau Alan hatiku juga sakit harus berkata seperti ini padamu, tapi ini harus ku lakukan . Sekalipun kau akan membenciku. Sejujurnya rasa cintaku padamu tidak pernah berubah sejak dulu .


Disty berjalan dengan air mata menetes ingatannya membawa pada ancaman Vriska "Kau harus tau pengkhianat, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Alan, sekalipun harus menghancurkan perusahaan Alan, kau tau papaku memiliki investasi terbesar di perusahaanya, jika aku menyuruh mencabut investasinya tentu saja dalam sekejap perusahaan mereka akan hancur. Dan kau akan di benci dengan mereka, karena semua berawal darimu.."ancam Vriska..


Sebenarnya Disty tidak kaget akan sifat Vriska yang selalu terobsesi dengan apapun yang ingin ia miliki, tapi Disty tidak akan membiarkan keluarga Alan berantakan dan hancur, apalagi kondisi papa Alan tengah sakit, ia juga tidak mau membuat Alan merasakan kehilangan seorang ayah seperti dirinya.


"Aku bahkan tidak tau akan bekerja apa nantinya, bagaimana aku akan menjelaskan pada ibu jika Vriska memecatku, dia pasti akan marah padaku. Dan bagaimana aku akan menghidupi adik dan ibuku. Kenapa semua jadi begini,"ucap Disty sambil menghapus air matanya.


Ia memutuskan untuk pulang ke kosannya, bagaimana pun ia tidak mungkin pulang ke rumah Vriska keadaanya sedang tidak memungkinkan.


.


.

__ADS_1


bersambun..


__ADS_2