
Tiba lah kak Radja dan ara di depan rumah dewa
Tok..Tok..Tok
suara pintu dan dewa langsung membuka pintu
"Ayo masuk lama sekali kalian ini" seru dewa yang menunggu ada setengah jam
"Dimana dewi?" tanya Kaka Radja dan ara
"ada di kamar ku , lagi aku menunggu di bawah gak berani masuk ke kamar aku yang di atas" seru dewa
oke ara gantikan baju dulu Dewi dan biar dia segera ara basuh air hangat badannya. apa ada air hangat wa?" tanya ara
"ada di dapur ambil aja" jawab dewa
"Wa , kamu kenapa lagi ini kesempatan untuk kamu nyatakan lah kamu juga sayang am Dewi biar Dewi yakin" seru kak Radja
"aku takut ini semua dari awal aku hanya bersahabatan sama Dewi tidak ada kata pacaran kak" seru lantang dari jawaban dewa
"apa salahnya jika di coba" ajakan kak Radja
__ADS_1
beberapa saat berfikir dan dewa pun masih ragu takut Dewi tidak percayakan atas pernyataannya sedangkan Dewi tahu ara lah pacar dewa
berguam dalam hati
"aku ungkapkan atau tidak Dewi . tapi sudah butuh waktu aku akan mengirimkan surat saja jika tidak membalas Dewi pasti tidak ingin hubungan ini" seru dalam hati dewa
beberapa menit sudah berlalu ara turun dan sudah merapikan pakaian dan rambut Dewi
dan ara pun membuka kata
"Wa , kamu sayang Dewi perhatian yang lebih besar daripada ke aku . kenapa gak kamu bilang langsung jangan buat Dewi membenci mu karena sikap bodoh mu perhatian tapi memberikan harapan palsu" seru ara meyakinkan dewa
"kan dah kak bilang wa kamu udah dapat restu dari aku dari pada Dewi di jodohkan apa kamu rela waktu Dewi cuman sebulan ini mamanya Dewi telah merancang semua tanpa sepengetahuan kaka , Dewi bercerita kemarin sambil menangis menyesali dewi tidak bersama orang yang Dewi inginkan" seru di lanjutkan kak Radja setelah ara berhenti menyakinkan hati dewa
Ara dan kak Radja pulang
"jaga adik ku ya wa" seru Kaka Radja
"baik kak" Jawab dewa
"nyatakan atau akan menyesal" sindir ara ke dewa
__ADS_1
Malam hari sudah larut pukul 00.00wib
Dewa masih ada di ruang tv dan Dewi terbangun dari tidurnya
dewi memperhatikan ruangan ini bukan kamar dewi tapi kamar dewa yang ada foto dewa terpasang dan Dewi membuka pintu dan melangkah keluar dari lantai atas Dewi melihat dewa di ruang tv
Tuk..Tuk..Tuk
suara langkah kaki Dewi
"Wa , apa yang kamu lakukan kenapa aku di kamar mu dan pakaian ku terganti rapi dan sekarang aku liat dirimu di ruang tv Terpulas, Dewa apa yang kamu lakukan besok ku kan bertanya ingin tahu penjelasan tentang semua ini" Dewi berguam dan melangkah menuju pintu kamar dewa lagi
Pagi harinya dewa sudah tidak ada di rumah hanya meninggalkan surat yang berisikan
Dear Dewi
aku sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk mengungkapkan semua perasaan ini semenjak kamu semalam mabuk aku khawatir aku memanggil Ara dan kak Radja . Ara lah yang mengantikan semua pakaianmu aku tidur di ruang tv aku tidak mau kamu berfikir bahwa aku berbuat sesuatu padamu.
ini tentang hati ku yang juga sayang dan mencintaimu maaf Dewi aku baru bisa sampaikan ini Ara sudah tak ada hubungan ini semua rencana mereka yang memang ingin tahu seberapa besar kamu sayang juga padaku. kecemburuan mu aku bahagia aku ada di dalam hati mu. surat ini tak perlu balas jika hatimu bukan untuk ku tapi tolong balas beri jawaban padaku tentang rasa mu.
Dewi aku di kampus di lantai atas jam 12.00wib aku tunggu sarapan lah aku sudah buatkan agar kamu semakin fit.
__ADS_1
Dewa
lanjut ya di episode berikutnya