Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Love Story Alan_Keributan dua ibu hamil


__ADS_3

Ni Visual Alan pake baju pink tetap tampan kan kan😊😚



πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Waktu terus berlalu tanpa terasa kini kandungan Vriska sudah memasuki trimester ketiga. Alan sedikit bisa bernafas lega karena kini sudah tidak meminta hal-hal yang aneh dan konyol. Vriska juga sudah tidak pernah mengalami moorning sick lagi.


Pagi ini sebelum berangkat ke kantor Alan menemani sang istri untuk cek kandungan. Tampak Alan dan Vriska tersenyum senang saat melihat layar di monitor menampakkan tanda-tanda kehidupan dua malaikat kecil yang berada dalam rahim Vriska.


"Tuan, Nona ini lihatlah janin anda di sini. Mereka sangat sehat juga normal. Di sini letak jantungnya."jelas sang Dokter


Vriska dan Alan tersenyum haru, rasanya keduanya sudah tidak sabar untuk menimang kedua anak nya saat lahir kedunia nanti.


"Jenis kelaminnya dokter..?"tanya Alan


"Yang satunya berjenis kelamin laki-laki Tuan. Tapi yang satunya kelihatannya masih malu-malu, jadi tidak terlihat jenis kelaminnya"sambungnya


"Tidak apa-apa dokter, itu biar menjadi kejutan saja nanti"sahut Vriska


Dokter itu tersenyum mengangguk, setelah selesai Vriska bangkit dari tempatnya, kemudian dokter hanya memberika resep vitamin saja pada Vriska.


Setelah selesai Alan memutuskan untuk mengantar Vriska pulang lebih dulu. Badan Vriska yang bertambah bulat dengan perut buncit di depannya serta pipinya yang bertambah chubby menambah kesan gemas bagi Alan. Bagaimana tidak di katakan bulat, Vriska hamil menjadi orang yang gila makan. Jika Alan mengingatkannya, dia pasti hanya akan menjawab.


"Aku tuh makan buat tiga orang hubby, jadi memang harus makan yang banyak. Kau tidak mau bukan anakmu di dalam kekurangan gizi, masa Papinya aja seorang direktur anaknya lahir bisa kurang gizi"jawabnya, pintar sekali bukan jawabnya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Setelah sang suami berangkat ke kantor Vriska kedatangan Mama Merlyn. Mama Merlyn mengajaknya untuk pergi ke Mall membeli perlengkapan bayi.


Sebelumnya Vriska terlebih dahulu meminta izin sang suami, setelah Alan mengijinkannya Vriska pun berangkat bersama mama mertuanya itu.


"Ayo ma..."ucap Vriska


"Ayo sayang, hati-hati jalannya pelan-pelan Vriska.."tampak Mama Merlyn mengingatkan sang menantu saat Vriska berjalan begitu cepat.


Namun Vriska hanya terkekeh, "Ah mama Babynya ingin berjalan cepat ma, bukan pelan-pelan"serunya


Mama Merlyn menggelengkan kepalanya, tapi meski begitu ia begitu senang akhirnya putranya akan segera di karunia seorang anak dalam rumah tangganya.


Dalam perjalanan menuju Mall Vriska dan Mama Merlyn tampak asyik mengobrol, sesekali keduanya akan tertawa saat menemukan hal yang lucu. Mereke pergi dengan di antar oleh sopir Mama Merlyn.


πŸŽ‹πŸŽ‹


"Mah ini bagus kan..."tanya Vriska sambil memperlihatkan baju bayi perempuan, Mama Merlyn hanya tersenyum mengangguk.

__ADS_1


"Pilihlah yang kau sukai sayang.."sahut Mama Merlyn


"Tapi aku ingin sekali membeli ini, tapi warnanya pink. Aku bahkan belum tau jenis kelamin anakku yang satunya, bagaimana jika nanti ia lahir juga berjenis kelamin laki-laki."dengus Vriska


"Kalau begitu kau belilah saja warna yang bisa di pakai oleh bayi laki-laki atau perempuan"pungkas Mama Merlyn


Vriska menggeleng, "Tapi aku sangat ingin membeli ini.."


"Ya sudah beli saja tidak apa-apa.."


"Tapi bagaimana nanti kalau tidak kepake.."serunya lagi Vriska kembali meletakkan baju itu.


"Terus maunya Vriska gimana saja, mama nurut aja deh.."ucap Mama Merlyn pasrah.


"Vriska mau... em mau...."


Saat Vriska menengok ingin mengambil baju yang tadi, ternyata sudah tidak ada, terlihat di sebelahnya seorang wanita hamil tengah membawa baju itu membuat Vriska meradang. Vriska langsung merebut baju itu.


"Maaf ya Nona baju ini saya ingin membelinya, jadi silahkan Nona pilih yang lain..."ucap Vriska


"Tapi saya lihat baju itu berada pada tempatnya kok.. Saya juga ingin membelinya.."jelas wanita itu.


"Ya karena saya sedang berfikir, dan ini mau saya beli. Kau tidak lihat saya sedang berada di depannya.."seru Vriska ia mulai terlihat kesal.


"Anda baru mau membelinya bukan sudah kan, berikan itu padaku. Aku juga mau membelinya. "seru wanita itu berusaha mengambil baju itu di tangan Vriska.


"Tidak mau, kau yang harus melepaskannya Nona.."seru wanita itu.


"Tidak mau..."


"Aku juga tidak mau.."


Mama Merlyn mendekat "Vriska sayang berikan saja baju itu padanya, kau bisa memilih yang lain"tutur Mama Merly


"Tidak mau, aku tidak akan mengalah. Wanita ini saja yang suruh mengalah.."seru Vriska masih sambil tari menarik baju itu.


"Kalu begitu Nona saja lah yang mengalah, Nona apa anda tidak malu di lihat banyak orang karena memancing keributan.."ucap Mama Merlyn.


"Aku tidak mau, suruh saja putrimu yang mengalah. Dasar nenek tua.."ucapnya membuat Vriska meradang saat wanita itu menghina mama mertuanya tanpa sungkan Vriska menjambak rambut wanita itu.


"aaa... sakit apa yang kau lakukan dasar wanita bar-bar.."teriak wanita itu kesakitan saat menaruk rambut panjangnya.


Dengan nada geram Vriska berkata, "Beraninya kau menghina mamaku nenek tua,"


"Vriska sudahlah jangan memancing keributan nak. Mama tidak apa-apa ayo kita pulang saja"tutur Mama Melryn

__ADS_1


"Tidak bisa ma, aku harus memberi pelajaran pada wanita ini. Bila perlu aku harus memberikan saringan kawat pada mulutnya ini, agar ia mengerti bagaimana bisa berkata sopan pada orang tua,"


"Lepaskan..."ucap wanita itu.


"Tidak akan, sebelum kau meminta maaf pada mamaku. Aku bahkan bisa saja membuat kepalamu botak saat ini juga.."ucap Vriska penuh penekanan.


"Vriska sudahlah, mama sudah memaafkannya ayo kita pulang. Ingat kau sedang hamil.."


"Mama tenang saja anak-anakku mengerti jika aku tengah membela kebenaran, aku dan suamiku saja tidak pernah menghina mama, dia yang orang lain berani menghina mama. Wanita seperti ini harus di beri pelajaran.."


"Lepas, kalau tidak ku panggil suamiku biar kau tau rasa.. Apa yang ku katakan itu benar mamamu memang tua, untuk apa aku minta maaf padanya.."


"Panggilkan saja aku tidak takut.. Dasar wanita tidak tau diri.."Vriska kembali menarik ramnut wanita itu.


"Aaaa... sakit sialan.."


"Kau bilang aku sialan, jika saja kau sedang tidak hamil ku tendang juga dirimu. Ayo cepat minta maaf pada mamaku.."


"Tidak mau.."


Mama Merlyn yang sudah kebingungan untuk memisahkan mereka, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi putranya. Bersamaan dengan petugas keamaanan datang menghampiri keributan itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Alan sedang melakukan meeting penting, sebelum kemudian ponsel yang berada di sakunya berdering. Alan mengambilnya terlihat di sana mamanya lah yang menghubunginya. Alan memohon izin untuk menghentikan rapat itu sejenak.


"Hallo, iya ma.."


"Alan cepatlah kemari istriku sedang berkelahi di Mall, mama sudah tidak bisa memisahkannya"


"apa... aku kesana ma.."ucapnya sambil mematikan telponnya.


"Iva tolong kau handle semuanya, aku ada keperluan mendadak.."ucap Alan pada Iva


"Baik Tuan.."


Alan berlari kecil ke ruangannya untuk mengambil kunci mobilnya, setelah mendapatkannya ia berlari terburu-buru menuju mobilnya.


"Apa yang terjadi bagaimana bisa istriku berkelahai dalam keadaan mengandung yang benar saja apa dia tidak berfikir bagaimana anaknya.."decak Alan sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Berkali-kali Alan mengklakson kendaraan yang menghalangi jalannya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹jangan lupa like, komen, hadiahnyaπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹cerita ini sudah menunu ending ya readersπŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..


__ADS_2