Cinta Segitiga

Cinta Segitiga
Hidup baru


__ADS_3

Pagi hari masih tepat pukul 03.00wib dini hari.


Dewa terbangun dan segera ke kamar mandi untuk bersiap-siap melaksanakan kewajibannya untuk beribadah itu salah satu kewajiban untuk menuntun Dewi ke jalan yang baik jadi istri yang Sholeha


"sayang , bangun aku mau siap-siap sholat ayu kamu ikut ini kan kewajiban kita sebagai umat muslim" ajak dewa membangunkan istrinya Dewi


"cup" kecupan di kening membuat Dewi bangun


"baik sayang aku mandi dulu ya" ujar Dewi yang bangun lalu ke kamar mandi


sejadah sudah sejajar Dewi di belakang dewa yang tentu imam Dewi dan Dewi keluar menuju dewa dan memakai mukenanya yang berwarna biru langit sangat cantik


Mereka melanjutkan aktivitas sholat dua rakaat sholat subuh


Allahuakbar Allahuakbar ashaduala ilahailluho


waasaduanna muhamadar rosulluloh ayalasalah ayalafalah dekomatisholat Allahuakbar Allahuakbar lailahailluho


Suara komat yang di lantunkan dewa sangat merdu dan mulai adzan dan membaca surat-surat pendek seperti Al-fatihah , An-Nas ,Al-falah, dan surat pendek lainnya dan sampai selesai


dewa menghadap kebelakang dan Dewi mencium tangan dewa sedangkan dewa mencium kening Dewi


aktivias sholat sudah Dewi beranjak turun dari kamar menuju dapur dan tapi di sana sudah ada 2 pembantu bernama mbak apri dan mbak Sani yang menyiapkan sarapan

__ADS_1


"mbak pagi banget baru saya yang mau masak" tanya Dewi


'iya non saya masak buat sarapan " jawab mbak Sani


"non duduk aja Aden dewa kemana belum turun untuk sarapan" tanya mbak apri


"oh lagi rapi-rapi kami mau ke rumah orang tua dewa lalu ke rumah orang tua saya" jawab dewi dengan lembut


"aku mau bikin kopi aja buat dewa ya mbak yang lain aja siapkan" suruh Dewi ke dua pembantunya


"baik non . hati-hati ya non" pembantu itu membersihkan meja makan dan menghidangkan sarapan roti bakar kesukaan dewa rasa coklat


Tak Tak Tak


suara langkah kaki yang terdengar dari arah tangga


"sudah istri ku nanti tinggal di masukan ke bagasi mobil" jawab dewa sambil memeluk Dewi sang istri


"Cup " kecupan di pundak Dewi terasa geli dewa menggoda Dewi


"sayang malu ada pembantu dan yang lainnya" jawab Dewi muka memerah


Siap sarapan pagi ini Dewi dan dewa sudah ada di meja makan setelah mereka bersendau gurah di dapur

__ADS_1


"selamat makan non dan aden" seru 4 pembantu tersebut


dua lagi pembantu mereka tadi sedang merapikan kamar tamu untuk kedatangan kak Radja yang ga di sangkah sudah bertunangan dengan Ara


mereka niat untuk menginap dengan alasan karena rumah kosong kami mau ada tujuan jalan-jalan


Sarapan pun di mulai dewa makan roti selai choklat dan Dewi roti selai kacang


kopi manis buatan Dewi dapat gombalan dari dewa


"sayang" panggil dewa mengalikan mata Dewi


"iya ada apa suami ku" Jawab Dewi tersenyum


"ini kopi kamu yang buat ya" tanya dewa


"iya ada apa sayang masih pahit kan atau kurang manis?" Dewi menanyakan dengan berat takut salah bikin kopi


"bukan begitu sayang kamu mau buat aku diabetes ya " dewa tersenyum


"apa ? gak sayang kemanisan ya? " Dewi heran


"kopi ini harus nya pahit jangan manis aku minum lihat kamu sudah Amad mandi sayang" tersenyum dewa memuji istrinya

__ADS_1


"ah ! kamu bikin aku takut aja . aku kan baru kali ini bikin kopi biasanya kamu kan minum teh sayang" jawab Dewi mukanya memerah


Setelah persiapan yang rapi dan akan berangkat ada kejadian yang aneh oleh keadaan rumah mereka


__ADS_2