Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Indonesia aku datang


__ADS_3

Hari terus berlalu, bulan berganti bulan tahun berganti tahun tak terasa kini sudah 3 tahun Dinda berada di Paris, dan berhasil menempuh pendidikan dengan baik dan hasil yang memuaskan.


Sesuai rencana dan keinginannya setelah lulus kuliah ia akan kembali ke Indonesia dan bekerja di salah satu rumah sakit Jakarta.


Aku akan memulai semua dari awal, Indonesia aku datang...


Tak terasa setelah menempuh perjalanan panjang dengan pesawat, kini pesawat pun telah mendarat di Bandara Soekarno Hatta.


Dinda berjalan keluar bandara memakai kaca mata hitam sambil menyeret kopernya mencari seseorang yang menjemputnya.


Setelah menengok sana menengok sini, akhirnya ketemua juga orang yang menjemputnya. Seorang pria yang saat ini sedang bersandar di depan mobilnya sambil mengotak atik hp nya. Lalu Dinda pun memutuskan menghampirinya.


"Hai Alan. Sorry sudah lama menunggu.." ucap Dinda sambil menepuk pundak Alan dan tersenyum, tentu saja senyumannya membuat Alan terpesona. Namun seketika ia langsung sadar.


"Oh ya tidak baby.. hanya saja tadi mau menguhubungimu tapi hp ku jatuh kayaknya rusak. Jadi aku putuskan menunggu di sini saja.. Oh ya udah ayo masuk biar ku antar.." ucap Alan sambil membukakan pintu depan buat Dinda dan menaro koper Dinda di bagasi mobilnya..


"Kau mau ku antar ke mana Din..." tanya Alan saat mobilnya sudah melesat dari bandara.


"Apartemen Kak Vino.. kau sudah tau alamatnya bukan.." jawab Dinda dan di jawab anggukan oleh Alan.

__ADS_1


Meski Alan tau rumah Dinda di Jakarta sebeleh rumah Rava tetap saja bukan ia harus bertanya siapa tau dia punya tempat lain yang di tuju, nah benarkan ia memang tidak mau ke rumah lamanya.


"Maaf ya aku repotin kamu.."ucap Dinda setelah sampai depan apartemen Vino.


"Tidak masalah baby.." ucap Alan dengan senyumnya sambil mengacak-acak rambut Dinda. Setelah menurunkan Dinda.


"Masuklah.. aku harus kembali ke kantor. Ku dengar dari Pak Dicky kau sudah menaro lamaran lewat emali di salah satu rumah sakit ternama di Jakarta, kira-kira kapan kau masuk.."Tanya Alan


"Lusa aku masuk.."sahut Dinda


"Ok.. berarti besok aku akan temani kamu keliling Jakarta kau mau.."tanya Alan


"Oke.. " sahut Dinda


*******


Keesokan harinya di kediaman Nugraha kini sedang melakukan sarapan pagi.


"Rava ini sudah sekian tahunnya Luna tiada, kau masih muda kapan kau akan menikah lagi Va...?" tanya Adi terhadap Rava

__ADS_1


"Pa ma Rava sudah bahagia dengan kesendirianku kok ma pa. Aku belom bisa untuk berfikir menikah lagi. Tolong ma pa jangan jodoh-jodohin Rava lagi. Kalau mama dan papa tidak mau kembali kecewa. Karna Rava pasti akan menolak.." tegas Rava


"Tapi nak kau itu tetap butuh seorang istri, yang mendampingimu. Kau juga butuh membangun sebuah keluarga nak.." ucap Imel


"Ma sudahlah aku bosen mendengarkan nasehat mama dan papa tentang pernikahan terus, aku bisa mengurus diriku sendiri ma. Sudahlah lebih baik Rava berangkat ke kantor sekarang.." ucap Rava sambil beralalu pergi.


"Pah gimana ini. Kenapa sulit sekali membujuk Rava pa.." ucap Imel


"Sudahlah ma mau bagaimana lagi. Kita berdoa saja suapaya cepat atau lambat anak kita mau menikah lagi.." sahut Adi sambil mengelus pundak Imel berusaha menenangkannya...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2